Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
Nasional
23 jam yang lalu
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
2
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Nasional
23 jam yang lalu
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
3
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
Nasional
23 jam yang lalu
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
4
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Nasional
23 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
5
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
KONI
23 jam yang lalu
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
6
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
KONI
23 jam yang lalu
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
Home  /  Berita  /  Kriminal

Pemerintah Dinilai Pengaruhi Masyarakat dengan Vaksin Sinovac

Pemerintah Dinilai Pengaruhi Masyarakat dengan Vaksin Sinovac
Vaksin Sinovac. (Gambar: Ist./Sinovac)
Kamis, 27 Agustus 2020 14:40 WIB

JAKARTA – "Tergesa-gesa pilih vaksin Covid-19 bentuk upaya pemerintah pengaruhi psikologis rakyat,". Pernyataan ini disampaikan anggota Komisi I DPR RI, Sukamta melalui pesan tertulis yang diterima wartawan parlemen, Kamis (27/8/2020).

"Pemerintah terkesan terburu-buru dengan memutuskan vaksin produksi Sinovac yang akan digunakan. Padahal uji klinis tahap 3 yang dilakukan Sinovac bekerjasama dengan Biofarma belum keluar hasilnya. Apakah efektif menangkal virus Covid-19 atau tidak?" tandas Sukamta.

Baca Juga: Cecar Pemerintah soal Vaksin, Saleh: Ini Masalah Harkat dan Martabat Bangsa

Baca Juga: Sukamta Apresiasi Artis yang Akui Terlibat Proyek Kampanye RUU Ciptaker dan Kembalikan Bayaran

Sementara itu, lanjut Sukamta, penelitian-penelitian terbaru juga menunjukkan bahwa COVID-19 mengalami mutasi, "sehingga dimungkinkan ketika uji klinis tahap 3 berhasil namun pada saat vaksinasi secara massal nanti, Covid-19 telah memiliki mutasi berbeda sehingga tidak efektif,".

Wakil Ketua Fraksi PKS DPR RI ini menilai, langkah pemerintah tersebut bisa menjadi blunder dikemudian hari apabila ternyata vaksin Covid-19 Sinovac tidak efektif, atau berdampak pada kerugian negara.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:Nasional, Kriminal, SEA Games, Badminton, DKI Jakarta
wwwwww