Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Sempat Dikira Hoaks, Kasus Anak yang Dibuang Ibu di Jalanan di Riau Sudah Ditangani Polisi
Peristiwa
21 jam yang lalu
Sempat Dikira Hoaks, Kasus Anak yang Dibuang Ibu di Jalanan di Riau Sudah Ditangani Polisi
2
Cerita Viral Anak Dibuang Dengan Sepucuk Surat, Orangtua Cabut Kuku Tangan Anak Pakai Tang
Peristiwa
21 jam yang lalu
Cerita Viral Anak Dibuang Dengan Sepucuk Surat, Orangtua Cabut Kuku Tangan Anak Pakai Tang
3
Misterius, Mushola Darussalam Pasar Kemis Dicoret-Coret OTK dengan Tulisan 'Saya Kafir' dan Anti Islam
Peristiwa
10 jam yang lalu
Misterius, Mushola Darussalam Pasar Kemis Dicoret-Coret OTK dengan Tulisan Saya Kafir dan Anti Islam
4
DPR Sampaikan Duka Cita Longsor Tarakan
DPR RI
16 jam yang lalu
DPR Sampaikan Duka Cita Longsor Tarakan
5
10 Santri Ponpes Selamat dan 15 Petugas UPPKB Subah Positif Covid-19
Kesehatan
11 jam yang lalu
10 Santri Ponpes Selamat dan 15 Petugas UPPKB Subah Positif Covid-19
6
Parlemen minta Pemerintah Turunkan Harga Tes Swab
DPR RI
14 jam yang lalu
Parlemen minta Pemerintah Turunkan Harga Tes Swab
Home  /  Berita  /  Ekonomi

Gas-Rem, Tanda Pemerintah Tidak Punya Strategi Tanggulangi Pandemi

Gas-Rem, Tanda Pemerintah Tidak Punya Strategi Tanggulangi Pandemi
(Gambar: Tangkapan layar virtual)
Senin, 31 Agustus 2020 13:04 WIB

JAKARTA - Kepala Dewan Penasehat Indonesia Research and Strategic Analysis (IRSA), Faisal Basri menilai, penekanan pada timing Gas dan Rem adalah tanda pemerintah tak punya strategi matang dalam penanggulangan Pandemi Covid-19.

"Jadinya trial and error, itu artinya gak ada strategi," kata Faisal dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) bersama Komisi VI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI di Gedung Parlemen, Jakarta, Senin (31/8/2020).

Faisal menyayangkan pemerintah menerapkan pola seperti itu, lantaran terlalu beresiko pada nyawa rakyat di tengah hantaman Pandemi Covid-19.

Dalam rapat yang menyoal 'Ketahanan Ekonomi Nasional di Tengah Krisis Ekonomi Dunia', Faisal menyatakan bahwa untuk membangkitkan perekonomian dibutuhkan kepercayaan publik atas kemampuan pemerintah menanggulangi pandemi.

"Bikin rakyat confidence bahwa virus ini bisa dikendalikan," kata Faisal yang juga menekankan pentingnya penanganan kesehatan lebih dahulu untuk membangkitkan ekonomi.

Ia meyakini, jika rakyat percaya pada langkah pemerintah dalam penanggulangan Pandemi, maka geliat pasar akan bangkit. Dengan keyakinannya, kata Faisal, rakyat akan berpikir, "Oh dua bulan lagi kita selesai, kita belanja ini deh,".

Salah satu cara untuk meningkatkan kepercayaan dalam penanggulangan Pandemi, menurut Faisal, adalah dengan memasifkan testing dan tracing.

"Jelas berapa orang, kemudian isolasi," kata dia menjawab pertanyaan politisi PDIP, Arya Bima terkait langkah apa yang tepat agar penanganan Kesehatan dan Ekonomi bisa paralel, maskerisasi, cuci tangan, atau lainnya.

Hampir semua negara, tutur Faisal, mengutamakan penanganan kesehatan terlebih dahulu, sehingga ekonomi bisa menyusul bergerak tumbuh. Negara-negara yang telah berhasil menekan angka positif, kini telah menggeliat lagi perekonomiannya, destinasi wisata mereka telah dibuka.

"Tapi Indonesia masih di blacklist. Sadar tidak sadar, kita sedang dihukum oleh dunia," ujar Faisal.***


Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:Ekonomi, Nasional, DPR RI, GoNews Group, DKI Jakarta

wwwwww