Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
Nasional
11 jam yang lalu
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
2
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Nasional
11 jam yang lalu
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
3
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
Metropolitan
22 jam yang lalu
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
4
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Nasional
11 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
5
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
Nasional
11 jam yang lalu
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
6
‎SGY Dukung Tiket Pantai Ancol Gratis, Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Kebijakan Tiket Masuk
Metropolitan
21 jam yang lalu
‎SGY Dukung Tiket Pantai Ancol Gratis, Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Kebijakan Tiket Masuk
Home  /  Berita  /  Ekonomi

Gas-Rem, Tanda Pemerintah Tidak Punya Strategi Tanggulangi Pandemi

Gas-Rem, Tanda Pemerintah Tidak Punya Strategi Tanggulangi Pandemi
(Gambar: Tangkapan layar virtual)
Senin, 31 Agustus 2020 13:04 WIB

JAKARTA - Kepala Dewan Penasehat Indonesia Research and Strategic Analysis (IRSA), Faisal Basri menilai, penekanan pada timing Gas dan Rem adalah tanda pemerintah tak punya strategi matang dalam penanggulangan Pandemi Covid-19.

"Jadinya trial and error, itu artinya gak ada strategi," kata Faisal dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) bersama Komisi VI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI di Gedung Parlemen, Jakarta, Senin (31/8/2020).

Faisal menyayangkan pemerintah menerapkan pola seperti itu, lantaran terlalu beresiko pada nyawa rakyat di tengah hantaman Pandemi Covid-19.

Dalam rapat yang menyoal 'Ketahanan Ekonomi Nasional di Tengah Krisis Ekonomi Dunia', Faisal menyatakan bahwa untuk membangkitkan perekonomian dibutuhkan kepercayaan publik atas kemampuan pemerintah menanggulangi pandemi.

"Bikin rakyat confidence bahwa virus ini bisa dikendalikan," kata Faisal yang juga menekankan pentingnya penanganan kesehatan lebih dahulu untuk membangkitkan ekonomi.

Ia meyakini, jika rakyat percaya pada langkah pemerintah dalam penanggulangan Pandemi, maka geliat pasar akan bangkit. Dengan keyakinannya, kata Faisal, rakyat akan berpikir, "Oh dua bulan lagi kita selesai, kita belanja ini deh,".

Salah satu cara untuk meningkatkan kepercayaan dalam penanggulangan Pandemi, menurut Faisal, adalah dengan memasifkan testing dan tracing.

"Jelas berapa orang, kemudian isolasi," kata dia menjawab pertanyaan politisi PDIP, Arya Bima terkait langkah apa yang tepat agar penanganan Kesehatan dan Ekonomi bisa paralel, maskerisasi, cuci tangan, atau lainnya.

Hampir semua negara, tutur Faisal, mengutamakan penanganan kesehatan terlebih dahulu, sehingga ekonomi bisa menyusul bergerak tumbuh. Negara-negara yang telah berhasil menekan angka positif, kini telah menggeliat lagi perekonomiannya, destinasi wisata mereka telah dibuka.

"Tapi Indonesia masih di blacklist. Sadar tidak sadar, kita sedang dihukum oleh dunia," ujar Faisal.***


Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:Ekonomi, Nasional, Kriminal, Badminton, DKI Jakarta
wwwwww