Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Misterius, Mushola Darussalam Pasar Kemis Dicoret-Coret OTK dengan Tulisan 'Saya Kafir' dan Anti Islam
Peristiwa
18 jam yang lalu
Misterius, Mushola Darussalam Pasar Kemis Dicoret-Coret OTK dengan Tulisan Saya Kafir dan Anti Islam
2
10 Santri Ponpes Selamat dan 15 Petugas UPPKB Subah Positif Covid-19
Kesehatan
18 jam yang lalu
10 Santri Ponpes Selamat dan 15 Petugas UPPKB Subah Positif Covid-19
3
DPR Sampaikan Duka Cita Longsor Tarakan
DPR RI
23 jam yang lalu
DPR Sampaikan Duka Cita Longsor Tarakan
4
Parlemen minta Pemerintah Turunkan Harga Tes Swab
DPR RI
22 jam yang lalu
Parlemen minta Pemerintah Turunkan Harga Tes Swab
5
DPD RI Tanggung Jawab Penguatan Otonomi Daerah
Politik
17 jam yang lalu
DPD RI Tanggung Jawab Penguatan Otonomi Daerah
6
Ketua DPR: Kita Bisa Atasi Semua Tantangan dengan SDM Berkarakter dan Tangguh
DPR RI
22 jam yang lalu
Ketua DPR: Kita Bisa Atasi Semua Tantangan dengan SDM Berkarakter dan Tangguh
Home  /  Berita  /  Politik

Pimpinan MPR Sarankan Kementan Fokus ke Tugas Pokok dan Fungsinya

Pimpinan MPR Sarankan Kementan Fokus ke Tugas Pokok dan Fungsinya
Senin, 31 Agustus 2020 13:00 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Wakil Ketua MPR RI dari Fraksi Partai Demokrat, Syarief Hasan mendorong Kementerian Pertanian di era pemerintahan Presiden Jokowi agar fokus pada tugas pokok dan fungsinya (tupoksi).

Diantaranya, pendistribusian pangan, stabilisasi harga pangan, dan menjamin stok pangan. Menurutnya, beberapa bulan terakhir, Kementerian Pertanian menuai sorotan di masyarakat karena banyak mengurusi masalah kesehatan. Mulai dari polemik kalung eucalyptus sampai yang teranyar yakni polemik tanaman ganja yang masuk dalam komoditas tanaman obat binaan Kementerian Pertanian.

"Kita mengapresiasi langkah Kementan untuk ikut serta bergotong royong dalam menanggulangi Pandemi Covid-19. Akan tetapi, sebaiknya Kementan fokus pada tupoksinya untuk menghadirkan pangan yang dapat diakses oleh rakyat Indonesia, diversifikasi pangan terutama di masa Pandemi Covid-19," ungkap Syarief, Senin (31/8/2020).

Baca Juga: Bantu UMKM, Syrief Hasan: Jangan Buat Beli Rokok!

Anggota Majelis Tinggi Partai Demokrat ini juga mengaku heran karena pembangunan food estate di Kalimantan Tengah malah yang dijadikan leading sector Kementerian Pertahanan, bukan Kementerian Pertanian.

"Harusnya, food estate inilah yang diserahkan dan diurusi oleh Kementan. Biarlah urusan kesehatan dan obat-obatan menjadi leading sector Kementerian Kesehatan," ungkapnya.

Syarief Hasan memandang bahwa Presiden Jokowi mesti mengembalikan tupoksi masing-masing kementerian. Sebab menurutnya, pekerjaan yang tidak sesuai dengan tupoksi kelembagaan akan berakibat pada tidak optimalnya kinerja Pemerintah contoh konkrit ketidakmampuan Pemerintah menurunkan jumlah korban terinfeksi Covid 19.

Baca Juga: Syarief Hasan Sebut Pesantren Tempat Pelatihan jadi Warga Negara yang Baik

"Memang harus diakui bahwa setiap pekerjaan itu memiliki irisan dengan beberapa lembaga. Akan tetapi, dalam penentuan leading sector mesti diserahkan kepada lembaga yang memiliki tupoksi sama dengan pekerjaan tersebut. Oleh karena food estate ini berkaitan dengan pangan, seharusnya diserahkan kepada Kementan, bukan Kemenhan," ungkap Syarief.

Menurutnya, akibat tidak jelasnya tupoksi masing-masing kelembagaan akan memunculkan kebijakan yang kontroversial. "Kemenhan urus food estate/pangan, Kementan urus obat-obatan, Kementerian BUMN urus Covid 19 dan sebagainya. Pada akhirnya, ketidak jelasan ini melahirkan kebijakan yang kontroversial yang berpotensi mengganggu konsentrasi penanganan Pandemi Covid-19," ungkapnya lagi.

"Bekerja sama lintas lembaga dan kementerian memang harus dilakukan Akan tetapi, Pemerintah harus menempatkan kelembagaan sesuai tugas utamanya. Kemenhan urus pertahanan negara, kementan urus pangan negara, kemenkes urus kesehatan negara, kementerian BUMN urus ekonomi/ cooperate dan seterusnya. Disarankan agar Kementan membuat lebih banyak membuat inovasi dalam bidang pangan seperti diversifikasi pangan yang bermanfaat dan dibutuhkan masyarakat luas," tutup Syarief Hasan.***

wwwwww