Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Pakai Masker Plastik Kena Razia Polisi, Begini Pose Kocak Kakek Pas Jadi Sorotan
Peristiwa
14 jam yang lalu
Pakai Masker Plastik Kena Razia Polisi, Begini Pose Kocak Kakek Pas Jadi Sorotan
2
Dirjen PRL Kementerian Kelautan Wafat Setelah Terinfeksi Corona
Nasional
17 jam yang lalu
3
PKS Nilai RUU APBN 2021 Belum Fokus Mengatasi Covid-19
Politik
15 jam yang lalu
PKS Nilai RUU APBN 2021 Belum Fokus Mengatasi Covid-19
4
Kerangka Kerjasama Belt And Road RI dan RRT Harus Saling Menghargai dan Kesetaraan
Politik
14 jam yang lalu
Kerangka Kerjasama Belt And Road RI dan RRT Harus Saling Menghargai dan Kesetaraan
5
Ke Mahasiswa Papua di Padang, Dirjen Otda Kemendagri dan Stafsus Presiden Perkenalkan 'Para-Para Papua'
Pemerintahan
16 jam yang lalu
Ke Mahasiswa Papua di Padang, Dirjen Otda Kemendagri dan Stafsus Presiden Perkenalkan Para-Para Papua
6
Tiga Nama Sudah Diserahkan, Presiden Didesak Segera Tetapkan Sekjen KPU RI
Pemerintahan
15 jam yang lalu
Tiga Nama Sudah Diserahkan, Presiden Didesak Segera Tetapkan Sekjen KPU RI
Home  /  Berita  /  Peristiwa

Anak Amien Rais Sebut PAN Reformasi hanya Kelompok Pengangguran Berhalunisasi

Anak Amien Rais Sebut PAN Reformasi hanya Kelompok Pengangguran Berhalunisasi
Selasa, 01 September 2020 13:50 WIB
JAKARTA - Partai Amanat Nasional (PAN) di ambang pecah kongsi. Mendekati Desember, gaung rencana pembentukan PAN Reformasi makin kencang.

Namun, rencana pembentukan partai yang sedang digodok Amien Rais itu juga lantang ditentang. Serangan yang dilancarkan bikin situasi memanas. Loyalis Amien Rais pun membalas.

Serangan dilancarkan putra Amien Rais, Mumtaz Rais. Mumtaz menyebut PAN Reformasi sebagai kelompok pengangguran yang berhalusinasi ingin menjadi partai. Dia lalu mengejek PAN Reformasi sebagai PAN Halusinasi.

"Mereka (anggota Dewan dan kepala daerah PAN) semua sibuk bekerja, bukan seperti para pengangguran itu yang luntang-lantung berhalusinasi mau bikin partai," kata Mumtaz kepada wartawan, Senin (31/8/2020).

Mumtaz bahkan berjanji akan memberi hadiah. Dia mengatakan akan berenang dari Pantai Kapuk, Jakarta Utara, ke Labuan Bajo di Nusa Tenggara Timur (NTT) jika seperempat saja dari seluruh anggota dewan menyeberang ke sempalan PAN.

"Kalau memang PAN halusinasi (baca: PAN Reformasi) ini sampai beneran terbentuk dan diisi oleh seperempat saja dari anggota Dewan kita yang berjumlah sekitar 1.500-an, maka saya sebagai Ketua PoK DPP penjaga tangguh benteng PAN ini, akan berenang dari pantai Kapuk sampai Labuan Bajo, sebagai bentuk give away, persembahan dari saya," imbuhnya.

Pernyataan Mumtaz keluar sebagai pembelaan terhadap Ketua Umum PAN, Zulkifli Hasan (Zulhas). Dia menepis anggapan soal rencana berdirinya PAN Reformasi sebagai kado pahit ulang tahun ke-58 Sang Ketum yang yang juga mertuanya.

"Kado pahit?! Justru kado yang nasgitel, panas legi lan kenthel," kata Mumtaz.

Dia meyakini PAN Reformasi akan 'nyungsep' sebelum berdiri. Dasarnya, Mumtaz mengatakan tak ada anggota Dewan dan kepala daerah dari PAN yang tertarik gabung PAN Reformasi.

"Mengapa? Karena PAN Reformasi ini alih-alih akan terbentuk dan dideklarasikan, malah yang ada nyungsep sebelum tumbuh. Lihatlah, tidak ada satu pun anggota Dewan kita dan kepala daerah kita yang mengarah ke sana," ujar Ketua DPP PAN itu.

Sikap Mumtaz membela mertuanya ditunjukkan sejak Kongres PAN di Kendari menyatakan Zulhas terpilih kembali sebagai partai berlambang matahari putih tersebut. Kala itu dia terang-terangan menyatakan dukungan karena banyak pihak menekan Zulhas.

Zulkifli Hasan (Zulhas) terpilih kembali menjadi Ketua Umum PAN. Zulhas mengungguli kandidat lain yaitu Mulfachri dan Dradjad.

Menurutnya hasil kongres memutuskan Zulhas sah memimpin PAN lima tahun ke depan. Mumtaz juga mengaku tak luput jadi sasaran serangan. "Karena perbedaan pilihan politik di kongres Kendari itu menyebabkan saya pun sebagai salah satu anak Amien Rais bersikap. Karena saya juga dianiaya," kata Mumtaz.

"Jelas ke Pak Zulhas karena selama ini Pak Zulhas itu justru menjadi pihak yang selalu difitnah selalu dipojokkan dan ditekan. Pak Zulhas tidak salah, Pak Zulhas yang benar tetapi mereka merekalah yang selalu mengusik terus-menerus," lanjutnya.***

Editor:Muslikhin Effendy
Sumber:detik.com
Kategori:Umum, Peristiwa, Politik, GoNews Group, DKI Jakarta

wwwwww