Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
Metropolitan
15 jam yang lalu
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
2
‎SGY Dukung Tiket Pantai Ancol Gratis, Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Kebijakan Tiket Masuk
Metropolitan
13 jam yang lalu
‎SGY Dukung Tiket Pantai Ancol Gratis, Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Kebijakan Tiket Masuk
3
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
Nasional
4 jam yang lalu
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
4
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Nasional
4 jam yang lalu
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
5
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
KONI
3 jam yang lalu
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
6
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Nasional
4 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Home  /  Berita  /  Olympic

Anak Amien Rais Sebut PAN Reformasi hanya Kelompok Pengangguran Berhalunisasi

Anak Amien Rais Sebut PAN Reformasi hanya Kelompok Pengangguran Berhalunisasi
Selasa, 01 September 2020 13:50 WIB
JAKARTA - Partai Amanat Nasional (PAN) di ambang pecah kongsi. Mendekati Desember, gaung rencana pembentukan PAN Reformasi makin kencang.

Namun, rencana pembentukan partai yang sedang digodok Amien Rais itu juga lantang ditentang. Serangan yang dilancarkan bikin situasi memanas. Loyalis Amien Rais pun membalas.

Serangan dilancarkan putra Amien Rais, Mumtaz Rais. Mumtaz menyebut PAN Reformasi sebagai kelompok pengangguran yang berhalusinasi ingin menjadi partai. Dia lalu mengejek PAN Reformasi sebagai PAN Halusinasi.

"Mereka (anggota Dewan dan kepala daerah PAN) semua sibuk bekerja, bukan seperti para pengangguran itu yang luntang-lantung berhalusinasi mau bikin partai," kata Mumtaz kepada wartawan, Senin (31/8/2020).

Mumtaz bahkan berjanji akan memberi hadiah. Dia mengatakan akan berenang dari Pantai Kapuk, Jakarta Utara, ke Labuan Bajo di Nusa Tenggara Timur (NTT) jika seperempat saja dari seluruh anggota dewan menyeberang ke sempalan PAN.

"Kalau memang PAN halusinasi (baca: PAN Reformasi) ini sampai beneran terbentuk dan diisi oleh seperempat saja dari anggota Dewan kita yang berjumlah sekitar 1.500-an, maka saya sebagai Ketua PoK DPP penjaga tangguh benteng PAN ini, akan berenang dari pantai Kapuk sampai Labuan Bajo, sebagai bentuk give away, persembahan dari saya," imbuhnya.

Pernyataan Mumtaz keluar sebagai pembelaan terhadap Ketua Umum PAN, Zulkifli Hasan (Zulhas). Dia menepis anggapan soal rencana berdirinya PAN Reformasi sebagai kado pahit ulang tahun ke-58 Sang Ketum yang yang juga mertuanya.

"Kado pahit?! Justru kado yang nasgitel, panas legi lan kenthel," kata Mumtaz.

Dia meyakini PAN Reformasi akan 'nyungsep' sebelum berdiri. Dasarnya, Mumtaz mengatakan tak ada anggota Dewan dan kepala daerah dari PAN yang tertarik gabung PAN Reformasi.

"Mengapa? Karena PAN Reformasi ini alih-alih akan terbentuk dan dideklarasikan, malah yang ada nyungsep sebelum tumbuh. Lihatlah, tidak ada satu pun anggota Dewan kita dan kepala daerah kita yang mengarah ke sana," ujar Ketua DPP PAN itu.

Sikap Mumtaz membela mertuanya ditunjukkan sejak Kongres PAN di Kendari menyatakan Zulhas terpilih kembali sebagai partai berlambang matahari putih tersebut. Kala itu dia terang-terangan menyatakan dukungan karena banyak pihak menekan Zulhas.

Zulkifli Hasan (Zulhas) terpilih kembali menjadi Ketua Umum PAN. Zulhas mengungguli kandidat lain yaitu Mulfachri dan Dradjad.

Menurutnya hasil kongres memutuskan Zulhas sah memimpin PAN lima tahun ke depan. Mumtaz juga mengaku tak luput jadi sasaran serangan. "Karena perbedaan pilihan politik di kongres Kendari itu menyebabkan saya pun sebagai salah satu anak Amien Rais bersikap. Karena saya juga dianiaya," kata Mumtaz.

"Jelas ke Pak Zulhas karena selama ini Pak Zulhas itu justru menjadi pihak yang selalu difitnah selalu dipojokkan dan ditekan. Pak Zulhas tidak salah, Pak Zulhas yang benar tetapi mereka merekalah yang selalu mengusik terus-menerus," lanjutnya.***

Editor:Muslikhin Effendy
Sumber:detik.com
Kategori:PON, Olympic, Metropolitan, Badminton, DKI Jakarta
wwwwww