Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Pakai Masker Plastik Kena Razia Polisi, Begini Pose Kocak Kakek Pas Jadi Sorotan
Peristiwa
14 jam yang lalu
Pakai Masker Plastik Kena Razia Polisi, Begini Pose Kocak Kakek Pas Jadi Sorotan
2
Dirjen PRL Kementerian Kelautan Wafat Setelah Terinfeksi Corona
Nasional
17 jam yang lalu
3
PKS Nilai RUU APBN 2021 Belum Fokus Mengatasi Covid-19
Politik
15 jam yang lalu
PKS Nilai RUU APBN 2021 Belum Fokus Mengatasi Covid-19
4
Kerangka Kerjasama Belt And Road RI dan RRT Harus Saling Menghargai dan Kesetaraan
Politik
14 jam yang lalu
Kerangka Kerjasama Belt And Road RI dan RRT Harus Saling Menghargai dan Kesetaraan
5
Ke Mahasiswa Papua di Padang, Dirjen Otda Kemendagri dan Stafsus Presiden Perkenalkan 'Para-Para Papua'
Pemerintahan
16 jam yang lalu
Ke Mahasiswa Papua di Padang, Dirjen Otda Kemendagri dan Stafsus Presiden Perkenalkan Para-Para Papua
6
Tiga Nama Sudah Diserahkan, Presiden Didesak Segera Tetapkan Sekjen KPU RI
Pemerintahan
15 jam yang lalu
Tiga Nama Sudah Diserahkan, Presiden Didesak Segera Tetapkan Sekjen KPU RI
Home  /  Berita  /  Politik

Tantang Bapaknya, Anak Amien Rais: PAN Reformasi Terbentuk, Saya Akan Berenang dari Pantai Kapuk ke Labuan Bajo

Tantang Bapaknya, Anak Amien Rais: PAN Reformasi Terbentuk, Saya Akan Berenang dari Pantai Kapuk ke Labuan Bajo
Mumtaz Rais dengan Amien Rais. (Istimewa)
Selasa, 01 September 2020 13:43 WIB
JAKARTA - Kemunculan pembentukan PAN Reformasi yang digerakkan para loyalis Amien Rais diyakini hanya akan berakhir sebagai wacana.

Keyakinan tersebut disampaikan Ketua DPP Partai Amanat Nasional (PAN), Mumtaz Rais lantaran hingga kini tak ada ketertarikan dari anggota dewan dari fraksi PAN untuk bergabung dengan PAN Reformasi.

"PAN Reformasi ini alih-alih akan terbentuk dan dideklarasikan, malah yang ada nyungsep sebelum tumbuh. Lihatlah, tidak ada satu pun anggota dewan kita dan kepala daerah kita yang mengarah ke sana," ujar Mumtaz kepada wartawan, Senin (31/8).

Mumtaz yang juga merupakan putra Amien Rais ini bahkan menganggap keberadaan PAN Reformasi hanya merupakan kelompok pengangguran yang berhalusinasi ingin menjadi partai.

"Mereka (kepala daerah dan anggota dewan dari PAN) semua sibuk bekerja, bukan seperti para pengangguran itu (PAN Reformasi) yang luntang-lantung berhalusinasi mau bikin partai," jelasnya.

Bahkan ia berani bertaruh, bila gerakan yang dikait-kaitkan dengan ayahnya tersebut tak akan mendapat dukungan dari kader PAN, baik yang berstatus kepala daerah maupun anggota dewan.

"Kalau memang PAN halusinasi ini sampai beneran terbentuk dan diisi oleh seperempat saja dari anggota dewan kita yang berjumlah sekitar 1.500-an, maka saya sebagai Ketua PoK DPP penjaga tangguh benteng PAN ini akan berenang dari Pantai Kapuk sampai Labuan Bajo sebagai bentuk give away persembahan dari saya," tandasnya.***

Editor:Muslikhin Effendy
Sumber:Rmol.id
Kategori:Peristiwa, Pemerintahan, Politik, DKI Jakarta

wwwwww