Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
Nasional
19 jam yang lalu
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
2
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Kemenpora
23 jam yang lalu
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
3
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
Metropolitan
20 jam yang lalu
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
4
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
Metropolitan
24 jam yang lalu
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
5
Egy Maulana Vikri Bertekad Pertahankan Performa Terbaik Saat Libur
Sepakbola
19 jam yang lalu
Egy Maulana Vikri Bertekad Pertahankan Performa Terbaik Saat Libur
6
Optimalisasi Kemampuan Multiposisi Rizky Ridho
Sepakbola
19 jam yang lalu
Optimalisasi Kemampuan Multiposisi Rizky Ridho
Home  /  Berita  /  Kriminal

DPR Desak Konsorsium Riset soal Kemandirian Vaksin

DPR Desak Konsorsium Riset soal Kemandirian Vaksin
Ilustrasi vaksin Covid-19. (Gambar: Ist. via Kompas.com)
Selasa, 01 September 2020 12:20 WIB

JAKARTA – Legislator fraksi PDIP Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI yang juga Wakil Ketua Komisi IX, Sri Rahayu menyatakan, komisinya mendesak upaya nyata pemerintah dalam mewujudkan kemandirian vaksin.

"Komisi IX mendesak Konsorsium Riset dan Inovasi Covid-19 untuk menyusun grand design riset dan inovasi pengembangan kemandirian, obat, vaksin, dan alat kesehatan dalam negeri secara terencana dan terukur," kata Sri dalam rapat dengan pemerintah, Senin, kemarin di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta.

Baca Juga: Kata Warga soal Vaksinasi

Baca Juga: Cecar Pemerintah soal Vaksin, Saleh: Ini Masalah Harkat dan Martabat Bangsa

Baca Juga: Segini Anggaran yang dibutuhkan Eijkman untuk Kembangkan Vaksin

"Khusus terkait vaksin, grand design harus diserahkan kepada Komisi IX DPR RI paling lambat Rabu (2/9/2020)," kata Sri.

Mengutip parlementaria, Kepala Lembaga Biologi Molekuler (LBM) Eijkman, Amin Soebandrio dalam kesempatan yang lalu menyatakan, "Februari atau Maret 2021 kami sudah bisa memberikan sheet vaksinnya kepada Bio Farma. Untuk proses selanjutnya termasuk uji klinis I, II, III,".***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:DKI Jakarta, Badminton, SEA Games, Kriminal, Nasional
wwwwww