Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Pakai Masker Plastik Kena Razia Polisi, Begini Pose Kocak Kakek Pas Jadi Sorotan
Peristiwa
15 jam yang lalu
Pakai Masker Plastik Kena Razia Polisi, Begini Pose Kocak Kakek Pas Jadi Sorotan
2
Dirjen PRL Kementerian Kelautan Wafat Setelah Terinfeksi Corona
Nasional
18 jam yang lalu
3
PKS Nilai RUU APBN 2021 Belum Fokus Mengatasi Covid-19
Politik
16 jam yang lalu
PKS Nilai RUU APBN 2021 Belum Fokus Mengatasi Covid-19
4
Kerangka Kerjasama Belt And Road RI dan RRT Harus Saling Menghargai dan Kesetaraan
Politik
15 jam yang lalu
Kerangka Kerjasama Belt And Road RI dan RRT Harus Saling Menghargai dan Kesetaraan
5
Ke Mahasiswa Papua di Padang, Dirjen Otda Kemendagri dan Stafsus Presiden Perkenalkan 'Para-Para Papua'
Pemerintahan
17 jam yang lalu
Ke Mahasiswa Papua di Padang, Dirjen Otda Kemendagri dan Stafsus Presiden Perkenalkan Para-Para Papua
6
Tiga Nama Sudah Diserahkan, Presiden Didesak Segera Tetapkan Sekjen KPU RI
Pemerintahan
16 jam yang lalu
Tiga Nama Sudah Diserahkan, Presiden Didesak Segera Tetapkan Sekjen KPU RI
Home  /  Berita  /  DPR RI

DPR Desak Konsorsium Riset soal Kemandirian Vaksin

DPR Desak Konsorsium Riset soal Kemandirian Vaksin
Ilustrasi vaksin Covid-19. (Gambar: Ist. via Kompas.com)
Selasa, 01 September 2020 12:20 WIB

JAKARTA – Legislator fraksi PDIP Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI yang juga Wakil Ketua Komisi IX, Sri Rahayu menyatakan, komisinya mendesak upaya nyata pemerintah dalam mewujudkan kemandirian vaksin.

"Komisi IX mendesak Konsorsium Riset dan Inovasi Covid-19 untuk menyusun grand design riset dan inovasi pengembangan kemandirian, obat, vaksin, dan alat kesehatan dalam negeri secara terencana dan terukur," kata Sri dalam rapat dengan pemerintah, Senin, kemarin di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta.

Baca Juga: Kata Warga soal Vaksinasi

Baca Juga: Cecar Pemerintah soal Vaksin, Saleh: Ini Masalah Harkat dan Martabat Bangsa

Baca Juga: Segini Anggaran yang dibutuhkan Eijkman untuk Kembangkan Vaksin

"Khusus terkait vaksin, grand design harus diserahkan kepada Komisi IX DPR RI paling lambat Rabu (2/9/2020)," kata Sri.

Mengutip parlementaria, Kepala Lembaga Biologi Molekuler (LBM) Eijkman, Amin Soebandrio dalam kesempatan yang lalu menyatakan, "Februari atau Maret 2021 kami sudah bisa memberikan sheet vaksinnya kepada Bio Farma. Untuk proses selanjutnya termasuk uji klinis I, II, III,".***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:DKI Jakarta, GoNews Group, Kesehatan, DPR RI, Nasional

wwwwww