Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Wanita yang Tewas di Kandang Buaya Kaltim Ber-KTP Jawa
Hukum
16 jam yang lalu
Wanita yang Tewas di Kandang Buaya Kaltim Ber-KTP Jawa
2
Santri Diminta jadi Agen Perubahan melalui 'Resolusi Jihad' Melawan Pandemi
DPR RI
18 jam yang lalu
Santri Diminta jadi Agen Perubahan melalui Resolusi Jihad Melawan Pandemi
3
Gedung Kejagung Terbakar atau Dibakar? Legislator Minta Polri Transparan
Hukum
17 jam yang lalu
Gedung Kejagung Terbakar atau Dibakar? Legislator Minta Polri Transparan
4
Akses Keluar-Masuk Pesantren Ini Dibatasi Pasca 44 Orang Positif Covid-19
Kesehatan
17 jam yang lalu
Akses Keluar-Masuk Pesantren Ini Dibatasi Pasca 44 Orang Positif Covid-19
5
Tolak Konspirasi Keberadaan Covid-19, Imam Istiqlal Sebut Alquran
Kesehatan
16 jam yang lalu
Tolak Konspirasi Keberadaan Covid-19, Imam Istiqlal Sebut Alquran
6
Dukcapil Imbau Warga yang Pindah Tempat Tinggal segera Urus Dokumen Kependudukan
Umum
14 jam yang lalu
Dukcapil Imbau Warga yang Pindah Tempat Tinggal segera Urus Dokumen Kependudukan
Home  /  Berita  /  DPR RI

DPR Desak Konsorsium Riset soal Kemandirian Vaksin

DPR Desak Konsorsium Riset soal Kemandirian Vaksin
Ilustrasi vaksin Covid-19. (Gambar: Ist. via Kompas.com)
Selasa, 01 September 2020 12:20 WIB

JAKARTA – Legislator fraksi PDIP Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI yang juga Wakil Ketua Komisi IX, Sri Rahayu menyatakan, komisinya mendesak upaya nyata pemerintah dalam mewujudkan kemandirian vaksin.

"Komisi IX mendesak Konsorsium Riset dan Inovasi Covid-19 untuk menyusun grand design riset dan inovasi pengembangan kemandirian, obat, vaksin, dan alat kesehatan dalam negeri secara terencana dan terukur," kata Sri dalam rapat dengan pemerintah, Senin, kemarin di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta.

Baca Juga: Kata Warga soal Vaksinasi

Baca Juga: Cecar Pemerintah soal Vaksin, Saleh: Ini Masalah Harkat dan Martabat Bangsa

Baca Juga: Segini Anggaran yang dibutuhkan Eijkman untuk Kembangkan Vaksin

"Khusus terkait vaksin, grand design harus diserahkan kepada Komisi IX DPR RI paling lambat Rabu (2/9/2020)," kata Sri.

Mengutip parlementaria, Kepala Lembaga Biologi Molekuler (LBM) Eijkman, Amin Soebandrio dalam kesempatan yang lalu menyatakan, "Februari atau Maret 2021 kami sudah bisa memberikan sheet vaksinnya kepada Bio Farma. Untuk proses selanjutnya termasuk uji klinis I, II, III,".***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:DKI Jakarta, GoNews Group, Kesehatan, DPR RI, Nasional
wwwwww