Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
Metropolitan
14 jam yang lalu
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
2
‎SGY Dukung Tiket Pantai Ancol Gratis, Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Kebijakan Tiket Masuk
Metropolitan
12 jam yang lalu
‎SGY Dukung Tiket Pantai Ancol Gratis, Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Kebijakan Tiket Masuk
3
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
Nasional
3 jam yang lalu
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
4
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
KONI
2 jam yang lalu
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
5
Peringatah HSP ke-98, Menpora Erick Ingatkan Semangat Sumpah Pemuda Itu Harus Hidup
Kemenpora
3 jam yang lalu
Peringatah HSP ke-98, Menpora Erick Ingatkan Semangat Sumpah Pemuda Itu Harus Hidup
6
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Nasional
3 jam yang lalu
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Home  /  Berita  /  Metropolitan

Curhat Dukung Kader Demokrat di Pilgub, Megawati: Kenapa Ya, Rakyat Sumbar Belum Menyukai PDIP?

Curhat Dukung Kader Demokrat di Pilgub, Megawati: Kenapa Ya, Rakyat Sumbar Belum Menyukai PDIP?
Rabu, 02 September 2020 17:33 WIB
JAKARTA - DPP PDI Perjuangan resmi mengumumkan 21 calon kepala daerah melalui virtual pada Rabu (2/9).

Uniknya, pada Pilgub Sumatera Barat, PDIP justru mendukung Mulyadi dan Ali Mukhini. Mulyadi adalah politikus Partai Demokrat. Sedangkan Ali Mukhni adalah Bupati Padang Pariaman yang juga Ketua DPW PAN Sumbar.

Tidak adanya kader PDIP di Sumbar yang diusung oleh partai membuat Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri merasa heran.

"Kenapa ya, rakyat di Sumatera Barat itu sepertinya belum menyukai PDI Perjuangan?" kata Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri, dalam arahannya kepada 21 cakada melalui virtual dari kediamannya di Jalan Teuku Umar, Jakarta.

Walau begitu, kata Mega, di beberapa kota dan kabupaten sudah ada yang mengusung calon kepala daerah yang berasal dari PDIP.

"Namun mencari pemimpin (Gubernur) di daerah tersebut masih agak sulit," tandas Mega.

Padahal dari sejarah pada saat Bung Karno menjadi presiden pertama Republik Indonesia, banyak tokoh dari Sumatera Barat yang nasionalis dan pada saat itu bekerjasama dengan Bung Karno.

"Nah Bung Hatta itukan sebenarnya datang dari Sumatera Barat," ujarnya.

Hal demikianlah, pesan Mega untuk dipelajari oleh para kader PDIP mengapa di Sumatera Barat partai banteng moncong putih itu belum bisa diterima sepenuhnya oleh masyarakat Minang.

"Artinya masih ada daerah yang rakyatnya belum mau mempercayai sebagai alat perjuangan partai politik yang namanya PDI Perjuangan," demikian Mega.***

Editor:Muslikhin Effendy
Sumber:Rmol.id
Kategori:Badminton, Metropolitan, Voli, DKI Jakarta
wwwwww