Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Satu Poin SDGs Tambahan sebagai Terobosan KemendesPDTT
Pemerintahan
10 jam yang lalu
Satu Poin SDGs Tambahan sebagai Terobosan KemendesPDTT
2
Wafat Usai Melahirkan, Makam Anis Dibongkar OTK, 2 Lembar Kain Kafan Hilang
Peristiwa
9 jam yang lalu
Wafat Usai Melahirkan, Makam Anis Dibongkar OTK, 2 Lembar Kain Kafan Hilang
3
Anggota Parlemen Prancis Kabur Saat Lihat Mahasiswi Cantik Berjilbab Ini Hadir di Ruang Pertemuan
Internasional
15 jam yang lalu
Anggota Parlemen Prancis Kabur Saat Lihat Mahasiswi Cantik Berjilbab Ini Hadir di Ruang Pertemuan
4
LaNyalla Terima Gelar Tetue Bebuyutan Rambang Kuang
DPD RI
14 jam yang lalu
LaNyalla Terima Gelar Tetue Bebuyutan Rambang Kuang
5
Menteri Agama Positif Covid-19, Begini Kondisinya Saat Ini
Kesehatan
12 jam yang lalu
Menteri Agama Positif Covid-19, Begini Kondisinya Saat Ini
6
Lima Jenazah WNI Ditemukan di Malaysia, Diduga Ini Penyebab Kematiannya
Internasional
16 jam yang lalu
Lima Jenazah WNI Ditemukan di Malaysia, Diduga Ini Penyebab Kematiannya
Home  /  Berita  /  Politik

Curhat Dukung Kader Demokrat di Pilgub, Megawati: Kenapa Ya, Rakyat Sumbar Belum Menyukai PDIP?

Curhat Dukung Kader Demokrat di Pilgub, Megawati: Kenapa Ya, Rakyat Sumbar Belum Menyukai PDIP?
Rabu, 02 September 2020 17:33 WIB
JAKARTA - DPP PDI Perjuangan resmi mengumumkan 21 calon kepala daerah melalui virtual pada Rabu (2/9).

Uniknya, pada Pilgub Sumatera Barat, PDIP justru mendukung Mulyadi dan Ali Mukhini. Mulyadi adalah politikus Partai Demokrat. Sedangkan Ali Mukhni adalah Bupati Padang Pariaman yang juga Ketua DPW PAN Sumbar.

Tidak adanya kader PDIP di Sumbar yang diusung oleh partai membuat Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri merasa heran.

"Kenapa ya, rakyat di Sumatera Barat itu sepertinya belum menyukai PDI Perjuangan?" kata Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri, dalam arahannya kepada 21 cakada melalui virtual dari kediamannya di Jalan Teuku Umar, Jakarta.

Walau begitu, kata Mega, di beberapa kota dan kabupaten sudah ada yang mengusung calon kepala daerah yang berasal dari PDIP.

"Namun mencari pemimpin (Gubernur) di daerah tersebut masih agak sulit," tandas Mega.

Padahal dari sejarah pada saat Bung Karno menjadi presiden pertama Republik Indonesia, banyak tokoh dari Sumatera Barat yang nasionalis dan pada saat itu bekerjasama dengan Bung Karno.

"Nah Bung Hatta itukan sebenarnya datang dari Sumatera Barat," ujarnya.

Hal demikianlah, pesan Mega untuk dipelajari oleh para kader PDIP mengapa di Sumatera Barat partai banteng moncong putih itu belum bisa diterima sepenuhnya oleh masyarakat Minang.

"Artinya masih ada daerah yang rakyatnya belum mau mempercayai sebagai alat perjuangan partai politik yang namanya PDI Perjuangan," demikian Mega.***

Editor:Muslikhin Effendy
Sumber:Rmol.id
Kategori:GoNews Group, Politik, Pemerintahan, DKI Jakarta

wwwwww