Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
Kemenpora
23 jam yang lalu
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
2
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
Nasional
18 jam yang lalu
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
3
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Kemenpora
22 jam yang lalu
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
4
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
Metropolitan
19 jam yang lalu
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
5
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
Metropolitan
22 jam yang lalu
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
6
Egy Maulana Vikri Bertekad Pertahankan Performa Terbaik Saat Libur
Sepakbola
17 jam yang lalu
Egy Maulana Vikri Bertekad Pertahankan Performa Terbaik Saat Libur
Home  /  Berita  /  Kriminal

Andi Irfan Jadi Tersangka Kasus DjokTjan, Legislator Gerindra Dorong Penelusuran Peran Oknum MA

Andi Irfan Jadi Tersangka Kasus DjokTjan, Legislator Gerindra Dorong Penelusuran Peran Oknum MA
Foto: Ist. via Tempo
Kamis, 03 September 2020 11:51 WIB

JAKARTA - Kejaksaan Agung telah menetapkan Andi Irfan Jaya, sebagai tersangka dalam kasus dugaan pemberian gratifikasi yang melibatkan Jaksa Pinangki Sirna Malasari dalam permintaan pengurusan fatwa Mahkamah Agung (MA) dari Djoko Tjandra.

Selanjutnya, menurut Anggota Komisi III DPR RI, Wihadi Wiyanto, dugaan keterlibatkan oknum di Mahkamah Agung (MA) juga harus ditelusuri. "Karena alasan utama DjokTjan datang ke Indonesia untuk mengurus fatwa MA terkait kasus hukumnya,".

"Saya juga ingin ingatkan adanya keterlibatan Mahkamah Agung (MA) dalam masalah fatwa yang diurus. Itu juga bisa terungkap siapa sebenarnya yang sudah dihubungi di MA dan ini sekali lagi bisa menjadi pintu masuk menyelesaikan kasus ini," kata politisi Gerindra itu kepada wartawan parlemen, Kamis (3/9/2020).

Sebagai informasi, saat ini Andi dititipkan di Rumah Tanahan (Rutan) Cipinang cabang Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Politisi NasDem ini akan menjalani penahanan pertama selama 20 hari terhitung sejak 2 September 2020.

Pada 29 Agustus 2020 lalu, Koran Tempo menulis, Andi diduga akan membantu Jaksa Pinangki menyamarkan uang 10 juta US dollar.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:Beladiri, Metropolitan, Nasional, Kriminal, Badminton, DKI Jakarta
wwwwww