Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
Kemenpora
21 jam yang lalu
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
2
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
Nasional
15 jam yang lalu
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
3
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Kemenpora
19 jam yang lalu
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
4
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
Metropolitan
16 jam yang lalu
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
5
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
Metropolitan
20 jam yang lalu
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
6
Egy Maulana Vikri Bertekad Pertahankan Performa Terbaik Saat Libur
Sepakbola
15 jam yang lalu
Egy Maulana Vikri Bertekad Pertahankan Performa Terbaik Saat Libur
Home  /  Berita  /  Kriminal

Poin Revisi UU Kebencanaan Versi DPR dan Versi Pemerintah segera Dibahas

Poin Revisi UU Kebencanaan Versi DPR dan Versi Pemerintah segera Dibahas
Wakil Ketua Komisi VIII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Tb. Ace Hasan Syadzily (kiri). (Foto: Ist./dok. Pribadi)
Kamis, 03 September 2020 13:49 WIB

JAKARTA – Wakil Ketua Komisi VIII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Tb. Ace Hasan Syadzily mengungkapkan, pihaknya akan segera membahas poin perubahan dalam Revisi Undang-Undang (UU) Penanggulangan Bencana, bersama pemerintah.

"Minggu depan kita sudah mulai rapat dengan pemerintah untuk membahas tentang poin-poin perubahan. Revisi apa versi pemerintah, dan versi DPR," kata Ace kepada wartawan di Gedung DPR RI, Rabu (2/9/2020), kemarin.

Baca Juga: DPR Berharap Revisi UU Penanggulangan Bencana Selesai di Masa Sidang saat Ini

Baca Juga: DPR Upayakan agar Profesional bisa Jabat Kepala BNPB

"Kita harapkan sebenarnya di masa sidang ini mudah-mudahan bisa diselesaikan," ujar Ace menambahkan.

Sejauh ini, Ace mengungkapkan, revisi tersebut setidaknya merubah beberapa hal penting dalam UU Penanggulangan Bencana. Pertama, tentang Kelembagaan penanggulangan bencana. BNPB itu punya tanggungjawab yang besar tapi kewenangannya sangat terbatas. 

"Kedua, kita ini kan negara rawan bencana. Tetapi, tata ruang kita, perencanaan pembangunan kita tidak memperhatikan aspek kebencanaan. Maka kita mendorong supaya perpsektif kebencanaan dalam proses pembangunan kita itu, harus menjadi bahan pertimbangan utama," kata Ace.

Baca Juga: Optimalisasi UMKM di Tengah Pandemi perlu Kerja Komprehensif Semua Pihak

Baca Juga: Diskusi Penanggulangan Bencana Amcolabora bersama DPR dan Pemerintah Hasilkan Kesepakatan

Ketiga, Ia melanjutkan, adalah mengenai anggaran kebencanaan yang seharusnya lebih proporsional berdasarkan tingkat kerawanan bencana tiap daerah. Anggaran bencana di beberapa daerah, disebut tidak sesuai dengan tingkat kerawanan bencana daerah tersebut.

"Maka kita memberi mandatori budgeting. Menurut Undang-Undang antara 1-2 persen, itu supaya dianggarkan di daerah," kata Ace.

Menjawab 'akankah setiap pelaksanaan pembangunan fisik di Indonesia harus berkoordinasi dengan BNPB?', Politisi Golkar itu memastikan, tidak demikian, "tapi (Rencana pembangunan, red) harus memiliki perspektif kebencanaan,".

"Misalnya, tata ruangnya, kalau memang di daerah tersebut sering terjadi bencana maka harus diidentifikasi. Seperti tidak mendirikan bangunan tertentu di wilayah pinggiran sungai yang diketahui rawan banjir," pungkas Ace.***


Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:Beladiri, Metropolitan, Nasional, Kriminal, Badminton, DKI Jakarta
wwwwww