Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
Umum
18 jam yang lalu
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
2
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
Umum
18 jam yang lalu
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
3
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
Kemenpora
11 jam yang lalu
Kemenpora Gandeng BRI, Atlet Berprestasi Diguyur Bonus Rp158 Miliar
4
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
Ekonomi
19 jam yang lalu
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
5
Mulyanto: Satgas Indonesia-Singapura Harus Bongkar Jaringan Korporasi Perusak Lingkungan
Nasional
9 jam yang lalu
Mulyanto: Satgas Indonesia-Singapura Harus Bongkar Jaringan Korporasi Perusak Lingkungan
6
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
Metropolitan
20 jam yang lalu
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
Home  /  Berita  /  Non Olympic

NOC Indonesia Dorong Kesetaraan Gender Lewat Webinar

NOC Indonesia Dorong Kesetaraan Gender Lewat Webinar
Rabu, 23 September 2020 22:27 WIB
Penulis: Azhari Nasution

JAKARTA - Isu kesetaraan gender menjadi salah satu isu hangat di dunia olahraga, dan National Olympic Committee Indonesia berusaha untuk terus meningkatkan kompetensi atlet perempuan dengan menggelar webinar pada Rabu (23/9), yang digagas oleh Komisi Women in Sport.

Webinar dengan tema “Tantangan Perempuan Olahraga Indonesia Menghadapi COVID19” ini menghadirkan pelatih atletik Eni Nuraeni, pesepakbola putri Viny Silfianus, dan Stefanie Handojo, atlet tunagrahita Special Olympic Indonesia.

Ketua Umum NOC Indonesia, Raja Sapta Oktohari, menyebut peran penting atlet perempuan dalam prestasi Kontingen Indonesia di Olimpiade di mana era medali diawali oleh Trio Srikandi, Lilis Handayani, Nurfitriyana Saiman, dan Kusuma Wardhani, yang mendapat medali perak di Olimpiade 1988 Seoul. Inisiatif yang dilakukan komisi women in sport pun akan selalu mendapat dukungan dari NOC Indonesia.

“Kami percaya olahraga adalah platform yang tepat untuk mempromosikan kesetaraan gender dan juga sarana pemberdayaan perempuan. Karena itu, kami akan terus mendukung terobosan yang dilakukan komisi women in sport untuk meningkatkan peran dan kompetensi perempuan di olahraga, baik sebagai atlet, pelatih, maupun delegasi teknis,” kata Okto.

Pendapat serupa juga dikatakan Ketua Komisi Women in Sport, Susan Soebakti. Webinar ini digunakan untuk menggali informasi bagaimana meningkatkan peran perempuan di olahraga, sebagai atlet, pelatih, ofisial, dan administrator, agar perempuan dapat memperoleh kesempatan setara dalam meningkatkan kompetensi dan prestasi menuju Olimpiade.

“Puncaknya diharapkan pada tahun 2032, di mana Indonesia bertekad untuk menjadi tuan rumah Olimpiade, partisipasi perempuan, khususnya Indonesia, sebagai pelaku olahraga bisa meningkat baik secara jumlah maupun prestasi,” ujar Susan.

Sementara itu, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Bintang Puspayoga mengapresiasi inisiatif kegiatan ini. Menteri PPPA menegaskan bahwa konstitusi menjamin hak yang sama antara laki-laki dan perempuan sebagai warga negara.

“Data BPS juga menunjukkan bahwa jumlah warga negara perempuan dan laki-laki hampir, sehingga sepantasnya pembangunan nasional menempatkan laki-laki dan perempuan pada posisi yang setara. Prestasi olahraga juga menjadi salah satu indikator pembangunan sumber daya manusia yang berkualitas dan berdaya saing. UndangUndang Sistem Keolahragaan Nasional menegaskan hak yang sama untuk semua warga negara. Sangat disayangkan hingga saat ini masih ada perbedaan perlakuan terhadap atlet laki-laki dan perempuan,” ujar Bintang dalam sambutannya. ***

wwwwww