Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Petuah Suhu Ayong di Acara Syukuran Rajawali Sakti Jakarta
Olahraga
11 jam yang lalu
Petuah Suhu Ayong di Acara Syukuran Rajawali Sakti Jakarta
2
MPR: Sumpah Pemuda 1928 Relevan sampai Kapanpun
Nasional
20 jam yang lalu
MPR: Sumpah Pemuda 1928 Relevan sampai Kapanpun
3
Pecat Oknum Polisi Nyambi Kurir Sabu, Komisi III DPR Apresiasi Kapolda Riau
Politik
10 jam yang lalu
Pecat Oknum Polisi Nyambi Kurir Sabu, Komisi III DPR Apresiasi Kapolda Riau
4
Apresiasi Produsen Keripik, DPD Dukung Pameran UKM Jatim
Ekonomi
17 jam yang lalu
Apresiasi Produsen Keripik, DPD Dukung Pameran UKM Jatim
5
MPR minta Jadwal Vaksinasi Matang Diperhitungkan
Kesehatan
15 jam yang lalu
MPR minta Jadwal Vaksinasi Matang Diperhitungkan
6
Di HUT ke-56, Golkar Nyatakan Kesetiaan Dukung Pemerintahan Jokowi - Ma'ruf Amin
Nasional
10 jam yang lalu
Di HUT ke-56, Golkar Nyatakan Kesetiaan Dukung Pemerintahan Jokowi - Maruf Amin
Home  /  Berita  /  Pemerintahan

Jokowi Suruh Tanam Singkong, Prabowo Ini Menhan Apa Mentan Sih?

Jokowi Suruh Tanam Singkong, Prabowo Ini Menhan Apa Mentan Sih?
Menhan Prabowo bersama Presiden Jokowi. (Istimewa)
Jum'at, 25 September 2020 14:50 WIB
JAKARTA - Menteri Pertahanan Prabowo Subianto siap melaksanakan perintah Presiden Joko Widodo untuk menanam tanaman singkong di lahan seluas 30.000 hektare pada 2021.

Presiden memang sudah menunjuk Ketua Umum Partai Gerindra tersebut sebagai penanggung jawab proyek yang lumbung pangan atau food estate.

Prabowo mengaku mendapat tugas dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk mengurus cadangan pangan singkong di food estate. Prabowo menyatakan siap mengubah singkong menjadi bahan pangan untuk membuat roti dan mie.

Pernyataan Prabowo untuk menanam jagung ternyata menuai respons di dunia maya. Warganet atau netizen mempertanyakan alasan Prabowo melaksanakan tugas dari Jokowi untuk menanam singkong. Pasalnya, Prabowo menjabat sebagai Menteri Pertahanan, bukan Menteri Pertanian.

Warganet bernama Oemar Ismail mempertanyakan alasan mengapa Prabowo justru menjadi ujung tombak proyek Food Estate di Kalimantan dan Sumatra.

"Ini Menhan apa Mentan sih?" tulis akun Twitter abo3t seperti dikutip Jumat (25/9/2020).

Sindiran senada juga dilontarkan oleh beberapa warganet di lini masa Twitter. Akun Twitter bernama Negriku Harus Damai justru menyarankan agar Kementerian Pertahanan dan Kementerian Pertanian dijadikan satu.

"Bagus juga dua kementrian dijadikan satu berapa biaya dihemat kementanhan," tulis akun darto1712.

Selain menyindir terkait jobdesk, beberapa netizen justru menyoroti harga komoditas singkong yang tak pernah menguntungkan petani.

Warganet bernama Repaksi mengatakan menanam singkong sangat mudah, tetapi harga jualnya terlalu rendah.

"Yah terlambat. Sy sdh hampir panen 2x. Gampang nanam singkong. Yg susah itu harganya. Masa skrg harganya dibawah seribu per kg. Pusing petani. Jd hrs ada perbaikan kontrol harga thd hasil panen petani. Gmn spy harga gak turun terus. Apalagi kalau panen berlimpah..," tulis akun repaksi1.

Hal yang sama juga diungkapkan oleh akun Twitter Warga Negara. "Tanam itu gampang, solusi pasca panen tuh mau diapain klo gk cepet diolah.. harga jual skrg aja masih rendah apa lg udh produksi masal," tulis BaeNapo.***

Editor:Muslkihin Effendy
Sumber:Gelora.co
Kategori:Peristiwa, Ekonomi, Pemerintahan, DKI Jakarta
wwwwww