Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Ketua Umum DPP Pemuda LIRA Desak DPR Makzulkan Gibran Mengacu Putusan MK dan MA
Hukum
9 jam yang lalu
Ketua Umum DPP Pemuda LIRA Desak DPR Makzulkan Gibran Mengacu Putusan MK dan MA
2
BMKG Prediksi Cuaca Jabodetabek Cerah Berawan Hari Ini
Metropolitan
15 jam yang lalu
BMKG Prediksi Cuaca Jabodetabek Cerah Berawan Hari Ini
3
Kebutuhan Industri Melonjak, BPS Catat Nilai Impor Nasional Naik 19,67 Persen Sepanjang 2026
Ekonomi
7 jam yang lalu
Kebutuhan Industri Melonjak, BPS Catat Nilai Impor Nasional Naik 19,67 Persen Sepanjang 2026
4
Kapolri Jenderal Suyudi Ancam Pidana Anggota Polri dan BNN yang Isap Vape Narkotika
Umum
7 jam yang lalu
Kapolri Jenderal Suyudi Ancam Pidana Anggota Polri dan BNN yang Isap Vape Narkotika
5
Jet Pribadi Jatuh di Palm Beach, Kecelakaan Maut Tewaskan Sembilan Penumpang
Internasional
8 jam yang lalu
Jet Pribadi Jatuh di Palm Beach, Kecelakaan Maut Tewaskan Sembilan Penumpang
6
Aturan Baru Mabes Polri Berlaku, Personel Resmi Dilarang Isap Vape
Nasional
11 jam yang lalu
Aturan Baru Mabes Polri Berlaku, Personel Resmi Dilarang Isap Vape
Home  /  Berita  /  MPR RI

Bisa Hasilkan Rp40 Miliar, Wakil Ketua MPR: Indonesia Bisa Menjadi Pengekspor Aglaonema

Bisa Hasilkan Rp40 Miliar, Wakil Ketua MPR: Indonesia Bisa Menjadi Pengekspor Aglaonema
Wakil Ketua MPR Jazilul Fawaid menyempatkan diri mengunjungi Krokot Nursery di Desa Tridadi, Sleman. (Istimewa)
Selasa, 06 Oktober 2020 23:09 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
YOGYAKARTA - Dalam kunjungan kerja di Kabupaten Sleman, Yogyakarta, Wakil Ketua MPR Jazilul Fawaid menyempatkan diri mengunjungi Krokot Nursery di Desa Tridadi, Sleman. Di tempat pembudidayaan tanaman hias itu ada ratusan jenis tanaman aglonema yang yang harganya mulai dari Rp 150.000 hingga Rp 75.000.000.

Jazilul mengatakan, bisnis pembudidayaan usaha tanaman hias terutama jenis aglaonema sangat potensial dikembangakan. Apalagi disaat pandemi seperti ini. Bahkan, fakta dari kalangan pembudidaya juga menyebutkan, Indonesua masih harus impor bibit aglonema dari Thailand.

"Harga perbibit Rp 200 ribu dan para pembudidaya tanaman di Indonesia harus mendatangkan bibit dari luar, angkanya sangat besar, dalam satu bulan saja jumlah bibit yang diimpor bisa mencapai 100.000 hingga 200.000 bibit. Nilai uangnya bisa tembus Rp 40 Miliar," ujar Jazilul.

Menurut Jazilul, tanaman jenis yang demikian bisaterus tumbuh dan berkembang di Indonesia. Karena iklim tropis di negeri ini sangat mendukung untuk tumbuhnya berbagai jenis tanaman hias.

"Mengherankan kalau kita import dari Thailand. Sebagai negara agraris dan iklimnya cocok seharusnya kita bisa mengekspor. Kita punya potensi besar," tuturnya.

Karena itu, wakil ketua umum PKB yang akrab dipanggil Gus Jazil itu berharap model pembudidayaan seperti Krokot Nursery itu bisa dikembangkan di mana-mana. Sebab, pasarnya sudah terbuka di mana-mana.

"Saya meminta kepada pemerintah agar intens melakukan pembinaan kepada pelaku usaha mulai dari cara pembibitan, budidaya, serta membuka akses ke pasar. Perlu memberi subsidi kepada mereka yang hendak menjadi petani aglaonema," ujarnya.

Gus Jazil juga mengatakan, soal harga dan pasar tananam hias ini adanya di kalangan kelas menengah sehingga petani dari kalangan masyarakat bawah bisa bergiat dalam usaha. Karena dengan harga yang tinggi, tanaman itu tepat bila dipajang di perkantoran, hotel, dan tempat-tempat yang mewah.

"Pelaku usaha dari kalangan masyarakat bawah dan pembelinya dari kalangan menengah ke atas," ujarnya.

Dari sinilah maka membawa kesejahteraan bagi masyarakat. Pemilik ‘Krokot Nursery’, Agus Kholik, mengungkapkan tanaman yang ada di tempatnya harganya mulai dari Rp150.000 hingga Rp75.000.000. Sebelum pandemi dikatakan bisa menjual 3000 pot setiap bulan.***

wwwwww