Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Michelle Ukir Sejarah, Renang Sumbang Medali Ketiga Indonesia
Olympic
21 jam yang lalu
Michelle Ukir Sejarah, Renang Sumbang Medali Ketiga Indonesia
2
Aira Pertama Kali Rasakan Triathlon Kelas Dunia
Olympic
20 jam yang lalu
Aira Pertama Kali Rasakan Triathlon Kelas Dunia
3
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
Metropolitan
11 jam yang lalu
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
4
Jelang Jeda Internasional, Persib Bidik Kemenangan Hadapi Java United FC
Sepakbola
20 jam yang lalu
Jelang Jeda Internasional, Persib Bidik Kemenangan Hadapi Java United FC
5
Messidoro Puas Jadi Pemain Terbaik Usai Tumbangkan PSIM
Sepakbola
20 jam yang lalu
Messidoro Puas Jadi Pemain Terbaik Usai Tumbangkan PSIM
6
Dijamu PSS, Bhayangkara FC Berharap Bisa Curi Gol Lebih Dulu
Sepakbola
20 jam yang lalu
Dijamu PSS, Bhayangkara FC Berharap Bisa Curi Gol Lebih Dulu
Home  /  Berita  /  Badminton

34 Anarko Demo Tolak Ciptaker Reaktif, Polisi Singgung Klaster Baru Covid-19

34 Anarko Demo Tolak Ciptaker Reaktif, Polisi Singgung Klaster Baru Covid-19
Ilustrasi virus Corona/Covid-19. (Gambar: Ist./Gugus Tugas Covid-19)
Jum'at, 09 Oktober 2020 16:10 WIB
JAKARTA - Polda Metro Jaya mengamankan sebanyak 1.192 orang anarko demo tolak UU Ciptaker. 34 orang di antaranya terkonfirmasi reaktif Covid19 berdasarkan tes rapid.

"Dan 34 ini masih ada di wisma atlet, sambil menungu hasil tes swab, dua tiga hari hasil swab itu. Nanti kalau memang negatif kita pulangkan. Tapi kalau memang positif kita isolasi di sana, (dan dilakukan, red) perawatan sesuai dengan aturan Dinkes protokol kesehatan. Kalau positif kita juga akan melakukan tracing yang bersangkutan ke keluarganya atau mungkin teman-teman terdekat yang sama-sama mereka berangkat (demo di Jakarta, red)," kata Yusri.

Hal tersebut disampaikan Yusri dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat (9/10/2020).

"Ini saya katakan klaster baru. Kalau 34 yg reaktif ini gabung dengan yang lain tadi malam apa tidak menjadi klaster? Angka positif Jakarta semakin tinggi. Ini yang harus disadari semua teman-teman," kata Yusri.

Kekhawatiran munculnya klaster demo tolak Ciptaker, sebelumnya juga disampaikan Ikatan Dokter Indonesia (IDI).

Ketua Tim Mitigasi PB IDI, Dr M Adib Khumaidi, SpOT dalam sebuah keterangan tertulisnya, Jumat (9/10/2020) mengatakan, peristiwa demonstrasi mempertemukan ribuan, bahkan puluhan ribu orang yang sebagian besar tidak hanya mengabaikan jarak fisik namun juga tidak mengenakan masker.

"Berbagai seruan nyanyian maupun teriakan dari peserta demonstrasi tersebut tentu mengeluarkan droplet dan aerosol yang berpotensi menularkan virus terutama COVID-19," kata Adib.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:DKI Jakarta, Badminton, SEA Games, Nasional, Olympic
wwwwww