Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
Kemenpora
24 jam yang lalu
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
2
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
Nasional
18 jam yang lalu
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
3
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Kemenpora
23 jam yang lalu
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
4
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
Metropolitan
19 jam yang lalu
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
5
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
Metropolitan
23 jam yang lalu
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
6
Egy Maulana Vikri Bertekad Pertahankan Performa Terbaik Saat Libur
Sepakbola
18 jam yang lalu
Egy Maulana Vikri Bertekad Pertahankan Performa Terbaik Saat Libur
Home  /  Berita  /  SEA Games

WHO Sebut Obat Ini Efektif Sembuhkan Pasien Covid-19 Gejala Parah, Baru Satu-satunya

WHO Sebut Obat Ini Efektif Sembuhkan Pasien Covid-19 Gejala Parah, Baru Satu-satunya
Dexamethasone, obat efektif sembuhkan pasien Covid-19 dengan gejala parah. (matthew horwood/getty/images/detikcom)
Sabtu, 17 Oktober 2020 12:49 WIB

JAKARTA - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan hingga kini hanya dexamethasone yang terbukti efektif menyembuhkan pasien Covid-19 dengan gejala parah.

Sementara itu, Uji Coba Terapi Solidaritas WHO menyimpulkan bahwa obat remdesivir dan interferon, hanya sedikit efeknya dalam mencegah kematian terkait virus corona atau mengurangi waktu di rumah sakit.

''Untuk saat ini, dexamethasone kortikosteroid masih satu-satunya terapi yang terbukti efektif melawan Covid-19, untuk pasien dengan penyakit parah,'' ujar Direktur Jenderal WHO Tedros Ghebreyesus, seperti dikutip dari detik.com yang melansir Anadolu Agency, Sabtu (17/10/2020).

Tedros menjelaskan, Solidarity Trial adalah uji coba terkontrol acak terbesar di dunia untuk terapi Covid-19, yang melibatkan hampir 13.000 pasien di 500 rumah sakit di 30 negara.

Sebelumnya WHO menghentikan percobaan obat hidroksiklorokuin pada bulan Juni dan kombinasi lopinavir dan ritonavir pada bulan Juli, dengan alasan bahwa kedua terapi tersebut hanya membawa sedikit penurunan pada kematian pasien Covid-19 yang dirawat di rumah sakit.***

Editor:hasan b
Sumber:detik.com
Kategori:SEA Games
wwwwww