Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Edhy Prabowo Tersangka, 'Opung Luhut' Dapat Job Baru sebagai Menteri KKP Ad Interim
Pemerintahan
9 jam yang lalu
Edhy Prabowo Tersangka, Opung Luhut Dapat Job Baru sebagai Menteri KKP Ad Interim
2
Komaruddin Simanjuntak Tawarkan Konsep Perubahan
Olahraga
17 jam yang lalu
Komaruddin Simanjuntak Tawarkan Konsep Perubahan
3
DPD RI Minta Percepatan Pembangunan Sirkuit Mandalika dan Penunjangnya
Umum
18 jam yang lalu
DPD RI Minta Percepatan Pembangunan Sirkuit Mandalika dan Penunjangnya
4
Cerita Mantu Jokowi, Dapat Dukungan PAN Gara-gara Irvan Herman
Politik
22 jam yang lalu
Cerita Mantu Jokowi, Dapat Dukungan PAN Gara-gara Irvan Herman
5
Duit Suap Benih Lobster Dipakai Edhy Prabowo Beli Tas Hermes, LV hingga Jam Rolex
Peristiwa
9 jam yang lalu
Duit Suap Benih Lobster Dipakai Edhy Prabowo Beli Tas Hermes, LV hingga Jam Rolex
6
Waket MPR: Prioritaskan Vaksin Merah Putih, Gratiskan untuk Rakyat Miskin
Nasional
21 jam yang lalu
Waket MPR: Prioritaskan Vaksin Merah Putih, Gratiskan untuk Rakyat Miskin
Home  /  Berita  /  Kesehatan

WHO Sebut Obat Ini Efektif Sembuhkan Pasien Covid-19 Gejala Parah, Baru Satu-satunya

WHO Sebut Obat Ini Efektif Sembuhkan Pasien Covid-19 Gejala Parah, Baru Satu-satunya
Dexamethasone, obat efektif sembuhkan pasien Covid-19 dengan gejala parah. (matthew horwood/getty/images/detikcom)
Sabtu, 17 Oktober 2020 12:49 WIB

JAKARTA - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan hingga kini hanya dexamethasone yang terbukti efektif menyembuhkan pasien Covid-19 dengan gejala parah.

Sementara itu, Uji Coba Terapi Solidaritas WHO menyimpulkan bahwa obat remdesivir dan interferon, hanya sedikit efeknya dalam mencegah kematian terkait virus corona atau mengurangi waktu di rumah sakit.

''Untuk saat ini, dexamethasone kortikosteroid masih satu-satunya terapi yang terbukti efektif melawan Covid-19, untuk pasien dengan penyakit parah,'' ujar Direktur Jenderal WHO Tedros Ghebreyesus, seperti dikutip dari detik.com yang melansir Anadolu Agency, Sabtu (17/10/2020).

Tedros menjelaskan, Solidarity Trial adalah uji coba terkontrol acak terbesar di dunia untuk terapi Covid-19, yang melibatkan hampir 13.000 pasien di 500 rumah sakit di 30 negara.

Sebelumnya WHO menghentikan percobaan obat hidroksiklorokuin pada bulan Juni dan kombinasi lopinavir dan ritonavir pada bulan Juli, dengan alasan bahwa kedua terapi tersebut hanya membawa sedikit penurunan pada kematian pasien Covid-19 yang dirawat di rumah sakit.***

Editor:hasan b
Sumber:detik.com
Kategori:Kesehatan
wwwwww