Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Berpotensi Memecah Belah, Relawan Jokowi Desak Polri Tindak Abu Janda, Denny Siregar dan Nikita
Politik
20 jam yang lalu
Berpotensi Memecah Belah, Relawan Jokowi Desak Polri Tindak Abu Janda, Denny Siregar dan Nikita
2
Rajawali Sakti Jakarta Buktikan Ketangguhannya
Olahraga
14 jam yang lalu
Rajawali Sakti Jakarta Buktikan Ketangguhannya
3
Melalui Duta Besar Italia, Bamsoet Ajak Investor dari 'Negeri Pizza' Bangun Sirkuit Formula 1 di Bali
Politik
20 jam yang lalu
Melalui Duta Besar Italia, Bamsoet Ajak Investor dari Negeri Pizza Bangun Sirkuit Formula 1 di Bali
4
Pesan 'Si Doel': Untuk Tangsel yang Lebih Baik, Nyok Tanggal 9 Desember Pilih Paslon Muhammad - Rahayu
Peristiwa
13 jam yang lalu
Pesan Si Doel: Untuk Tangsel yang Lebih Baik, Nyok Tanggal 9 Desember Pilih Paslon Muhammad - Rahayu
5
Hari Ini, Komisi III DPR RI Gelar Uji Kelayakan dan Kepatutan Calon Komisioner KY
Politik
21 jam yang lalu
Hari Ini, Komisi III DPR RI Gelar Uji Kelayakan dan Kepatutan Calon Komisioner KY
6
Fadel Muhammad Ajak Pilih Pemimpin yang Pro Terhadap Petani
Politik
21 jam yang lalu
Fadel Muhammad Ajak Pilih Pemimpin yang Pro Terhadap Petani
Home  /  Berita  /  Kesehatan

Akses Keluar-Masuk Pesantren Ini Dibatasi Pasca 44 Orang Positif Covid-19

Akses Keluar-Masuk Pesantren Ini Dibatasi Pasca 44 Orang Positif Covid-19
Ilsutrasi: Antara.
Kamis, 22 Oktober 2020 14:25 WIB
MEDAN - Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Medan, Sumatera Utara, Arjuna Sembiring meminta agar Pesantren Raudhatul Hassanah, Kecamatan Medan Tuntungan, mengatur pola kegiatan di dalam pesantren.

"Di dalam mereka sudah harus mengisolasi, tidak boleh ada personel atau anak-anak keluar masuk, sebelum selesai skrining kita dari Dinas Kesehatan dan puskesmas setempat," kata Arjuna dalam lansiran Antara, Kamis (22/10/2020).

Hal itu, menyusul ditemukannya 44 orang terkonfirmasi positif Covid-19 pasca gelaran tes usap terhadap 423 orang civitas pesantren tersebut. Petugas, menurut lansiran itu, telah melakukan tindakan efektif terhadap 44 orang tersebut.

"Dari 44 orang ini, 31 di antaranya diisolasi dan yang sudah pulang 13 orang (sembuh-red)," kata Arjuna.***

wwwwww