Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
FASTA DKI-Sispala Desak Penegakan Hukum Karhutla Tanpa Kompromi
Lingkungan
14 jam yang lalu
FASTA DKI-Sispala Desak Penegakan Hukum Karhutla Tanpa Kompromi
2
Tolak Konser Andrea Bocelli di Jakarta, Dailami Minta Pemerintah Tegas
Hiburan
14 jam yang lalu
Tolak Konser Andrea Bocelli di Jakarta, Dailami Minta Pemerintah Tegas
3
Darije Kalezic Kecewa, Rizky Eka Tetap Minta Dukungan Suporter PSM
Sepakbola
8 jam yang lalu
Darije Kalezic Kecewa, Rizky Eka Tetap Minta Dukungan Suporter PSM
4
Dinov dan Michelle Pimpin Parade Tim Indonesia di Pembukaan Dakar 2026
Olympic
8 jam yang lalu
Dinov dan Michelle Pimpin Parade Tim Indonesia di Pembukaan Dakar 2026
5
Bikin Rame CFD Sudirman, Massa 'Geruduk' Imigrasi Jakbar
Umum
8 jam yang lalu
Bikin Rame CFD Sudirman, Massa Geruduk Imigrasi Jakbar
6
Kerapatan Adat Nagai Silaut Perjuangkan Keadilan Status Tanah
Hukum
9 jam yang lalu
Kerapatan Adat Nagai Silaut Perjuangkan Keadilan Status Tanah
Home  /  Berita  /  Metropolitan

Tanpa TKA, Bangsa Indonesia Mampu Bekerja di Bidang Apapun

Tanpa TKA, Bangsa Indonesia Mampu Bekerja di Bidang Apapun
Wakil Ketua MPR Syarief Hasan. (Foto:Humas MPR)
Selasa, 27 Oktober 2020 11:26 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Wakil Ketua MPR Syarief Hasan menyoroti soal massifnya kedatangan tenaga kerja asing (TKA) ke Indonesia. Padahal, menurut pria asal Sulawesi itu, harusnya pemerintah lebih memprioritaskan tenaga kerja dalam negeri sendiri.

Pasalnya kata Syarief Hasan, sumber daya manusia (SDM) bangsa Indonesia bisa melakukan kerja di bidang apapun. "Karena orang Indonesia cepat bisa belajar dan berani mengambil resiko," tegasnya.

Demikian diungkapkan Syarief Hasan saat memberikan materi Sosialisasi Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika atau yang lebih dikenal dengan Empat Pilar MPR di Kampus UGM, Bulaksumur, Kota Yogyakarta, Senin (26/10/2020).

Semua pekerjaan yang ada menurutnya bisa dilakukan oleh bangsa sendiri. Untuk itu, tak ada urgensinya memberi banyak kemudahan bagi TKA masuk ke Indonesia dengan alasan tenaga kerja di dalam negeri tak ada yang mampu.

Ia juga mengaku prihatin, ketika pandemi Covid-19 banyak tenaga kerja asing masuk ke Indonesia padahal pekerjaan yang ada bisa dilakukan oleh orang Indonesia sendiri. "Perguruan tinggi-perguruan tinggi yang ada harus bisa mengisi pembangunan," tegasnya.

Di akhir sambutannya, Syarief Hasan hugs mengucapkan terima kasih kepada para guru besar yang hadir dalam acara itu. Semua masukan terkait tentang permasalahan bangsa Is catat. "Banyak pendapat yang kami terima, masukan para guru besar dalam setiap proses mengambil kebijakan, kita perlukan untuk melandasi diri dengan rasa kejujuran," tukasnya.

Kejujuran dalam berkomunikasi menurutnya penting sebab bila hal demikian tak dijadikan acuan maka membuat orang tak amanah. "Kita harus jujur, bila tak jujur dalam membuat aturan, hal yang demikian mengakibatkan kesalahan yang fatal," tegasnya.***

wwwwww