Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Anggarkan Rp7,9 Miliar untuk Pelatihan, Pemprov Jatim jadi Role Model bagi PMI
Peristiwa
20 jam yang lalu
Anggarkan Rp7,9 Miliar untuk Pelatihan, Pemprov Jatim jadi Role Model bagi PMI
2
Kisah Profesor Matematika yang Meyakini Kebenaran Alquran Setelah Baca Surah Az-Zariyat Ayat 52-53
Umum
18 jam yang lalu
Kisah Profesor Matematika yang Meyakini Kebenaran Alquran Setelah Baca Surah Az-Zariyat Ayat 52-53
3
Siswi SMP Ini Minta Dinikahkan karena Bosan Belajar Daring
Pendidikan
18 jam yang lalu
Siswi SMP Ini Minta Dinikahkan karena Bosan Belajar Daring
4
Syarief Hassan Sebut Deklarasi Papua Merdeka Tindakan Makar
MPR RI
14 jam yang lalu
Syarief Hassan Sebut Deklarasi Papua Merdeka Tindakan Makar
5
Kepincut Teqball, Mantan Pemain Timnas: Ada Kenikmatan dan Keindahan
Olahraga
9 jam yang lalu
Kepincut Teqball, Mantan Pemain Timnas: Ada Kenikmatan dan Keindahan
6
PT Telekomunikasi Indonesia Resmi Ganti Nama
Ekonomi
14 jam yang lalu
PT Telekomunikasi Indonesia Resmi Ganti Nama
Home  /  Berita  /  Ekonomi

Permintaan 'Staycation' Meningkat meski Pandemi

Permintaan Staycation Meningkat meski Pandemi
Seorang wanita sedang menikmati suasana alam Bandung, Jawa Barat, dari sebuah balkon unik berbentuk jaring tali di salah satu hotel di Bandung. (foto: ist./traveloka)
Rabu, 28 Oktober 2020 10:42 WIB
JAKARTA - Biro perjalanan daring (dalam jaringan internet), Traveloka, mengungkap data peningkatan tren permintaan liburan staycation (liburan di dalam negeri dan menetap beberapa waktu untuk menikmati akitivitas lokal).

Data internal Traveloka mencatat, tren permintaan staycation terus naik, bahkan sejak Juni 2020.

"Sejak bulan Agustus 2020 pola peningkatan pemesanan sejalan dengan tren ​staycation dan ​road trip," kata VP Marketing Traveloka Accommodation, Shirley Lesmana, dikutip dari Antara, Rabu (28/10/2020).

Tercatat, pemintaan terbesar adalah liburan ke kota tujuan sepanjang jalur Trans Jawa, antara lain Bandung, Semarang, Solo, Yogyakarta, Malang, hingga Bali dan Trans Sumatra.

Seperti diketahui, masyarakat saat ini tengah berada dalam masa libur panjang yang ditetapkan pemerintah. Kondisi pandemi dimana penyebaran virus Covid-19 masih harus diantisipasi juga diupayakan tetap kondusif bagi upaya membangkitkan daya tahan ekonomi nasional dengan perputaran uang domestik.

Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI berharap, agar libur panjang (29 Oktober hingga 1 November 2020) berjalan kondusif dan tak berdampak pada peningkatan kasus Covid-19.

Berkaca pada kondisi pasca libur panjang akhir Juli dan Agustus 2020 lalu, kata Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat, terjadi peningkatan kasus positif corona di tanah air.

"Analisa Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 pada awal September lalu, lonjakan kasus baru positif Covid-19 di Tanah Air pada Kamis (3/9/2020) sebanyak 3.622 karena efek libur panjang. Bahkan, kasus positif korona tercatat meningkat tajam hingga akhir September," kata Lestari Senin (19/10/2020) lalu.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:Bali, Jawa Barat, DKI Jakarta, GoNews Group, Nasional, Ekonomi
wwwwww