Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Ketua Umum KONI Pusat Minta PB ABTI Satukan Indonesia Melalui Bola Tangan
KONI
23 jam yang lalu
Ketua Umum KONI Pusat Minta PB ABTI Satukan Indonesia Melalui Bola Tangan
2
NOC Indonesia Jadikan YOG Dakar 2026 Panggung Diplomasi Peluang Tuan Rumah Kualifikasi Olimpiade LA 2028
KOI
23 jam yang lalu
NOC Indonesia Jadikan YOG Dakar 2026 Panggung Diplomasi Peluang Tuan Rumah Kualifikasi Olimpiade LA 2028
3
BMKG Ramalkan Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini
Metropolitan
11 jam yang lalu
BMKG Ramalkan Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini
4
Pemuda LIRA Desak Polri Terapkan Pasal Hukuman Mati Penyadap Presiden
Hukum
10 jam yang lalu
Pemuda LIRA Desak Polri Terapkan Pasal Hukuman Mati Penyadap Presiden
5
Jupiter Soroti Makna Demokrasi AS, Suara Rakyat Tak Boleh Dibeli
Umum
5 jam yang lalu
Jupiter Soroti Makna Demokrasi AS, Suara Rakyat Tak Boleh Dibeli
6
KONI Pusat Ajak Kementerian/Lembaga Bersinergi Sukseskan PON Pantai 2026
KONI
23 jam yang lalu
KONI Pusat Ajak Kementerian/Lembaga Bersinergi Sukseskan PON Pantai 2026
Home  /  Berita  /  Metropolitan

China sebut Posisinya di Laut China Selatan Imbangi Hegemoni AS

China sebut Posisinya di Laut China Selatan Imbangi Hegemoni AS
Duta Besar China untuk Indonesia, Xiao Qian dalam sebuah kesempatan. (foto: dok. ist/antara)
Jum'at, 30 Oktober 2020 13:00 WIB
JAKARTA - Duta Besar China untuk Indonesia, Xiao Qian menanggapi pengerahan kekuatan militer mereka di Laut China Selatan. AS menjadi pemicu.

Mengutip lansiran Antara, Jumat (30/10/2020), Dubes Xiao menyebutkan langkah itu dibutuhkan demi mengimbangi "hegemoni maritim AS".

Pernyataan Xiao Qian itu disampaikan secara resmi melalui pernyataan tertulis yang disiarkan di laman resmi Kedutaan Besar Republik Rakyat China (RRC) di Indonesia, tidak lama setelah Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS), Michael Richard Pompeo mengakhiri kunjungannya di Indonesia, Kamis kemarin.

Xiao Qian, juga menanggapi pernyataan Pompeo yang menolak klaim sepihak Beijing di Laut China Selatan.

Pompeo, dalam jumpa pers bersama Menteri Luar Negeri Republik Indonesia Retno Marsudi, mengatakan klaim China "tidak sah" dan "melanggar hukum".

Menurut Xiao Qian, komentar AS itu tidak tepat karena Laut China Selatan merupakan rumah bersama bagi negara-negara di kawasan. Justru menurut pemerintah China, AS merupakan ancaman bagi perdamaian di Laut China Selatan.

Dubes Xiao menjelaskan, China telah membangun kerjasama di negara-negara kawasan demi menjaga perdamaian dan stabilitas di Laut China Selatan.

"(Kami, red) juga berusaha menyelesaikan pertikaian dengan sebaik-baiknya melalui konsultasi dan negosiasi bersahabat," kata Dubes Xiao Qian.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:DKI Jakarta, Badminton, Basket, Metropolitan
wwwwww