Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Anggarkan Rp7,9 Miliar untuk Pelatihan, Pemprov Jatim jadi Role Model bagi PMI
Peristiwa
21 jam yang lalu
Anggarkan Rp7,9 Miliar untuk Pelatihan, Pemprov Jatim jadi Role Model bagi PMI
2
Kisah Profesor Matematika yang Meyakini Kebenaran Alquran Setelah Baca Surah Az-Zariyat Ayat 52-53
Umum
19 jam yang lalu
Kisah Profesor Matematika yang Meyakini Kebenaran Alquran Setelah Baca Surah Az-Zariyat Ayat 52-53
3
Siswi SMP Ini Minta Dinikahkan karena Bosan Belajar Daring
Pendidikan
19 jam yang lalu
Siswi SMP Ini Minta Dinikahkan karena Bosan Belajar Daring
4
Kepincut Teqball, Mantan Pemain Timnas: Ada Kenikmatan dan Keindahan
Olahraga
10 jam yang lalu
Kepincut Teqball, Mantan Pemain Timnas: Ada Kenikmatan dan Keindahan
5
Syarief Hassan Sebut Deklarasi Papua Merdeka Tindakan Makar
MPR RI
15 jam yang lalu
Syarief Hassan Sebut Deklarasi Papua Merdeka Tindakan Makar
6
PT Telekomunikasi Indonesia Resmi Ganti Nama
Ekonomi
15 jam yang lalu
PT Telekomunikasi Indonesia Resmi Ganti Nama
Home  /  Berita  /  Politik

China sebut Posisinya di Laut China Selatan Imbangi Hegemoni AS

China sebut Posisinya di Laut China Selatan Imbangi Hegemoni AS
Duta Besar China untuk Indonesia, Xiao Qian dalam sebuah kesempatan. (foto: dok. ist/antara)
Jum'at, 30 Oktober 2020 13:00 WIB
JAKARTA - Duta Besar China untuk Indonesia, Xiao Qian menanggapi pengerahan kekuatan militer mereka di Laut China Selatan. AS menjadi pemicu.

Mengutip lansiran Antara, Jumat (30/10/2020), Dubes Xiao menyebutkan langkah itu dibutuhkan demi mengimbangi "hegemoni maritim AS".

Pernyataan Xiao Qian itu disampaikan secara resmi melalui pernyataan tertulis yang disiarkan di laman resmi Kedutaan Besar Republik Rakyat China (RRC) di Indonesia, tidak lama setelah Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS), Michael Richard Pompeo mengakhiri kunjungannya di Indonesia, Kamis kemarin.

Xiao Qian, juga menanggapi pernyataan Pompeo yang menolak klaim sepihak Beijing di Laut China Selatan.

Pompeo, dalam jumpa pers bersama Menteri Luar Negeri Republik Indonesia Retno Marsudi, mengatakan klaim China "tidak sah" dan "melanggar hukum".

Menurut Xiao Qian, komentar AS itu tidak tepat karena Laut China Selatan merupakan rumah bersama bagi negara-negara di kawasan. Justru menurut pemerintah China, AS merupakan ancaman bagi perdamaian di Laut China Selatan.

Dubes Xiao menjelaskan, China telah membangun kerjasama di negara-negara kawasan demi menjaga perdamaian dan stabilitas di Laut China Selatan.

"(Kami, red) juga berusaha menyelesaikan pertikaian dengan sebaik-baiknya melalui konsultasi dan negosiasi bersahabat," kata Dubes Xiao Qian.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:DKI Jakarta, GoNews Group, Internasional, Politik
wwwwww