Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Ketua Umum KONI Pusat Minta PB ABTI Satukan Indonesia Melalui Bola Tangan
KONI
22 jam yang lalu
Ketua Umum KONI Pusat Minta PB ABTI Satukan Indonesia Melalui Bola Tangan
2
NOC Indonesia Jadikan YOG Dakar 2026 Panggung Diplomasi Peluang Tuan Rumah Kualifikasi Olimpiade LA 2028
KOI
22 jam yang lalu
NOC Indonesia Jadikan YOG Dakar 2026 Panggung Diplomasi Peluang Tuan Rumah Kualifikasi Olimpiade LA 2028
3
Pemuda LIRA Desak Polri Terapkan Pasal Hukuman Mati Penyadap Presiden
Hukum
8 jam yang lalu
Pemuda LIRA Desak Polri Terapkan Pasal Hukuman Mati Penyadap Presiden
4
BMKG Ramalkan Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini
Metropolitan
9 jam yang lalu
BMKG Ramalkan Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini
5
KONI Pusat Ajak Kementerian/Lembaga Bersinergi Sukseskan PON Pantai 2026
KONI
21 jam yang lalu
KONI Pusat Ajak Kementerian/Lembaga Bersinergi Sukseskan PON Pantai 2026
6
Motivasi Tinggi PSIM Yogyakarta Jamu Dewa United FC
Sepakbola
21 jam yang lalu
Motivasi Tinggi PSIM Yogyakarta Jamu Dewa United FC
Home  /  Berita  /  MPR RI

Ketua MPR Ngaku Bangga, IMI Masukkan 4 Pilar MPR di Anggaran Dasar IMI

Ketua MPR Ngaku Bangga, IMI Masukkan 4 Pilar MPR di Anggaran Dasar IMI
Ketua MPR RI, Bambang Soesatyo saat menerima Pengurus IMI. (Foto: Humas MPR)
Selasa, 10 November 2020 17:21 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Ketua MPR RI Bambang Soesatyo mengapresiasi langkah Ikatan Motor Indonesia (IMI) yang memasukan paham kebangsaan Empat Pilar MPR RI dalam anggaran dasar organisasinya. Langkah ini patut ditiru oleh organisasi lain, sehingga paham kebangsaan bisa meresap dalam berbagai kalangan.

"MPR RI akan bekerjasama dengan IMI untuk menyelenggarakan Sosialisasi Empat PIlar MPR RI secara hybrid, mengkombinasikan kehadiran virtual dan fisik para anggota IMI yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Dengan demikian, para komunitas otomotif dari mulai motor hingga mobil, bisa turut memahami dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila, UUD NRI 1945, NKRI, dan Bhineka Tunggal Ika," ujar Bamsoet usai menerima pengurus IMI 2016-2020, di Jakarta, Selasa (10/11/20).

Pengurus IMI yang hadir antara lain, Ketua Umum Sadikin Aksa, Sekretaris Jenderal Jeffrey JP, Wakil Bendahara Rafiuddin Razak, Teknologi Informasi Irvan Bahran, Sekretaris Mobilitas Joel D. Mastana, serta Pemasaran dan Hubungan Masyarakat Tedi Kurniawan.

Ketua DPR RI ke-20 dan Dewan Pembina IMI ini menjelaskan, sebagai fasilitator dan regulator dari seluruh kegiatan otomotif di Indonesia yang meliputi bidang olahraga dan mobilitas, IMI perlu segera meluncurkan buku standarisasi tata cara berkendara sepeda motor berkelompok. Sehingga bisa meningkatkan pengetahuan dan keterampilan anggota komunitas yang sering mengadakan touring.

"IMI juga bisa membuat standarisasi produk UMKM otomotif. Saat ini, komponen yang telah terdaftar dalam Standar Nasional Indonesia (SNI) antara lain ban mobil, helm sepeda motor, velg, dan minyak pelumas. Sementara knalpot, kanvas rem, dan berbagai aksesoris lainnya masih banyak yang belum ada SNI-nya. IMI bisa menjadi lokomotif yang mengajukan SNI," jelas Bamsoet.

Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia ini menerangkan, dengan adanya SNI di berbagai spare part kendaraan bermotor, kalangan UMKM bisa mempunyai acuan dalam memproduksi dan menyuplai berbagai kebutuhan industri otomotif. Sekaligus menutup peluang impor dari berbagai negara.

"Kalangan UMKM harus turut menjadi penikmat besarnya gairah otomotif di tanah air. Jangan sampai spare part seperti spion, malah didapatkan dari impor. UMKM kita memiliki kualitas yang bagus. Di Kabupaten Purbalingga, misalnya, disana banyak UMKM yang memproduksi knalpot. Tinggal dorongan dari pemerintah melalui kementerian terkait maupun organisasi seperti IMI, agar UMKM yang memproduksi spare part kendaraan bermotor bisa lebih maju lagi," pungkas Bamsoet.***

wwwwww