Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Kasus Sadap Terungkap, Ical Syamsudin: Kontra Intelijen Prabowo Berjalan
Hukum
23 jam yang lalu
Kasus Sadap Terungkap, Ical Syamsudin: Kontra Intelijen Prabowo Berjalan
2
Jika Presiden Diduga Disadap Ilegal, SGY Pertanyakan Perlindungan Privasi Rakyat
Hukum
19 jam yang lalu
Jika Presiden Diduga Disadap Ilegal, SGY Pertanyakan Perlindungan Privasi Rakyat
3
Mantan Presiden SBY Soroti Penyadapan Prabowo Subianto, Tiga Jenderal Polisi Resmi Ditahan
Umum
19 jam yang lalu
Mantan Presiden SBY Soroti Penyadapan Prabowo Subianto, Tiga Jenderal Polisi Resmi Ditahan
4
Asael dan Sashenka Buktikan Atlet Muda Indonesia Berpotensi Bersaing di Panggung Dunia
Olympic
15 jam yang lalu
Asael dan Sashenka Buktikan Atlet Muda Indonesia Berpotensi Bersaing di Panggung Dunia
5
KJP Plus dan KJMU Mulai Cair 3 November, Total Anggaran Capai Rp164,67 Miliar
Metropolitan
15 jam yang lalu
KJP Plus dan KJMU Mulai Cair 3 November, Total Anggaran Capai Rp164,67 Miliar
6
PP FTI Prihatin dan Kecewa Triathlon Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
SEA Games
14 jam yang lalu
PP FTI Prihatin dan Kecewa Triathlon Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
Home  /  Berita  /  Ekonomi

Tak Ada Cara Lain untuk Bertahan Hidup saat Pandemi, UMKM Wajib Go Digital

Tak Ada Cara Lain untuk Bertahan Hidup saat Pandemi, UMKM Wajib Go Digital
Ilustrasi UMKM. (Foto: Internet)
Rabu, 11 November 2020 18:30 WIB
JAKARTA - Pandemi virus Corona (COVID-19) juga berimbas pada UMKM Indonesia. Kementerian Koperasi dan UKM mencatat, 45% pelaku UKM hanya mampu bertahan selama 3 bulan di masa pandemi. Sementara, survei Asian Development Bank (ADB) menunjukkan, 88% pelaku usaha mikro harus 'tahan napas' karena kehabisan kas atau tabungan akibat pandemi.

Tak hanya itu, lebih dari 60% usaha mikro kecil ini sudah mengurangi tenaga kerjanya. Padahal, UMKM punya peran besar demi memulihkan ekonomi Indonesia dari dampak COVID-19.

Oleh sebab itu, pemulihan pada bisnis UMKM menjadi penting. Menurut Staf Khusus Presiden Putri Tanjung, salah satu cara pemulihannya ialah meningkatkan digitalisasi UMKM.

"Awalnya, dalam situasi serba sulit seperti ini banyak UMKM yang mampu bertahan bahkan penjualannya meningkat karena terhubung dengan ekosistem digital. Namun baru 10-11 juta UMKM yang terhubung dengan ekosistem digital. Di saat yang sama saya melihat banyak sekali anak muda yang hadir dengan inovasi membantu UMKM untuk go digital", kata Putri dalam keterangan resmi yang diterima detikcom, Senin (11/11/2020).

Oleh sebab itu, Putri menggagas program Pahlawan Digital UMKM. Melalui program itu, inovator muda diajak untuk mendorong digitalisasi UMKM.

Inovasi dan layanan digital yang dihadirkan para Pahlawan Digital UMKM ini, memang mampu menyelesaikan persoalan-persoalan lokal yang ada di lapangan.

Di sisi lain, Staf Khusus Menteri Koperasi dan UKM Fiki Satari mengatakan, ada beberapa tantangan bagi UMKM Indonesia. Dan tantangan itu perlu untuk dicari solusi-solusi yang tepat, karena terkait dengan rasio kewirausahaan di Indonesia yang baru mencapai 3,5%. Kondisi ini dianggap perlu untuk menciptakan kondisi kemudahan berusaha agar meningkatkan rasio tersebut.

"UMKM juga perlu langsung terhubung dengan rantai pasok industri, yang aksesnya kini baru mencapai angka 15%", ujar Fiki.

Oleh sebab itu, Kemenkop UKM menyiapkan 4 strategi pengembangan digitalisasi UMKM. Pertama, meningkatkan Sumber Daya Manusia dengan mempersiapkan pelaku usaha UMKM agar kapasitasnya bisa meningkat.

Kedua, mengintervensi perbaikan proses bisnisnya yang diturunkan ke dalam beberapa program. Ketiga, perluasan akses pasar yang salah satunya juga Kemenkop UKM bekerja sama dengan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) agar pelaku UMKM bisa menjadi vendor pengadaan barang dan jasa pemerintah. Keempat, mengglorifikasi pahlawan lokal pelaku UMKM.

"Pahlawan lokal pelaku UMKM ini syaratnya adalah, pemantik, pemberdaya, punya brand yang kuat, dan secara keseluruhan mampu mengagregasi usaha Mikro dan Kecil untuk berlabuh ke platform digital ataupun ke pasar internasional (ekspor) nantinya", ungkapnya.***

Editor:Muslikhin Effendy
Sumber:dETIK.COM
Kategori:Olympic, Ekonomi, Voli, DKI Jakarta
wwwwww