Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
FASTA DKI-Sispala Desak Penegakan Hukum Karhutla Tanpa Kompromi
Lingkungan
17 jam yang lalu
FASTA DKI-Sispala Desak Penegakan Hukum Karhutla Tanpa Kompromi
2
Dinov dan Michelle Pimpin Parade Tim Indonesia di Pembukaan Dakar 2026
Olympic
10 jam yang lalu
Dinov dan Michelle Pimpin Parade Tim Indonesia di Pembukaan Dakar 2026
3
Zlatko Runje Sukses Dampingi Persib Kalahkan Kalteng FC
Sepakbola
10 jam yang lalu
Zlatko Runje Sukses Dampingi Persib Kalahkan Kalteng FC
4
Bikin Rame CFD Sudirman, Massa 'Geruduk' Imigrasi Jakbar
Umum
11 jam yang lalu
Bikin Rame CFD Sudirman, Massa Geruduk Imigrasi Jakbar
5
Darije Kalezic Kecewa, Rizky Eka Tetap Minta Dukungan Suporter PSM
Sepakbola
11 jam yang lalu
Darije Kalezic Kecewa, Rizky Eka Tetap Minta Dukungan Suporter PSM
6
Tolak Konser Andrea Bocelli di Jakarta, Dailami Minta Pemerintah Tegas
Hiburan
16 jam yang lalu
Tolak Konser Andrea Bocelli di Jakarta, Dailami Minta Pemerintah Tegas
Home  /  Berita  /  Non Olympic

Promotor Automotif Yang Dekat Dengan Wartawan Itu Telah Tiada

Promotor Automotif Yang Dekat Dengan Wartawan Itu Telah Tiada
Helmy Sungkar. (Foto: dok Automotif)
Selasa, 24 November 2020 22:14 WIB
Penulis: Azhari Nasution
JAKARTA - Olahraga Indonesia khususnya otomotif dirundung duka. Mantan pebalap nasional era-1970-an, Helmy Sungkar yang lebih dikenal sebagai promotor gaul itu meninggal dunia pukul 06.10 WIB di kediaman di daerah Bintaro, Jakarta Selatan (Jaksel) (24/11/2020).

Helmy yang beristerikan mantan pembalap nasional Ria Sungkar itu memang sudah lama menderita penyakit gula yang cukup kronis. Sudah tak terhitung, pria yang sangat akrab dengan awak media ini keluar masuk rumah sakit. Bahkan, dia sempat menjalani operasi pada bagian kelopak matanya.
Sumbangsih Helsung panggilan akrab Helmy Sungkar di kalangan otomotif Indonesia sangat banyak. Bukan hanya lewat event-event yang digagasnya, tapi juga pemikiran-pemikiran untuk kemajuan otomotif Indonesia.
Nyaris semua event sudah pernah dibikin oleh orangtua dari pereli nasional Indonesia, Rifat dan Rizal Sungkar.Mulai sprint reli, road race dan juga motocross. Dirinya juga selalu menekankan untuk terus melibatkan masyarakat sekitar dalam pembuatan event.
“Kalau kita mau maju bkin event, jangan sombong mau bikin sendiri dengan kru yang ada. Selalu libatkan orang-orang sekitar event. Jadi, mereka juga merasa dihargai, terpakai. Kita enak bikin eventnya. Saat bikin event juga, kita harus turut memajukan ekonomi masyarakat sekitar,” kata Helmy Sungkar yang sangat memperhatikan fasilitas media dalam setiap event yang digelarnya.

Ucapan belasungkawa datang dari wartawan olahraga senior. Bahkan, M Nigara yang kini menjadi Staf Khusus Menpora menceritakan tentang kebaikan Helmy Sungkar. "Innalillahi wa inna ilaihi roji'un. Semoga Allah SWT limpahkan rahmat-Nya yang luas, Allah ampuni seluruh khilafnya, Allah masukkan saudara hamba Helmy Sungkar bin Mustafa Sungkar ke dalam golongan orang-orang yang wafat husnul khotimah. Aamiin ya Rabb."

Nigara teringat kejadian bulan Maret atau April 1993. Saat itu, dia baru menjalani tour of duty tugas dari liputan sepakbola ke liputan tinju dan otomotif, ditugaskan oleh Mas Sumohadi Marsis (Pemred Tabloid BOLA), meliput satu event di Solo.

Nigara yang sempat pingsan saat liputan mendapat perlakuan khusus dari Helmy Sungkar. Dia membawa NIgara ke rumah sakit. "Saya masih ingat sebelum pak Helmy Sungkar meninggalkan rumah sakit sempat berpesan :Pokoknya elu tenang aja di sini, Bebi gue suruh selesaiin semua administrasinya," cerita Nigara.

"Tapi, hari ini, kabar duka itu datang. Jujur, meski sedih, saya tidak khawatir. Bang Helmy adalah orang yang baik. Saya adalah satu dari berjuta orang yang ia perlakukan dengan sangat baik. Bukan karena Mas Sumo dan Mas Nito adalah sahabatnya, tapi ia memang merasa terpanggil untuk bertanggung jawab. Semoga kebaikan itu dicatat dan tercatat sebagai amal yang akan ia petik nanti," ujar Nigara. ***

wwwwww