Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Ketua Umum KONI Pusat Minta PB ABTI Satukan Indonesia Melalui Bola Tangan
KONI
21 jam yang lalu
Ketua Umum KONI Pusat Minta PB ABTI Satukan Indonesia Melalui Bola Tangan
2
NOC Indonesia Jadikan YOG Dakar 2026 Panggung Diplomasi Peluang Tuan Rumah Kualifikasi Olimpiade LA 2028
KOI
21 jam yang lalu
NOC Indonesia Jadikan YOG Dakar 2026 Panggung Diplomasi Peluang Tuan Rumah Kualifikasi Olimpiade LA 2028
3
Pemuda LIRA Desak Polri Terapkan Pasal Hukuman Mati Penyadap Presiden
Hukum
7 jam yang lalu
Pemuda LIRA Desak Polri Terapkan Pasal Hukuman Mati Penyadap Presiden
4
KONI Pusat Ajak Kementerian/Lembaga Bersinergi Sukseskan PON Pantai 2026
KONI
20 jam yang lalu
KONI Pusat Ajak Kementerian/Lembaga Bersinergi Sukseskan PON Pantai 2026
5
Motivasi Tinggi PSIM Yogyakarta Jamu Dewa United FC
Sepakbola
20 jam yang lalu
Motivasi Tinggi PSIM Yogyakarta Jamu Dewa United FC
Home  /  Berita  /  Nasional

Pembredelan Media Mengemuka dalam Diskusi Hoaks Pilkada MPR, DPR dan Pemerintah

Pembredelan Media Mengemuka dalam Diskusi Hoaks Pilkada MPR, DPR dan Pemerintah
Anggota fraksi Golkar MPR RI/wakil ketua DPR RI Azis Syamsuddin (kiri), anggota fraksi partai NasDem MPR RI, Saan Mustopa (kanan) dalam diskusi membahas hoaks Pilkada 2020 gelaran KWP bersama kehumasan MPR RI, Senin (7/12/2020). Turut hadir secara fisik, menkominfo RI Johnny G. Plate. (foto: zul/www.gonews.co)
Senin, 07 Desember 2020 16:12 WIB

JAKARTA - Anggota MPR RI fraksi partai NasDem, Saan Mustopa, mengungkapkan pentingnya mewaspadai hoaks terkait pemilihan kepala daerah (pilkada) 2020.

"Di sisa 2 hari menjelang hari pemungutan suara ini, saya kira itu penting. Jangan sampai pemilih kita takut untuk ke tempat pemungutan suara karena ditakut-takuti dengan hoaks terkait Covid-19 misalnya," kata Saan dalam diskusi bertajuk 'Waspada Hoaks jelang Pilkada 9 Desember' di Senayan, Jakarta, Senin (7/12/2020).

Hoaks lainnya terkait pilkada 2020 yang perlu diwaspadai, kata Saan, adalah terkait dengan propaganda vote buying secara daring. Ini tanpa membenarkan praktik vote buying itu sendiri yang jelas-jelas sebagai kecurangan pemilu.

"Bisa saja ada calon (kontestan) pilkada yang tidak melakukan vote buying tapi di media sosial (medsos)-nya seolah-olah dia melakukan vote buying," kata Saan.

Turut hadir dalam diskusi gelaran Koordinatoriat Wartawan Parlemen (KWP) bekerjasama dengan kehumasan MPR RI itu, anggota MPR fraksi partai Golkar, Azis Syamsuddin.

Azis yang juga menjabat wakil ketua DPR RI bidang Korpolkam ini menyoroti pentingnya peran media termasuk media pers dalam menyampaikan informasi kepada publik, termasuk mengenai pilkada dan upaya untuk mewaspadai hoaks seputar pikada 2020.

Lebih jauh, menurut Azis, jika media massa terlibat dalam menyebarkan hoaks maka pemerintah patut menerapkan sanksi tegas bahkan hingga dilakukan pembredelan.

"Kalau hanya di-takedown sih, besok dia bikin lagi pakai nama PT lain. Bredel! Ini orang nggak boleh (bikin media selama jangka waktu tertentu, red)," kata Azis sembari mencontohkan tegasnya praktik di dunia perbankan.

"Nah, saya minta di dunia jurnalis juga seperti itu," kata Azis yang dalam paparan panjangnya menekankan pentingnya jurnalisme yang berkualitas.

Dalam kesempatan itu, menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) RI Johnny G. Plate menuturkan, berhasil tidaknya pemberantasan hoaks di ruang digital bergantung pada pentahelix Indonesia. Dan media, termasuk menjadi bagian dari pentahelix tersebut.

Kominfo, kata Johnny, telah melakukan banyak hal termasuk men-takedown banyak hoaks di media sosial. Terkait media pers, kata Johnny, posisi Kominfo hanya sebagai lembaga yang mengatur administrasinya saja.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:DKI Jakarta, Badminton, Kriminal, MPR RI, Nasional, Metropolitan, Voli
wwwwww