Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
PP FTI Prihatin dan Kecewa Triathlon Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
SEA Games
23 jam yang lalu
PP FTI Prihatin dan Kecewa Triathlon Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
2
NOC Indonesia Cermati Sejumlah Cabor Unggulan Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
SEA Games
24 jam yang lalu
NOC Indonesia Cermati Sejumlah Cabor Unggulan Tak Dipertandingkan di SEA Games 2027
3
Kalahkan Jeon Hyeok Jin, Ginting Melaju ke Babak 16 Besar
Sepakbola
21 jam yang lalu
Kalahkan Jeon Hyeok Jin, Ginting Melaju ke Babak 16 Besar
4
Ardhi Tjahjoko Optimistis Persija Bisa Tampil Maksimal Hadapi Persebaya
DKI Jakarta
20 jam yang lalu
Ardhi Tjahjoko Optimistis Persija Bisa Tampil Maksimal Hadapi Persebaya
5
Kasus Suap HGB Summarecon Bogor, KPK Dalami Aliran Dana ke Orang Kepercayaan Nusron Wahid
Hukum
23 jam yang lalu
Kasus Suap HGB Summarecon Bogor, KPK Dalami Aliran Dana ke Orang Kepercayaan Nusron Wahid
6
12 Anggota PMR DKI Berangkat ke Jepang Ikuti Program Pertukaran Pemuda
Metropolitan
23 jam yang lalu
12 Anggota PMR DKI Berangkat ke Jepang Ikuti Program Pertukaran Pemuda
Home  /  Berita  /  Olympic

Tragedi Tewasnya 6 Laskar FPI, Syarief Hasan Ajak Masyarakat Tetap Tenang

Tragedi Tewasnya 6 Laskar FPI, Syarief Hasan Ajak Masyarakat Tetap Tenang
Wakil Ketua MPR RI, Syarief Hasan. (Foto: Istimewa)
Selasa, 08 Desember 2020 15:03 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Wakil Ketua MPR RI dari Fraksi Partai Demokrat, Syarief Hasan mengajak kepada seluruh masyarakat Indonesia agar tetap tenang pasca munculnya pemberitaan meninggalnya 6 orang anggota FPI.

Menurutnya, pemberitaan tersebut harus disikapi secara bijak agar tidak menimbulkan masalah baru.

Syarief Hasan mengingatkan bahwa negara Indonesia adalah negara hukum. "Negara kita adalah negara hukum sebagaimana yang tertuang dalam UUD NRI 1945. Sehingga, sudah sepatutnya kita menunggu dan menghargai proses hukum atas kasus ini," ungkapnya.

Ia menilai, penghargaan terhadap proses hukum ini penting untuk menentukan kebenaran dari berbagai kronologi yang muncul. "Kita tahu bahwa ada dua kronologi yang berbeda dan tentu kita harus sabar dan bijak menunggu proses validasi keduanya.", ungkapnya.

Anggota Majelis Tinggi DPP Partai Demokrat ini mendorong kepada penegak hukum untuk memproses kedua kronologi tersebut. "Kedua kronologi yang beredar harus ditelisik agar dapat diketahui berita yang benar dan valid sesuai yang terjadi di lapangan," tandasnya.

"Apalagi Kepala KSP Moeldoko mengatakan Pemerintah akan mendalami kasus tsb berarti beri waktu Pemerintah utk mengungkapkan secara transparant dan akuntabel," ungkap Syarief.

Ia juga mengajak kepada KOMNAS HAM untuk membantu dalam proses investigasi kedua kronologi tersebut. "Setiap orang ataupun kelompok tentu diberi ruang utk memberikan informasi yg valid dan KOMNAS HAM dapat mengambil peran serta dalam proses penegakan HAM di Indonesia," ungkapnya.

Politis Partai Demokrat ini pun mengajak masyarakat agar tetap mengedepankan Persatuan dan Kesatuan. "Kita ini bangsa yang besar dan harus mengedepankan dan memelihara persatuan dan Kesatuan. Kita harus semakin bersatu dan kita yakin kasus ini akan terang benderang sehingga masyarakat tetap percaya terhadap sistem penegakan hukum di Indonesia," ajak Syarief.

***

wwwwww