Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Mabes Polri Cek Kabar Penangkapan Jenderal Bintang Empat di Mako Brimob Terkait Isu Penyadapan
Umum
24 jam yang lalu
Mabes Polri Cek Kabar Penangkapan Jenderal Bintang Empat di Mako Brimob Terkait Isu Penyadapan
2
Era Baru, Kejurnas Kickboxing Indonesia 2026 Dikemas Dalam Sports Entertainment
Beladiri
17 jam yang lalu
Era Baru, Kejurnas Kickboxing Indonesia 2026 Dikemas Dalam Sports Entertainment
3
NOC Indonesia: Keselamatan Atlet Tidak Boleh Hanya Menjadi Komitmen di Atas Kertas
KOI
19 jam yang lalu
NOC Indonesia: Keselamatan Atlet Tidak Boleh Hanya Menjadi Komitmen di Atas Kertas
4
Sashenka Ukir Sejarah, Pejudo Pertama dan Penyumbang Medali Pertama Indonesia
Olympic
21 jam yang lalu
Sashenka Ukir Sejarah, Pejudo Pertama dan Penyumbang Medali Pertama Indonesia
5
Asael Sumbang Medali Kedua buat Indonesia, Airlangga Berikan Apresiasi
Olympic
17 jam yang lalu
Asael Sumbang Medali Kedua buat Indonesia, Airlangga Berikan Apresiasi
6
Kasus Sadap Terungkap, Ical Syamsudin: Kontra Intelijen Prabowo Berjalan
Hukum
5 jam yang lalu
Kasus Sadap Terungkap, Ical Syamsudin: Kontra Intelijen Prabowo Berjalan
Home  /  Berita  /  MPR RI

Gelar Diskusi Tentang Nasionalisme, Ma'ruf Cahyono Apresiasi Mahasiswa FH Unsoed

Gelar Diskusi Tentang Nasionalisme, Maruf Cahyono Apresiasi Mahasiswa FH Unsoed
Sekretaris Jenderal MPR Dr. Ma'ruf Cahyono, SH, MH. (Foto: Humas)
Rabu, 09 Desember 2020 17:03 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Sekretaris Jenderal MPR Dr. Ma'ruf Cahyono, memberikan apresiasi yang tinggi kepada generasi muda para mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Jenderal Soedirman (FH Unsoed) yang memiliki inisiatif luar biasa di saat kondisi sulit dialami bangsa seperti ini karena dilanda pandemi Covid-19, masih memiliki kesadaran untuk memikirkan dan membahas bersama seputar kebangsaan dan nasionalisme.

Sebagai pemuda bangsa masa kini, memiliki jiwa nasionalisme yang kokoh menjadi sangat penting, karena bangsa ini butuh generasi muda dengan rasa kecintaan tinggi kepada negaranya untuk mengisi kemerdekaan. Sebab, menjaga, merawat dan menyuburkan nasionalisme oleh setiap warga negara itu menjadi sesuatu yang memang harus dan pasti.

Hal tersebut disampaikannya saat hadir secara virtual dalam acara Webinar Wawasan Kebangsaan yang digelar Keluarga Mahasiswa Fakultas Hukum Unsoed (KEMA FH Unsoed) 2020, dari Ruang Delegasi, Gedung Nusantara IV, Kompleks MPR/DPR RI, Senayan, Jakarta, Selasa (8/12/2020).

Hadir dalam acara itu sebagai peserta, Dekan FH Unsoed Prof. Dr. Ade Maman Suherman dan Wakil Dekan III FH Unsoed Dr. Kartono SH., MH serta mahasiswa juga mahasiswi FH Unsoed.

Kepada para peserta webinar, Ma'ruf Cahyono kemudian menjabarkan seputar definisi bangsa dan nasionalisme serta hubungannya dengan negara. Bangsa, katanya, ada terlebih dahulu sebelum negara. Karena adanya kesamaan kehendak dan tujuan, maka negara hadir. Dalam peristiwa sejarah sumpah pemuda tahun 1928, para pemuda dari berbagai daerah melakukan ikrar fenomenal bersama antara lain satu bangsa, satu bahasa, satu tanah air.

Artinya, jauh sebelum Indonesia merdeka, bangsa sudah ada dan nasionalisme telah tumbuh subur. Sumpah pemuda kemudian menjadi perwujudan dari persatuan serta kesatuan, yang merupakan ikatan emosional bangsa untuk dijadikan modal dalam membentuk satu negara. Dan bersatunya para pemuda yang beragam tersebut menjadi refleksi dari nasionalisme.

"Intinya, nasionalisme itu bukan sesuatu yang muncul dari satu kelompok, satu golongan, satu agama atau satu etnis. Nasionalisme muncul karena ada satu kesamaan visi dan misi serta fokus kesatu tujuan Indonesia merdeka," ujarnya.

Ma'ruf Cahyono menggambarkan nasionalisme dalam definisi umum, yakni, nasionalisme adalah satu paham kebangsaan yang ada dalam masyarakat suatu bangsa karena soal sejarah. Karena memiliki sejarah yang sama, penderitaan akibat penjajahan yang sama, mengakibatkan adanya keinginan kolektif untuk berada dalam satu ikatan yaitu ikatan kebangsaan.

"Dari sanalah kemudian muncul persatuan dan kesatuan yang sangat kuat sehingga walaupun ada perbedaan tajam di antara anak bangsa, itu tidak akan menggoyahkan persatuan, karena ada sesuatu yang lebih kuat, ada sesuatu yang lebih memotivasi bahwa semua harus satu dalam ikatan kebangsaan itu, sehingga tidak ada lagi yang mempermasalahkan soal perbedaan suku, agama, ras, golongan dan bahasa," tambahnya.

Kekuatan ikatan kebangsaan tersebut, kata Ma'ruf Cahyono, sangat luar biasa dampaknya jika dimanifestasikan oleh rakyat Indonesia terutama para generasi muda saat ini. "Saya berharap diskusi ini akan menambah ilmu serta wawasan para mahasiswa serta menambah kecintaan kepada bangsa dan negara. Saya juga berpesan, sebagai intelektual muda, para mahasiswa harus terus meningkatkan kapasitas intelektualitasnya dan disinergikan dengan peningkatan kapasitas spiritual dan emosional. Tanpa itu, maka setiap ilmu baru yang diserap tidak akan bermanfaat, malah akan tereduksi dan hilang," ucapnya.***

wwwwww