Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Taman Bendera Pusaka Raih Seoul Design Award, Komisaris PT ITJ: Legacy Pramono Anung Diakui Dunia
Metropolitan
13 jam yang lalu
Taman Bendera Pusaka Raih Seoul Design Award, Komisaris PT ITJ: Legacy Pramono Anung Diakui Dunia
2
Michelle Ukir Sejarah, Renang Sumbang Medali Ketiga Indonesia
Olympic
56 menit yang lalu
Michelle Ukir Sejarah, Renang Sumbang Medali Ketiga Indonesia
3
Aira Pertama Kali Rasakan Triathlon Kelas Dunia
Olympic
42 menit yang lalu
Aira Pertama Kali Rasakan Triathlon Kelas Dunia
4
Pieter Huistra Tegaskan PSS Siap Berjuang untuk Perbaiki Posisi di Klasemen
Sepakbola
35 menit yang lalu
Pieter Huistra Tegaskan PSS Siap Berjuang untuk Perbaiki Posisi di Klasemen
5
Dijamu PSS, Bhayangkara FC Berharap Bisa Curi Gol Lebih Dulu
Sepakbola
30 menit yang lalu
Dijamu PSS, Bhayangkara FC Berharap Bisa Curi Gol Lebih Dulu
6
Messidoro Puas Jadi Pemain Terbaik Usai Tumbangkan PSIM
Sepakbola
23 menit yang lalu
Messidoro Puas Jadi Pemain Terbaik Usai Tumbangkan PSIM
Home  /  Berita  /  Olympic

Waspada! Hoax Sering Dijadikan Propaganda Memecah Belah Anak Bangsa

Waspada! Hoax Sering Dijadikan Propaganda Memecah Belah Anak Bangsa
Anggota DPD RI, Misharti. (Foto: Dok GoNews)
Rabu, 16 Desember 2020 19:58 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Hoax saat ini banyak dijadikan alat propaganda bagi segelintir orang yang bertujuan untuk memecah belah sesama anak bangsa.

"Beberapa hal saat ini sedang menyerang dan mengancam karakter dan persatuan bangsa lewat internet. Diantaranya adalah propaganda asing, intoleransi dan radikalisme, serta weaponization of social media "tempur politik di media sosial'. Hoax menjadi alat propaganda yang dimanfaatkan banyak pihak, menjadi political game di berbagai negara, termasuk di Indonesia," ujar Anggota DPD RI, Misharti kepada Wartawan, Rabu (16/12/2020) di Jakarta.

Tidak dipungkiri, dengan semakin berkembangnya dunia IT yang sangat pesat kata Misharti, selain memudahkan setiap masyarakat untuk mendapatkan informasi, menggali ilmu, juga sering disalah gunakan.

"Harusnya, masyarakat paham dengan kemajuan teknologi, kita bisa mendapatkan apapun informasi, pengetahuan hanya dalam genggaman. Dengan demikian, dapat membawa manfaat bagi masyarakat untuk saling menguatkan," urainya.

Saat ini menurut Senator asal Riau ini, karakter khusunya kalangan generasi milenial sangat bergantung pada smartphone dan koneksi internet yang sudah menjadi kebutuhan primer bagi generasi milenial.

Internet bagi generasi milenial, selain untuk eksistensi diri, juga menyukai inovasi, perhatian pada lingkungan, isu-isu keadilan dan sosial politik.

Sehingga, hal inilah yang menjadi penyebab terdapat gejala sosial di era digital, di mana terdapat pembelahan dan diprovokasi oleh isi media sosial yang dipenuhi hoax dan hate speech, yang secara tidak sadar mempengaruhi perilaku pengguna aktif media sosial.

"Inilah kenapa literasi menjadi penting. Orang sekarang hanya bisa terpisah tujuh menit dengan handphonenya, dan rata-rata empat jam sehari terkoneksi dengan internet," terangnya.

Terkait dengan banyaknya pemberitaan di medsos, menurut puteri dari Almarhumah Maimanah Umar ini, sebagai pengguna medsos harus bisa memilah mana berita yang pantas untuk dikonsumsi dan mana yang tidak.

Berita Hoax lanjutnya, juga bisa merusak tatanan kehidupan Di tengah masyarakat. "Untuk itu, saya minta pemerintah dalam hal ini Kominfo bertindak tegas. Termasuk juga kepolisian harus bertindak cepat dan tegas," tandasnya.

"Bila perlu harus diusut tuntas siapa saja yang menyebarkan berita hoax tersebut dan diberi hukuman untuk memberi efek jera," pungkasnya.***

wwwwww