Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Michelle Ukir Sejarah, Renang Sumbang Medali Ketiga Indonesia
Olympic
21 jam yang lalu
Michelle Ukir Sejarah, Renang Sumbang Medali Ketiga Indonesia
2
Aira Pertama Kali Rasakan Triathlon Kelas Dunia
Olympic
20 jam yang lalu
Aira Pertama Kali Rasakan Triathlon Kelas Dunia
3
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
Metropolitan
11 jam yang lalu
Prakiraan Cuaca BMKG Jabodetabek, Hujan Berpeluang Turun Mulai Sore hingga Malam Hari Ini
4
Jelang Jeda Internasional, Persib Bidik Kemenangan Hadapi Java United FC
Sepakbola
20 jam yang lalu
Jelang Jeda Internasional, Persib Bidik Kemenangan Hadapi Java United FC
5
Messidoro Puas Jadi Pemain Terbaik Usai Tumbangkan PSIM
Sepakbola
20 jam yang lalu
Messidoro Puas Jadi Pemain Terbaik Usai Tumbangkan PSIM
6
Dijamu PSS, Bhayangkara FC Berharap Bisa Curi Gol Lebih Dulu
Sepakbola
20 jam yang lalu
Dijamu PSS, Bhayangkara FC Berharap Bisa Curi Gol Lebih Dulu
Home  /  Berita  /  Kriminal

Endus ada Permainan Bisnis, Legislator Golkar Apresiasi Langkah Presiden Gratiskan Vaksin

Endus ada Permainan Bisnis, Legislator Golkar Apresiasi Langkah Presiden Gratiskan Vaksin
Anggota fraksi Golkar Komisi IX DPR RI dari daerah pemilihan (dapil) Sumatera Barat I, Darul Siska dalam suatu kesempatan. (foto: istimewa)
Kamis, 17 Desember 2020 15:18 WIB

JAKARTA - Anggota Komisi IX DPR RI, Darul Siska menilai, langkah presiden menggratiskan vaksin Covid-19 adalah langkah yang tepat agar insinuasi negara berbisnis vaksin dengan rakyat bisa ditepis.

"Saya mencium ada permainan bisnis besar di balik vaksin ini," kata Darul kepada GoNews.co, Kamis (17/12/2020).

Dugaan Darul, menyusul sempat riuhnya pendaftaran vaksinasi oleh beberapa rumah sakit padahal belum ditentukan berapa harga vaksin.

Dan, Darul melanjutkan, jika dirunut lebih ke belakang agenda vaksinasi Covid-19 di Indonesia, Kemenkes sempat "ngotot" bahwa prosestase rakyat penerima vaksin adalah 30 persen dari 180 juta rakyat divaksin dengan vaksin gratis, 70 persen lainnya dipersilahkan untuk mengikuti vaksin mandiri (berbayar).

"Dalam rapat di DPR kami sudah meminta agar itu dibalik saja, 70 persen gratis, 30 persen berbayar. Karena sebagaimana tujuan vaksin terhadap minimal 180 juta rakyat itu kan agar kita mencapai herd imunity, sementara rakyat yang tengah dalam situasi sulit ekonominya saat ini tentu memerlukan peran dominan pemerintah," kata Darul.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:Nasional, Kriminal, SEA Games, Badminton, DKI Jakarta, Sumatera Barat
wwwwww