Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Mabes Polri Cek Kabar Penangkapan Jenderal Bintang Empat di Mako Brimob Terkait Isu Penyadapan
Umum
14 jam yang lalu
Mabes Polri Cek Kabar Penangkapan Jenderal Bintang Empat di Mako Brimob Terkait Isu Penyadapan
2
Soroti RUU Perampasan Aset di Parlemen, Jamdatun Peringatkan Potensi Penyalahgunaan Wewenang Negara
Umum
16 jam yang lalu
Soroti RUU Perampasan Aset di Parlemen, Jamdatun Peringatkan Potensi Penyalahgunaan Wewenang Negara
3
Sashenka Ukir Sejarah, Pejudo Pertama dan Penyumbang Medali Pertama Indonesia
Olympic
12 jam yang lalu
Sashenka Ukir Sejarah, Pejudo Pertama dan Penyumbang Medali Pertama Indonesia
4
NOC Indonesia: Keselamatan Atlet Tidak Boleh Hanya Menjadi Komitmen di Atas Kertas
KOI
9 jam yang lalu
NOC Indonesia: Keselamatan Atlet Tidak Boleh Hanya Menjadi Komitmen di Atas Kertas
5
Okto Dorong Indonesia Jadi Tuan Rumah World Championships Skateboarding
KOI
9 jam yang lalu
Okto Dorong Indonesia Jadi Tuan Rumah World Championships Skateboarding
6
Era Baru, Kejurnas Kickboxing Indonesia 2026 Dikemas Dalam Sports Entertainment
Beladiri
8 jam yang lalu
Era Baru, Kejurnas Kickboxing Indonesia 2026 Dikemas Dalam Sports Entertainment
Home  /  Berita  /  SEA Games

Varian Baru Virus Corona 70 Persen Lebih Menular, Ini 6 Gejalanya

Varian Baru Virus Corona 70 Persen Lebih Menular, Ini 6 Gejalanya
Ilustrasi virus corona. (int)
Selasa, 22 Desember 2020 17:10 WIB

JAKARTA - Imuwan Inggris menemukan varian baru virus corona yang dinamakan B.1.1.7. Varian baru ini lebih menular 70 persen, sehingga awal Desember 2020 sangat banyak pasien terinfeksi B.1.1.7.

Dikutip dari Tempo.co, varian virus corona jenis baru belum dapat dipastikan, apakah membawa gejala yang lebih mematikan dibandingkan dengan jenis sebelumnya.

Namun, otoritas medis setempat menyebut jenis ini menjadi 70 persen lebih menular, yang berarti kemungkinan infeksi bergejala menyebar lebih tinggi.

Dilansir Times of India, gejala yang muncul dari virus corona mutasi terbaru adalah mual, kehilangan indera perasa, kehilangan penciuman, demam, nyeri otot dan menggigil.

Sebagian besar kasus yang tercatat sejauh ini, gejala Covid-19 mutasi baru cenderung sama dengan yang telah ada.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) masih melakukan penelitian apakah mutasi virus corona ini bisa menyebabkan infeksi parah pada yang terinfeksi tapi memiliki tingkat infeksi yang tinggi dan kemampuan untuk menginfeksi tubuh dengan cara yang lebih berbahaya serta tetap ada kemungkinan mutasi akan menempatkan kelompok risiko tinggi pada kondisi yang mengkhawatirkan.

Sejauh ini memang belum ada bukti konkret yang menyatakan varian ini lebih sulit untuk ditindak atau didiagnosis. Akan tetapi, jika mutasi memang sulit diobati maka kematian bisa meningkat secara signifikan.

Untungnya, tidak ada korelasi seperti itu pada data yang ada hingga kini. Meskipun mutasi tidak berdampak signifikan pada rawat inap, terlihat kondisi medis yang sudah ada sebelumnya, dan faktor tertentu dapat meningkatkan risiko seseorang mengembangkan gejala Covid-19 parah.

Untuk mengantisipasi penularan virus corona yang lebih masif di Indonesia, pemerintah melakukan kampanye 3M (memakai masker, mencuci tangan pakai sabun, dan menjaga jarak). Kini, 3M menjadi pelindung utama untuk mencegah penularan Covid-19.***

Editor:hasan b
Sumber:tempo.co
Kategori:SEA Games
wwwwww