Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Okto Jadi Saksi Sejarah Indonesia Kalahkan Australia di Piala AFC U-23
Olahraga
17 jam yang lalu
Okto Jadi Saksi Sejarah Indonesia Kalahkan Australia di Piala AFC U-23
2
Kalahkan Australia di Piala Asia U 23, Erick Thohir: Luar Biasa Penampilan Indonesia
Olahraga
18 jam yang lalu
Kalahkan Australia di Piala Asia U 23, Erick Thohir: Luar Biasa Penampilan Indonesia
3
Hadapi Red Sparks, Agustin Wulandari: Kami Akan Berikan Penampilan Terbaik
Olahraga
12 jam yang lalu
Hadapi Red Sparks, Agustin Wulandari: Kami Akan Berikan Penampilan Terbaik
4
Uruguay Jajaki Kerja Sama Jaminan Produk Halal dengan Indonesia
Pemerintahan
14 jam yang lalu
Uruguay Jajaki Kerja Sama Jaminan Produk Halal dengan Indonesia
5
HUT ke-94, PSSI Berbagi Kebahagian dengan Legenda Timnas Indonesia
Olahraga
14 jam yang lalu
HUT ke-94, PSSI Berbagi Kebahagian dengan Legenda Timnas Indonesia
6
Billie Eilish Unjuk Kedalaman Emosional di Album Terbaru 'Hit Me Hard and Soft'
Umum
12 jam yang lalu
Billie Eilish Unjuk Kedalaman Emosional di Album Terbaru Hit Me Hard and Soft
Home  /  Berita  /  Kesehatan

8 Gejala yang Sering Tidak Disadari Orang Terinfeksi Corona

8 Gejala yang Sering Tidak Disadari Orang Terinfeksi Corona
Ilustrasi virus corona. (int)
Rabu, 23 Desember 2020 08:37 WIB

JAKARTA - Banyak orang terinfeksi virus corona namun tidak menyadarinya karena tidak merasakan gejalanya atau hanya merasakan gejala ringan.

Dikutip dari Detikhealth yang melansir Daily Star, ilmuwan Dr Dominic Piment menyebutkan ada 80 persen pasien Covid-19 yang memiliki gejala ringan maupun tidak memiliki gejala sama sekali.

Ada beberapa gejala yang mengindikasikan seseorang sudah terinfeksi virus corona, namun yang bersangkutan tidak menyadarinya.

Dikutip dari Detikhealth yang melansir berbagai sumber, berikut delapan tanda seseorang sudah terinfeksi virus corona yang sering tidak disadari:

1. Nyeri dada

Pasien Covid-19 yang telah dirawat selama 36 hari, Kerri Noeth menjelaskan gejala yang dialaminya saat terinfeksi Covid-19 meliputi rasa terbakar dan kesemutan di bagian dada dan leher.

''Terutama jantung berdebar-debar, dan rasa tidak nyaman yang ekstrem di dada dan tulang rusuk saya,'' ujar Noeth.

2. Anosmia

Salah satu gejala umum yang muncul pada banyak pasien Covid-19 adalah kehilangan kemampuan untuk mengecap dan mencium atau anosmia. Saat pasien terinfeksi virus corona dengan gejala anosmia, maka nafsu makannya pun akan berkurang. Hal itu yang bisa menyebabkan malnutrisi pada pasien.

3. Vertigo

Vertigo bisa menandakan bahwa kamu sudah terinfeksi corona. Kondisi ini merupakan sensasi saat merasa pusing dan lingkungan sekitar terasa bergerak atau berputar. Vertigo yang parah bisa menyebabkan hilangnya kemampuan sementara untuk beraktivitas secara normal.

4. Kerusakan jaringan paru-paru

''Kelelahan kronis setelah sembuh dari infeksi Covid-19 mungkin terjadi dan beberapa orang yang pulih terus merasakan gejala pernapasan akibat kerusakan jaringan paru-paru,'' ujar penasihat kesehatan di Fruit Street Health dan CovidMD dr Ari Bernstein.

Dokter Bernstein mengungkapkan peneliti menemukan bahwa fibrosis atau pembentukan jaringan ikat yang brelebihan pada organ akibat peradangan di paru-paru, dapat menyebabkan berbagai gangguan pernapasan jangka panjang.

5. Batuk kering

Gejala lain yang menandakan kamu sudah terinfeksi Covid-19 adalah batuk kering. Batuk kering yang muncul dalam Covid-19 disebabkan oleh iritasi pada jaringan paru-paru.

Saat udara memasuki paru-paru dan melewati jaringan yang teriritasi, hal itu memicu batuk.

''Kemungkinan batuk akan tetap ada sampai tubuh Anda benar-benar menyembuhkan jaringan yang rusak,'' ujar direktur pengobatan gaya hidup EHE Health dr Seema Sarin.

6. Sesak napas ringan hingga sedang

Sesak napas ringan hingga sedang merupakan salah satu gejala yang dikeluhkan pasien Covid-19. Sesak napas disebabkan karena kebutuhan oksigen yang meningkat.

7. Kelelahan kronis

Ahli penyakit infeksi dr Anthony Fauci, memperingatkan banyak pasien yang mengalami post-viral syndrome dengan gejala yang menyerupai sindrom kelelahan kronis atau myalgic encephalomyelitis.

''Brain fog, kelelahan, dan kesulitan dalam berkonsentrasi. Jadi ini adalah sesuatu yang benar-benar perlu kami perhatikan dengan serius karena itu mungkin post-viral syndrome yang terkait dengan Covid-19,'' kata dr Fauci pada Konferensi AIDS Internasional seperti dikutip dari Eat This.

8. Mudah lupa

Direktur medis NeuroGrow Brain Fitness Center di Virginia Utara dr Majid Fotuhi menjelaskan bahwa dalam jangka panjang pasien dapat mengalami depresi, insomnia, penyakit Parkinson, kehilangan ingatan, atau percepatan penuaan di otak.

''Bagi mereka yang pulih dari Covid-19, saya merekomendasikan olahraga teratur, makan makanan untuk jantung sehat, mengurangi stres, dan meningkatkan kualitas tidur. Ini adalah cara penting pasien dapat meremajakan otak mereka dan meminimalkan efek buruk di masa depan,'' pungkas dr Fotuhi.

Direktur Clinical Treated dr Daniel Atkinson menegaskan bahwa satu-satunya cara untuk mengetahui apakah kamu terkena Covid-19 adalah dengan menggunakan tes antibodi, untuk memastikan apakah seseorang pernah terinfeksi virus atau tidak.***

Editor:hasan b
Sumber:detikhealth
Kategori:Kesehatan
wwwwwwhttps://143.198.234.52/sonic77https://159.223.193.153/https://64.23.207.118/http://152.42.220.57/