Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
Kemenpora
22 jam yang lalu
Menpora Erick Dorong RUU Kepemudaan Lahirkan Solusi Nyata
2
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
Nasional
17 jam yang lalu
Tolak Usul Luhut, Mulyanto Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara
3
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
Kemenpora
21 jam yang lalu
Meninggalnya Syabilla Rizkia, Menpora Erick Minta Evaluasi Menyeluruh Keselamatan Atlet
4
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
Metropolitan
17 jam yang lalu
Ini 10 Penerima Jakarta Youth Award 2026
5
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
Metropolitan
21 jam yang lalu
Pemprov DKI Perketat Syarat Penerima Bantuan Iuran JKN, Prioritaskan Desil 1-5
6
Egy Maulana Vikri Bertekad Pertahankan Performa Terbaik Saat Libur
Sepakbola
16 jam yang lalu
Egy Maulana Vikri Bertekad Pertahankan Performa Terbaik Saat Libur
Home  /  Berita  /  Voli

Alihkan Bansos Sembako, Jokowi Sebut Digitalisasi Data yang Terintegrasi Sistem Bank

Alihkan Bansos Sembako, Jokowi Sebut Digitalisasi Data yang Terintegrasi Sistem Bank
Presiden Joko Widodo berbicara dalam rapat terbatas tentang persiapan penyaluran bantuan sosial tahun 2021 di Istana Merdeka Jakarta, Selasa (29/12/2020). (foto: ist./setpres)
Rabu, 30 Desember 2020 14:22 WIB

JAKARTA - Presiden Joko Widodo mengubah bentuk bantuan sosial (bansos) bagi masyarakat terdampak Covid-19 di Jabodetabek dari sembako menjadi uang tunai.

"Yang dulu diberikan dalam bentuk sembako, terutama untuk Jabodetabek sudah kita putuskan sekarang tunai lewat pos atau lewat bank," kata Jokowi dalam rapat terbatas di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (29/30/2020).

"Betul-betul kirim ke rekening penerima manfaat. Jadi proses digitalisasi data bansos yang diintegrasikan dengan 'banking system' saya kira itu yang kita inginkan," tegas Jokowi.

Dalam lansiran antaranews.com yang dikutip Rabu (30/12/2020), presiden Jokowi menjelaskan bahwa program perlindungan sosial mendapat jatah Rp110 triliun dalam APBN 2021. Rinciannya; Rp12 triliun bagi 10 juta KPM penerima bansos tunai dengan masing-masing Rp300.000 selama empat bulan; Rp45,1 triliun untuk program kartu sembako yang akan disalurkan kepada 18,8 juta keluarga penerima manfaat (KPM), masing-masing Rp200.000 per bulan; Rp 28,7 triliun untuk Program Keluarga Harapan dengan 10 juta KPM selama empat triwulan; Rp10 triliun untuk program Kartu Prakerja; Rp14,4 triliun untuk Bantuan Langsung Tunai Dana Desa; Rp3,78 triliun untuk diskon listrik selama enam bulan ini.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:DKI Jakarta, Badminton, Nasional, Metropolitan, Voli
wwwwww