Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Terima Kedatangan Tim Red Sparks, Menpora Dito Harap Berdampak Besar untuk Voli Indonesia
Olahraga
22 jam yang lalu
Terima Kedatangan Tim Red Sparks, Menpora Dito Harap Berdampak Besar untuk Voli Indonesia
2
Gebrakan Menpora Dito Bangkitkan Industri Olahraga dan Prestasi Olahraga Bola Voli Indonesia
Olahraga
17 jam yang lalu
Gebrakan Menpora Dito Bangkitkan Industri Olahraga dan Prestasi Olahraga Bola Voli Indonesia
3
Red Sparks Incar Wilda Siti Nurfadhilah
Olahraga
18 jam yang lalu
Red Sparks Incar Wilda Siti Nurfadhilah
4
Ditanya Soal Kontrak Musim Depan, Megawati Hangestri: Masih Rahasia
Olahraga
18 jam yang lalu
Ditanya Soal Kontrak Musim Depan, Megawati Hangestri: Masih Rahasia
5
Kondisi Tukul Arwana Mulai Membaik Menuju Kesembuhan
Umum
16 jam yang lalu
Kondisi Tukul Arwana Mulai Membaik Menuju Kesembuhan
6
Film Dokumenter tentang Kisah Celine Dion Segera Tayang
Umum
16 jam yang lalu
Film Dokumenter tentang Kisah Celine Dion Segera Tayang
Home  /  Berita  /  Pemerintahan

Alihkan Bansos Sembako, Jokowi Sebut Digitalisasi Data yang Terintegrasi Sistem Bank

Alihkan Bansos Sembako, Jokowi Sebut Digitalisasi Data yang Terintegrasi Sistem Bank
Presiden Joko Widodo berbicara dalam rapat terbatas tentang persiapan penyaluran bantuan sosial tahun 2021 di Istana Merdeka Jakarta, Selasa (29/12/2020). (foto: ist./setpres)
Rabu, 30 Desember 2020 14:22 WIB

JAKARTA - Presiden Joko Widodo mengubah bentuk bantuan sosial (bansos) bagi masyarakat terdampak Covid-19 di Jabodetabek dari sembako menjadi uang tunai.

"Yang dulu diberikan dalam bentuk sembako, terutama untuk Jabodetabek sudah kita putuskan sekarang tunai lewat pos atau lewat bank," kata Jokowi dalam rapat terbatas di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (29/30/2020).

"Betul-betul kirim ke rekening penerima manfaat. Jadi proses digitalisasi data bansos yang diintegrasikan dengan 'banking system' saya kira itu yang kita inginkan," tegas Jokowi.

Dalam lansiran antaranews.com yang dikutip Rabu (30/12/2020), presiden Jokowi menjelaskan bahwa program perlindungan sosial mendapat jatah Rp110 triliun dalam APBN 2021. Rinciannya; Rp12 triliun bagi 10 juta KPM penerima bansos tunai dengan masing-masing Rp300.000 selama empat bulan; Rp45,1 triliun untuk program kartu sembako yang akan disalurkan kepada 18,8 juta keluarga penerima manfaat (KPM), masing-masing Rp200.000 per bulan; Rp 28,7 triliun untuk Program Keluarga Harapan dengan 10 juta KPM selama empat triwulan; Rp10 triliun untuk program Kartu Prakerja; Rp14,4 triliun untuk Bantuan Langsung Tunai Dana Desa; Rp3,78 triliun untuk diskon listrik selama enam bulan ini.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:DKI Jakarta, GoNews Group, Nasional, Politik, Pemerintahan
wwwwwwhttps://143.198.234.52/sonic77https://159.223.193.153/https://64.23.207.118/http://152.42.220.57/