Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
Metropolitan
15 jam yang lalu
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
2
‎SGY Dukung Tiket Pantai Ancol Gratis, Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Kebijakan Tiket Masuk
Metropolitan
14 jam yang lalu
‎SGY Dukung Tiket Pantai Ancol Gratis, Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Kebijakan Tiket Masuk
3
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
Nasional
4 jam yang lalu
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
4
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Nasional
4 jam yang lalu
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
5
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
KONI
4 jam yang lalu
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
6
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Nasional
4 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Home  /  Berita  /  Metropolitan

AS Dinilai Lecehkan Indonesia dengan Iming-Iming Dana Rp28 T

AS Dinilai Lecehkan Indonesia dengan Iming-Iming Dana Rp28 T
Wakil ketua MPR RI, Hidayat Nur Wahid alias HNW dalam suatu kesempatan. (foto: dok. istimewa)
Rabu, 30 Desember 2020 17:13 WIB

JAKARTA - Wakil ketua MPR RI, Hidayat Nur Wahid, mengapresiasi sikap MUI, NU, Muhammadiyah, ketua DPR, fraksi PKS DPR RI, dan elemen masyarakat lain, yang menolak wacana normalisasi hubungan dengan Israel.

Meskipun, kata politisi yang akrab disapa HNW ini, wacana tersebut sudah diopinikan oleh sejumlah pihak, termasuk media Israel. Dalam opini itu, diwacanakan seolah-olah, Indonesia bakal mengikuti langkah beberapa negara di Timur Tengah, melakukan normalisasi hubungan dengan Israel.

"Termasuk sikap resmi presiden RI Joko Widodo yang disampaikan langsung, melalui telepon kepada Presiden Palestina Mahmud Abbas, bahwa Indonesia tidak mengikuti arus normalisasi dengan Israel. Indonesia konsisten dengan sikap dasarnya untuk membela Palestina menjadi negara merdeka dengan ibukota Yerusalem Timur," kata HNW dalam rilis, Rabu (20/12/2020).

Dalam posisi ini, HNW menilai manuver politik Amerika Serikat (AS) patut dicurigai, terlebih ketika Donald Trump yang berada di bulan terakhir kekuasaannya, mencoba memperdagangkan pengaruhnya dan mengiming-imingi dana investasi 2 miliar dolar AS (setara kurang lebih Rp28,35 triliun), bila Indonesia mau menormalisasi hubungan dengan Israel. Pernyataan tersebut sebagaimana dinyatakan melalui Kepala lembaga investasi AS untuk luar negeri (DFC) Adam Boehler pada Senin (21/12/2020).

"Itu jelas pelecehan terhadap kedaulatan Indonesia, yang secara historis dipeganginya sejak zaman presiden Sukarno dan seterusnya. Marwah dan jati diri bangsa itu sangat mahal dan tentunya tak bisa dibeli apalagi dengan harga murah, 'hanya' Rp28,35 T. Karena dari Tenaga Kerja Migran Indonesia saja, bisa dihadirkan devisa senilai Rp157 T," kata HNW.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:Metropolitan, Nasional, Basket, MPR RI, Badminton, DKI Jakarta
wwwwww