Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
Metropolitan
16 jam yang lalu
‎BMKG Prediksi Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini, Petir Mengintai Sore Hari
2
‎SGY Dukung Tiket Pantai Ancol Gratis, Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Kebijakan Tiket Masuk
Metropolitan
15 jam yang lalu
‎SGY Dukung Tiket Pantai Ancol Gratis, Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Kebijakan Tiket Masuk
3
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
Nasional
5 jam yang lalu
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
4
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Nasional
5 jam yang lalu
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
5
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Nasional
5 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
6
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
Nasional
5 jam yang lalu
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
Home  /  Berita  /  Nasional
Catatan Akhir Tahun 2020

PKS: Tren Ekonomi Indonesia Sudah Turun sebelum Pandemi

PKS: Tren Ekonomi Indonesia Sudah Turun sebelum Pandemi
Ketua bidang Ekonomi dan Keuangan DPP PKS Anis Byarwati. (foto: dok. ist.)
Rabu, 30 Desember 2020 17:25 WIB

JAKARTA - Ketua bidang Ekonomi dan Keuangan DPP PKS Anis Byarwati mengungkapkan, pandemi Covid-19 tidak bisa dijadikan dalih oleh pemerintah sebagai penyebab buruknya kondisi ekonomi Indonesia.

"Saya kira pemerintah tidak bisa berdalih untuk mengatakan bahwa semua-muanya karena pandemi. Karena sebelumnya kita juga sering evaluasi," ungkap Anis dalam webinar 'Catatan Politik Akhir Tahun 2020 DPP PKS', Rabu (30/12/2020).

Anis menyampaikan bahwa kondisi ekonomi Indonesia memang sudah memiliki tren yang tidak bagus sebelum pandemi.

"Kita tidak bisa mengatakan bahwa ekonomi kita baik-baik saja dan karena ekonomi kita fondasinya memang kurang bagus sehingga ketika terjadi pandemi, bertambahlah," ucap Anggota Komisi XI DPR RI Fraksi PKS ini.

Di tengah pandemi ini, Anis mengatakan bahwa faktor utama terjadi pada krisis kesehatan namun pemerintah mengalokasikan upayanya untuk pemulihan ekonomi.

"Padahal tidak ada ekonomi tanpa masyarakatnya sehat. Masyarakat itu bukan saja kehilangan daya belinya, tetapi yang punya pun menahan daya belinya karena masih ada Covid," tandas dia.

Selain itu Anis juga menyoroti perihal aspek lain yang mempengaruhi kondisi ekonomi ini, seperti kemiskinan juga peningkatan angka pengangguran.

"Peningkatan pengangguran cukup signifikan menjadi 9,7 juta jiwa ini perlu perhatian serius karena nanti efeknya besar. Jadi memang saya kira kemiskinan, pengangguran, kesehatan ini perlu mendapat perhatian serius dari pemerintah," tutur Anis.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Sumber:Rilis
Kategori:DKI Jakarta, Badminton, Kriminal, Nasional, Metropolitan, Ekonomi
wwwwww