Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Ketua Umum DPP Pemuda LIRA Desak DPR Makzulkan Gibran Mengacu Putusan MK dan MA
Hukum
11 jam yang lalu
Ketua Umum DPP Pemuda LIRA Desak DPR Makzulkan Gibran Mengacu Putusan MK dan MA
2
Kebutuhan Industri Melonjak, BPS Catat Nilai Impor Nasional Naik 19,67 Persen Sepanjang 2026
Ekonomi
9 jam yang lalu
Kebutuhan Industri Melonjak, BPS Catat Nilai Impor Nasional Naik 19,67 Persen Sepanjang 2026
3
BMKG Prediksi Cuaca Jabodetabek Cerah Berawan Hari Ini
Metropolitan
16 jam yang lalu
BMKG Prediksi Cuaca Jabodetabek Cerah Berawan Hari Ini
4
Jet Pribadi Jatuh di Palm Beach, Kecelakaan Maut Tewaskan Sembilan Penumpang
Internasional
10 jam yang lalu
Jet Pribadi Jatuh di Palm Beach, Kecelakaan Maut Tewaskan Sembilan Penumpang
5
Kapolri Jenderal Suyudi Ancam Pidana Anggota Polri dan BNN yang Isap Vape Narkotika
Umum
9 jam yang lalu
Kapolri Jenderal Suyudi Ancam Pidana Anggota Polri dan BNN yang Isap Vape Narkotika
6
Aturan Baru Mabes Polri Berlaku, Personel Resmi Dilarang Isap Vape
Nasional
13 jam yang lalu
Aturan Baru Mabes Polri Berlaku, Personel Resmi Dilarang Isap Vape
Home  /  Berita  /  Nasional

Fenomena Tahu Tempe jadi Catatan Merah Awal Tahun 2021, Pemerintah Harus Lakukan Ini..

Fenomena Tahu Tempe jadi Catatan Merah Awal Tahun 2021, Pemerintah Harus Lakukan Ini..
Ketua DPP PKS Bidang Ekonomi dan Keuangan, Anis Byarwati dalam suatu kesempatan. (foto: istimewa)
Rabu, 06 Januari 2021 10:40 WIB

JAKARTA - Tahu dan tempe sempat hilang di pasaran. Produsen mogok produksi di awal tahun, dan baru mulai berproduksi pada Senin (4/1/2021). Tapi harga jual tahu tempe menurut Gabungan Koperasi Produsen Tempe Tahu Indonesia (Gakoptindo), naik 25 persen guna mengimbangi tingginya harga kacang kedelai impor.

Bagi ketua DPP PKS Bidang Ekonomi dan Keuangan, Anis Byarwati, fenomena tersebut merupakan catatan merah untuk pemerintah di awal tahun 2021. Pemerintah harus berbenah dengan melakukan:

1) Mendasarkan kebijakan pangan nasional pada data yang kuat dan mengikat seluruh pemangku kepentingan.

2) Kembali meningkatkan produksi kedelai lokal dan mengendalikan kedelai impor.

3) Optimalisasi penggunaan Dana Desa untuk mengembangkan potensi desa. Dalam hal ini, Anis menyinggung sejarah swasembada kedelai pada 1992.

4) Perbaikan tata niaga kebutuhan pangan dan memperhatikan pentingnya kolaborasi aktif antara Kementerian dan Lembaga terkait, untuk menciptakan stabilitas harga pangan. Anis menekankan pencegahan fenomena tahu tempe kali ini terjadi kemudian hari terhadap beras, telur, daging, cabe, bawang dan masih banyak produk pangan lainnya.

5) Penindakan tegas terhadap spekulan yang melakukan praktik penimbunan. Kementerian Perdagangan (Kemendag) harus mencabut Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) pihak-pihak yang terbukti melanggar aturan tanpa kecuali.

"Sanksi tegas ini menjadi pelajaran atau shock therapy bagi para spekulan agar tidak lagi melakukan aksi penimbunan karena dapat menyebabkan harga menjadi tidak wajar," kata Anis yang juga duduk di Komisi XI DPR RI itu dalam rilis, Rabu (6/1/2021).***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:DKI Jakarta, Badminton, Kriminal, Nasional, Metropolitan, Ekonomi
wwwwww