Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
DPR Gelar Paripurna Tetapkan Status Listyo Sigit
DPR RI
24 jam yang lalu
DPR Gelar Paripurna Tetapkan Status Listyo Sigit
2
Penduduk Indonesia Dirilis Berjumlah 271.349.889 Jiwa, 17.463 Diantaranya Berusia 100-115 Tahun
Pemerintahan
14 jam yang lalu
Penduduk Indonesia Dirilis Berjumlah 271.349.889 Jiwa, 17.463 Diantaranya Berusia 100-115 Tahun
3
Iuran BPJS Kembali Naik, Syarif Hasan: Pemerintah Harusnya Bantu Masyarakat Bukan Mempersulit
MPR RI
16 jam yang lalu
Iuran BPJS Kembali Naik, Syarif Hasan: Pemerintah Harusnya Bantu Masyarakat Bukan Mempersulit
4
Mufida minta Pemerintah mulai Prioritaskan Vaksin Merah Putih
GoNews Group
22 jam yang lalu
Mufida minta Pemerintah mulai Prioritaskan Vaksin Merah Putih
5
Sambangi Mendagri, Amerika Apresiasi Suksesnya Pilkada 2020
Nasional
19 jam yang lalu
Sambangi Mendagri, Amerika Apresiasi Suksesnya Pilkada 2020
6
4 Sektor Industri Nasional yang bisa Bertahan di Tengah Pandemi
Ekonomi
21 jam yang lalu
4 Sektor Industri Nasional yang bisa Bertahan di Tengah Pandemi
Home  /  Berita  /  Internasional

Iran Tolak Impor Vaksin AS dan Inggris setelah Masyarakat Sempat Gaet Pendonor untuk Kirim Pfizer

Iran Tolak Impor Vaksin AS dan Inggris setelah Masyarakat Sempat Gaet Pendonor untuk Kirim Pfizer
Ilustrasi scientist Covid-19 Pfizer. (foto: ist./Pfizer)
Sabtu, 09 Januari 2021 16:27 WIB

JAKARTA - Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei, melarang impor vaksin Covid-19 dari Amerika Serikat dan Inggris, menyusul ketidakpercayaan negara itu pada efikesi vaksin AS.

"Impor vaksin AS dan Inggris dilarang. Saya telah memberitahukan hal ini kepada para pejabat dan saya akan mengatakannya di depan umum sekarang," kata Khamenei dalam pidato yang disiarkan langsung di televisi pada Jumat (8/1/2021), sebagaimana dikutip dari cnnindonesia.com, Sabtu.

"Saya tidak percaya pada mereka. Kadang-kadang mereka ingin menguji vaksin di negara lain... Jika orang Amerika mampu memproduksi vaksin, mereka tidak akan mengalami kegagalan virus Corona di negara mereka sendiri," tandas Ali Khamenei.

Sebelumnya, Iran telah berupaya untuk menghasilkan vaksin mereka sendiri. Vaksin bernama Coviran yang diproduksi Shifa Pharmed telah menjalani studi pertama tentang keamanan dan keefektifan pada Selasa (29/1/2021).

Akses Iran terhadap vaksin asing memang tercatat pernah 'terbatas'. Lansiran voaindonesia pada Selasa (29/12/2020) lalu menyebut, pihak berwenang Iran telah berulang kali menuduh bahwa sanksi-sanksi ekonomi yang keras dari Amerika menghalangi upaya mereka untuk membeli vaksin buatan luar negeri. Padahal, sanksi-sanksi AS sebenarnya mengecualikan pengobatan dan bantuan kemanusiaan ke Iran. Namun, bank-bank dan lembaga-lembaga keuangan internasional ragu-ragu bertransaksi dengan Iran karena takut didenda atau dikunci dari pasar Amerika. Akhirnya, Iran berharap pada donatur yang ada di paman Sam.

Sehari sebelumnya, direktur Bulan Sabit Merah Iran, Karim Hemmati mengatakan, sekitar 150.000 dosis vaksin Pfizer Inc. dan BioNTech SE akan dikirim ke Iran dalam waktu tiga minggu, di tengah kebutuhan Iran pada 40 juta dosis vaksin.

"Kami bekerja sama dengan sekelompok dermawan di Amerika Serikat," katanya dilansir Bloomberg, Senin (28/12/2020).***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:Ekonomi, Politik, Internasional, Kesehatan, GoNews Group, DKI Jakarta
wwwwww