Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jokowi Hadir di Sidang PN Jaktim, Bawa Ijazah Asli UGM Patahkan Tudingan Roy Suryo
Hukum
23 jam yang lalu
Jokowi Hadir di Sidang PN Jaktim, Bawa Ijazah Asli UGM Patahkan Tudingan Roy Suryo
2
Naskah UU Ketenagakerjaan Tak Jelas, Serikat Pekerja Peringatkan Ancaman Perselisihan Hubungan Industrial
Umum
20 jam yang lalu
Naskah UU Ketenagakerjaan Tak Jelas, Serikat Pekerja Peringatkan Ancaman Perselisihan Hubungan Industrial
3
Ketua Umum KONI Pusat Minta PB ABTI Satukan Indonesia Melalui Bola Tangan
KONI
17 jam yang lalu
Ketua Umum KONI Pusat Minta PB ABTI Satukan Indonesia Melalui Bola Tangan
4
BPS Umumkan Angka Pengangguran Terbaru, Sektor Pertanian dan Perdagangan Jadi Penyelamat Tenaga Kerja Nasional
Umum
21 jam yang lalu
BPS Umumkan Angka Pengangguran Terbaru, Sektor Pertanian dan Perdagangan Jadi Penyelamat Tenaga Kerja Nasional
5
NOC Indonesia Jadikan YOG Dakar 2026 Panggung Diplomasi Peluang Tuan Rumah Kualifikasi Olimpiade LA 2028
KOI
17 jam yang lalu
NOC Indonesia Jadikan YOG Dakar 2026 Panggung Diplomasi Peluang Tuan Rumah Kualifikasi Olimpiade LA 2028
6
‎Adi Kurnia Setiadi: Bongkar Tuntas Penyadapan Ilegal Presiden Prabowo
Hukum
22 jam yang lalu
‎Adi Kurnia Setiadi: Bongkar Tuntas Penyadapan Ilegal Presiden Prabowo
Home  /  Berita  /  Basket

Iran Tolak Impor Vaksin AS dan Inggris setelah Masyarakat Sempat Gaet Pendonor untuk Kirim Pfizer

Iran Tolak Impor Vaksin AS dan Inggris setelah Masyarakat Sempat Gaet Pendonor untuk Kirim Pfizer
Ilustrasi scientist Covid-19 Pfizer. (foto: ist./Pfizer)
Sabtu, 09 Januari 2021 16:27 WIB

JAKARTA - Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei, melarang impor vaksin Covid-19 dari Amerika Serikat dan Inggris, menyusul ketidakpercayaan negara itu pada efikesi vaksin AS.

"Impor vaksin AS dan Inggris dilarang. Saya telah memberitahukan hal ini kepada para pejabat dan saya akan mengatakannya di depan umum sekarang," kata Khamenei dalam pidato yang disiarkan langsung di televisi pada Jumat (8/1/2021), sebagaimana dikutip dari cnnindonesia.com, Sabtu.

"Saya tidak percaya pada mereka. Kadang-kadang mereka ingin menguji vaksin di negara lain... Jika orang Amerika mampu memproduksi vaksin, mereka tidak akan mengalami kegagalan virus Corona di negara mereka sendiri," tandas Ali Khamenei.

Sebelumnya, Iran telah berupaya untuk menghasilkan vaksin mereka sendiri. Vaksin bernama Coviran yang diproduksi Shifa Pharmed telah menjalani studi pertama tentang keamanan dan keefektifan pada Selasa (29/1/2021).

Akses Iran terhadap vaksin asing memang tercatat pernah 'terbatas'. Lansiran voaindonesia pada Selasa (29/12/2020) lalu menyebut, pihak berwenang Iran telah berulang kali menuduh bahwa sanksi-sanksi ekonomi yang keras dari Amerika menghalangi upaya mereka untuk membeli vaksin buatan luar negeri. Padahal, sanksi-sanksi AS sebenarnya mengecualikan pengobatan dan bantuan kemanusiaan ke Iran. Namun, bank-bank dan lembaga-lembaga keuangan internasional ragu-ragu bertransaksi dengan Iran karena takut didenda atau dikunci dari pasar Amerika. Akhirnya, Iran berharap pada donatur yang ada di paman Sam.

Sehari sebelumnya, direktur Bulan Sabit Merah Iran, Karim Hemmati mengatakan, sekitar 150.000 dosis vaksin Pfizer Inc. dan BioNTech SE akan dikirim ke Iran dalam waktu tiga minggu, di tengah kebutuhan Iran pada 40 juta dosis vaksin.

"Kami bekerja sama dengan sekelompok dermawan di Amerika Serikat," katanya dilansir Bloomberg, Senin (28/12/2020).***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:Ekonomi, Metropolitan, Basket, SEA Games, Badminton, DKI Jakarta
wwwwww