Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Setelah Sempat Tolak 2 RUU, Kini PAN Minta RUU Pemilu Dibatalkan
Politik
14 jam yang lalu
Setelah Sempat Tolak 2 RUU, Kini PAN Minta RUU Pemilu Dibatalkan
2
Baleg DPR akan Lanjutkan Proses RUU Pemilu
DPR RI
8 jam yang lalu
Baleg DPR akan Lanjutkan Proses RUU Pemilu
3
Sempat Positif Covid-19, Perajin di Pesisir Selatan Ciptakan Batik Motif Virus Corona
Peristiwa
12 jam yang lalu
Sempat Positif Covid-19, Perajin di Pesisir Selatan Ciptakan Batik Motif Virus Corona
4
Miris, Saat Bantu Orang Tua Bikin Batu Bata, Siswi SD di Pekanbaru Ini Kehilangan Tangannya
Umum
10 jam yang lalu
Miris, Saat Bantu Orang Tua Bikin Batu Bata, Siswi SD di Pekanbaru Ini Kehilangan Tangannya
5
Diguyur Hujan Deras, Manado Kembali Banjir dan Longsor
Peristiwa
12 jam yang lalu
Diguyur Hujan Deras, Manado Kembali Banjir dan Longsor
6
Harga Jual Kembali Emas Batangan Antam per 23 Januari
Umum
10 jam yang lalu
Harga Jual Kembali Emas Batangan Antam per 23 Januari
Home  /  Berita  /  Peristiwa

Tanah Longsor di Sumedang, Selain Danramil, Pejabat BPBD Juga Tewas saat Tinjau Lokasi

Tanah Longsor di Sumedang, Selain Danramil, Pejabat BPBD Juga Tewas saat Tinjau Lokasi
Ilustrasi Tim SAR Evakuasi korban longsor. (Foto: Istimewa)
Minggu, 10 Januari 2021 23:55 WIB
SUMEDANG - Sebanyak 11 warga di Desa Cihanjuang, Sumedang, Jawa Barat, tewas dalam bencana tanah longsor yang terjadi pada Sabtu malam, 9 Januari 2021. Danramil Kecamatan Cimanggung Kapt Inf Setio Pribadi dan Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Sumedang turut menjadi korban.

Data sementara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sumedang pada 10 Januari 2021 dini hari mencatat ada 18 korban luka dan 11 orang meninggal.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Raditya Jati, mengatakan bahwa longsor terjadi dua kali.

"Longsoran pertama dipicu curah hujan tinggi dan kondisi tanah tidak stabil. Longsor susulan terjadi pada saat petugas masih melakukan evakuasi korban di sekitar area longsoran pertama," ujar Raditya melalui keterangan tertulis pada Ahad, 10 Januari 2020.

Di antara korban itu adalah Danramil Kecamatan Cimanggung dan pejabat BPBD setempat.

Saat itu mereka berada di lokasi untuk merespons longsoran pertama. Sementara ini, berdasarkan informasi dari BPBD, diperkirakan banyak orang masih tertimbun longsoran susulan.

Hingga tadi malam, tim gabungan masih melakukan proses pencarian dengan menekankan keamanan dan keselamatan tim.

Saat ini, kebutuhan mendesak yaitu alat berat untuk memindahkan material longsoran.. ***

Editor:Muslikhin Effendy
Sumber:tempo.co
Kategori:Jawa Barat, Pemerintahan, Peristiwa, Umum
wwwwww