Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Melalui Buku, Ustaz Togov Ajak Anak Muda Mengubah Pola Pikir dalam Menghadapi Pandemi
Pendidikan
7 jam yang lalu
Melalui Buku, Ustaz Togov Ajak Anak Muda Mengubah Pola Pikir dalam Menghadapi Pandemi
2
Gus Menteri Yakin SDGs Mampu Wujudkan Percepatan Penanganan Pembangunan Desa
Pemerintahan
24 jam yang lalu
Gus Menteri Yakin SDGs Mampu Wujudkan Percepatan Penanganan Pembangunan Desa
3
Bom Meledak dalam Pasar, 32 Orang Tewas
Internasional
14 jam yang lalu
Bom Meledak dalam Pasar, 32 Orang Tewas
4
Pindah Keyakinan, Ari Wibowo Mengaku Tidak Pernah Salat saat Muslim
Umum
6 jam yang lalu
Pindah Keyakinan, Ari Wibowo Mengaku Tidak Pernah Salat saat Muslim
5
Satu Orang Tewas saat Mencari Sinyal WiFi bersama Temannya
Hukum
11 jam yang lalu
Satu Orang Tewas saat Mencari Sinyal WiFi bersama Temannya
6
Bupati Sleman Dinyatakan Positif Covid-19 Setelah Seminggu Disuntik Vaksin
Peristiwa
7 jam yang lalu
Bupati Sleman Dinyatakan Positif Covid-19 Setelah Seminggu Disuntik Vaksin
Home  /  Berita  /  Nasional

Sekjen MUI Desak Polisi Usut Tuntas Pembakaran Ponpes Al Furqon Muhammadiyah

Sekjen MUI Desak Polisi Usut Tuntas Pembakaran Ponpes Al Furqon Muhammadiyah
Sekjen MUI Amirsyah Tambunan. (int)
Senin, 11 Januari 2021 07:08 WIB

JAKARTA -- Sekretaris Jenderal (Sekjen) Majelis Ulama Indonesia (MUI) Amirsyah Tambunan menegaskan, pihaknya sangat menyesalkan dan prihatin terhadap teror pembakaran terhadap Pondok Pesantren  (Ponpes) Al Furqon Muhammadiyah di Lamongan, Jawa Timur.

Dikutip dari Republika.co.id, apa lagi, sambung Tambunan, teror tersebut terjadi dua kali dalam waktu satu pekan, yakni Jumat, 1 Januari 2021 dan Jumat, 8 Januari 2021.

''MUI menyesalkan dan prihatin atas terjadinya pembakaran Ponpes Al Furqon,'' ujar Amirsyah Tambunan dalam rilis yang diterima Republika. co.id, Sabtu (9/1/2021).

Tambunan mendesak kepolisian sebagai pengayom dan pelindung masyarakat serta penegak hukum agar mengusut tuntas aktor intelektual yang melakukan teror tersebut. Karena aksi tersebut cukup meresahkan masyarakat.  

Lanjut Amirsyah, kedua aksi teror pembakaran tersebut terjadi setiap menjelang shalat Jumat. Pertama, pada Jumat (1/1) pukul 11.00. Kedua, pada Jumat (8/1) pukul 11.40.

Dituturkan Tambunan, sesuai laporan yang diterimanya, pada kejadian pertama diketahui oleh saksi Nanang, yang kediamannya ada di utara Ponpes. Saat melihat api yang muncul dari asrama Ponpes Putra itu, Nanang langsung mencoba memadamkan api yang membakar rak sepatu dibantu santri yang ada. Kemudian pada peristiwa kedua, sasarannya juga sama, rak sepatu.

Akibat kejadian ini, lanjut Nanang, api membakar puluhan sepatu milik para santri serta menjalar ke kusen pintu dan atap lantai dua.

Peristiwa tersebut menurut Tambunan harus diusut tuntas, baik motif maupun pelaku dan dalangnya. Apalagi lanjutnya, negara sangat menjunjung tinggi nilai peradaban, oleh sebab itu segala macam teror harus dihentikan. 

''Ponpes merupakan simbol peradaban untuk meningkatkan sumber daya manusia (SDM) Indonesia. Tapi kita patut bersedih,  justru ada pihak yang melakukan teror untuk merendahkan martabat kemanusiaan dan menghilangkan akal sehat,'' tegasnya.

Secara khusus MUI meminta semua pihak termasuk para tokoh agama untuk tetap tenang dan tidak terpancing oleh isu yang menyesatkan.***

Editor:hasan b
Sumber:republika.co.id
Kategori:Hukum, Peristiwa, Nasional
wwwwww