Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Pernah Diramal Mbak You, Gunung Semeru Hari Ini Meletus, Luncurkan Awan Panas Sejauh 4,5 KM
Peristiwa
20 jam yang lalu
Pernah Diramal Mbak You, Gunung Semeru Hari Ini Meletus, Luncurkan Awan Panas Sejauh 4,5 KM
2
Tanpa Atribut, FPI Buka Posko Dapur Umum dan Bantu Evakuasi Korban Banjir di Kalsel
Peristiwa
19 jam yang lalu
Tanpa Atribut, FPI Buka Posko Dapur Umum dan Bantu Evakuasi Korban Banjir di Kalsel
3
Bicara Soal Kalah Atau Menang, Agung Firman: Enjoy Saja
Olahraga
23 jam yang lalu
Bicara Soal Kalah Atau Menang, Agung Firman: Enjoy Saja
4
Lampung Diguncang Gempa 5,4 SR, BMKG: Tidak Berpotensi Tsunami
Peristiwa
19 jam yang lalu
Lampung Diguncang Gempa 5,4 SR, BMKG: Tidak Berpotensi Tsunami
5
Praveen/Melati dan Greysia/Apriyani ke Final
Olahraga
23 jam yang lalu
Praveen/Melati dan Greysia/Apriyani ke Final
6
Hujan Deras, Kota Manado Direndam Banjir
Peristiwa
20 jam yang lalu
Hujan Deras, Kota Manado Direndam Banjir
Home  /  Berita  /  DPR RI

BPOM Keluarkan Izin Vaksin Sinovac, Ini Tanggapan Komisi IX DPR

BPOM Keluarkan Izin Vaksin Sinovac, Ini Tanggapan Komisi IX DPR
Wakil Ketua Komisi IX DPR, Melkiades Laka Lena. (Foto: Istimewa)
Senin, 11 Januari 2021 19:09 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) resmi mengeluarkan izin penggunaan darurat atau emergency use authorization vaksin COVID-19 Sinovac.

Komisi IX DPR mengapresiasi kerja keras telah dilakukan BPOM dari proses pengawalan hingga uji klinis terakhir tahap tiga di Indonesia berjalan sesuai ketentuan berlaku serta mengecek hasil uji klinis tahap tiga di Turki dan Brazil yang juga menggunakan vaksin sinovac.

"Hasil yang disampaikan BPOM bahwa hasil uji klinis vaksin sinovac di Indonesia memenuhi ketentuan WHO tentu disambut positif oleh semua kalangan yang selama ini menunggu hasil penelitian BPOM," kata Wakil Ketua Komisi IX DPR, Melkiades Laka Lena dalam siaran persnya, Senin (11/1/2021).

Menurutnya, EUA yang diberikan BPOM RI hari ini memberi kepastian dan kejelasan kepada semua pihak bahwa vaksin sinovac aman, berkhasiat dan efektif diberikan kepada masyarakat yang tahapannya sudah disampaikan pemerintah melalui KPC PEN.

Disisi lain, EUA oleh BPOM memberi lampu hijau bahwa vaksinasi bisa dimulai Rabu tanggal 13 Januari rencananya presiden Jokowi pertama disuntik.

"Dukungan semua pihak sangat diperlukan untuk memastikan vaksinasi segera berjalan diterima dengan baik dan dapat dilaksanakan di lapangan dgn baik dan sukses oleh tenaga kesehatan bertugas," ujar politikus Golkar ini.

Walaupun vaksinasi segera berjalan Rabu 13 Januari harus pararel dengan disiplin dan kepatuhan masyarakat. Terlebih, disiplin masyarakat laksanakan protkes digalakkan dilakukan bersamaan dengan operasi yustisi oleh Polri TNI dan aparat pemda Satpol PP disertai sanksi secara terukur di lapangan.

"Vaksinasi harus dibarengi kesadaran rakyat untuk jalankan 3 M plus 2 M menghindari kerumunan dan membatasi mobilitas," tegasnya.

Ia menambahkan, dukungan para tokoh bangsa lintas sektor dan daerah untuk mengajak rakyat sukseskan vaksinasi dan tetap disiplin jalankan protokol kesehatan 3 M plus 2 M harus tetap dijalankan secara konsisten dan jangan kendor sampai pandemi benar benar bisa dikendalikan.

Sebelumnya diberitakan, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) resmi mengeluarkan izin penggunaan darurat atau emergency use authorization vaksin Covid-19 Sinovac.

Pemberian EUA ini tepat dua hari sebelum vaksinasi COVID-19 serentak dilakukan di Indonesia, yakni 13 Januari 2021 mendatang.

"Pada Senin 11 Januari, Badan POM memberikan emergency use authorization pada kondisi emergency untuk vaksin CoronaVac produksi Sinovac yg bekerjasama dengan Bio Farma," kata Kepala BPOM Penny K Lukito, dalam konferensi pers daring, Senin (11/1/2021). ***

wwwwww