Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
FASTA DKI-Sispala Desak Penegakan Hukum Karhutla Tanpa Kompromi
Lingkungan
12 jam yang lalu
FASTA DKI-Sispala Desak Penegakan Hukum Karhutla Tanpa Kompromi
2
Tolak Konser Andrea Bocelli di Jakarta, Dailami Minta Pemerintah Tegas
Hiburan
12 jam yang lalu
Tolak Konser Andrea Bocelli di Jakarta, Dailami Minta Pemerintah Tegas
3
Darije Kalezic Kecewa, Rizky Eka Tetap Minta Dukungan Suporter PSM
Sepakbola
7 jam yang lalu
Darije Kalezic Kecewa, Rizky Eka Tetap Minta Dukungan Suporter PSM
4
Kerapatan Adat Nagai Silaut Perjuangkan Keadilan Status Tanah
Hukum
7 jam yang lalu
Kerapatan Adat Nagai Silaut Perjuangkan Keadilan Status Tanah
5
Bikin Rame CFD Sudirman, Massa 'Geruduk' Imigrasi Jakbar
Umum
6 jam yang lalu
Bikin Rame CFD Sudirman, Massa Geruduk Imigrasi Jakbar
6
Pujian Cara Pemain Bali United Berjuang Raih Kemenangan Tandang Perdana
Sepakbola
7 jam yang lalu
Pujian Cara Pemain Bali United Berjuang Raih Kemenangan Tandang Perdana
Home  /  Berita  /  Olympic

Ombak Besar Mirip Tsunami Terjang Manado, Warga Berhamburan, Begini Penampakannya

Ombak Besar Mirip Tsunami Terjang Manado, Warga Berhamburan, Begini Penampakannya
Tangkapan layar dari salah satu video air rob yang menerpa kawasan bisnis Mega Mas di Manado, Ahad (17/1/2021) sore. (berita manado/suara.com)
Senin, 18 Januari 2021 09:33 WIB
MANADO -- Ombak besar mirip gelombang tsunami menerjang Kota Manado, Sulawesi Utara, sejak Ahad (17/1/202) sore hingga malam.

Dalam video yang beredar, tampak air laut mengalir deras di jalan raya dan masuk ke halaman pertokoan. Membuat warga yang berada di sekitar lokasi panik dan berusaha menyelamatkan diri.

Warga yang ketakutan dan panik melihat terjangan air tersebut terlihat berhamburan menyelamatkan diri.

Dikutip dari suara.com, prakirawan BMKG Esti Kristantri, mengatakan, gelombang tinggi memang sering terjadi di musim penghujan akibat angin muson Asia.

Dituturkannya, beberapa hari terakhir di Kota Manado hujannya deras. Sehingga sebagian besar aliran air dari daratan bermuara di Teluk Manado.

Gelombang tinggi diperkirakan akan terus terjadi sepanjang musim hujan ini. Mulai bulan Januari hingga Februari. ''Maret mulai berkurang,'' kata Esti kepada SuaraSulsel.id, Senin (18/1/2021).

Esti mengatakan, data BMKG memperlihatkan ada tekanan rendah di Filipina yang menyebabkan angin bertiup kencang sehingga memicu tingginya gelombang laut.

Dilansir Beritamanado.com -- jaringan suara.com, air rob yang menerpa kawasan bisnis Mega Mas Manado, Ahad (17/1/2021), sejak sore hingga malam membuat warga panik.

Air laut tumpah ke ruas jalan dan nyaris masuk ke sejumlah pertokoan yang terletak di pinggiran pantai.

Air laut setinggi betis orang dewasa memenuhi halaman parkir pusat perbelanjaan.

''Aer nae, aer nae. Maso, maso jo, kunci pintu tahang itu aer,'' teriak salah seorang warga.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulawesi Utara Joi Oroh juga mengatakan, air rob terjadi sejak sore.

''Kami akan koordinasi dengan BMKG dahulu. Tapi sudah ada tim di lapangan dan melakukan upaya lebih lanjut,'' ungkap Joi Oroh.***

Editor:hasan b
Sumber:suara.com
Kategori:Olympic
wwwwww