Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
Nasional
22 jam yang lalu
DPR Siapkan Jalan, DKPP Didorong Lebih Kuat hingga Daerah
2
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
Nasional
22 jam yang lalu
DKPP Bidik Kemandirian, Sekretariat Daerah Jadi Agenda Mendesak
3
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
Nasional
22 jam yang lalu
Firman Soebagyo: Indonesia Emas 2045 Bukan Hadiah, tetapi Harus Diperjuangkan
4
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
Nasional
23 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Bersikap Proporsional Terkait MSCI
5
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
KONI
22 jam yang lalu
Fokus PON, KONI Pusat Selaraskan Program Kerja dengan Kemenpora
6
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
KONI
22 jam yang lalu
Pesilat Ayudiah Meninggal di PORPROV Jateng 2026, KONI Pusat Tegaskan Keselamatan Atlet Nomor Satu
Home  /  Berita  /  Badminton

Raja India Jumpai Nabi Muhammad SAW Setelah Lihat Bulan Terbelah, Begini Kisahnya

Raja India Jumpai Nabi Muhammad SAW Setelah Lihat Bulan Terbelah, Begini Kisahnya
Ilustrasi bulan terbelah. (wikipedia.org)
Selasa, 19 Januari 2021 07:20 WIB
BULAN terbelah merupakan salah satu mukjizat yang diberikan Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW. Kisah ajaib yang terjadi menjelang Rasulullah SAW hijrah ke Madinah ini difirmankan Allah SWT dalam Alquran, surat Al-Qomar ayat 1.

Dikutip dari Republika.co.id yang melansir dari laman Mawdoo, Senin (18/1), dalam sejarah India juga tercatat peristiwa terbelahnya bulan itu. Seorang raja di India bernama Chakrawati Farmas memiliki kaitan dengan peristiwa tersebut.

Dalam naskah sejarah India kuno, disebutkan bahwa Raja Chakrawati menjadi saksi atas peristiwa terbelahnya bulan saat itu. Dia diceritakan melakukan pengamatan dan pengkajian atas fenomena tersebut. 

Setelahnya, Raja Chakrawati bertanya-tanya tentang mengapa sampai terjadi fenomena terbelahnya bulan. Kemudian, dia mengetahui bahwa ada ramalan soal datangnya seorang Nabi dari Arab.

Menyadari hal itu, Raja Chakrawati lantas menyerahkan jabatannya kepada putranya untuk meneruskan roda kepemimpinan di kerajaan. Ini dilakukan agar dia bisa berangkat menemui sosok yang menjadi Nabi itu, dalam hal ini adalah Nabi Muhammad SAW.

Naskah kuno yang memberi penjelasan tersebut tercantum dalam buku Mu'jizat Insyiqoq al-Qomar atau The Miracle of The Split in The Moon. Buku ini ditulis Qastas Ibrahim Al-Nu'aimi.

Peristiwa terbelahnya bulan menjadi salah satu mukjizat Allah SWT atas kebenaran risalah yang dibawa Nabi Muhammad SAW. 

Para sahabat ketika itu melihat Gunung Hira berada di antara dua celah pada bagian bulan yang terbelah.

Peristiwa tersebut terjadi sebelum hijrahnya Nabi Muhammad SAW ke Madinah. Saat itulah orang-orang kafir di Makkah bertanya kepada Nabi SAW tentang sebuah ayat yang menunjukkan ketulusan dan kenabiannya. Dalam hadits riwayat Bukhari dari jalur Anas bin Malik, disebutkan: 

'Penduduk Makkah meminta kepada Rasulullah SAW agar beliau menunjukkan tanda-tanda (mukjizat). Maka beliau memperlihatkan kepada mereka di mana bulan terbelah menjadi dua bagian hingga dapat terlihat Gua Hira dari celah di antaranya.''  

Mukjizat itu dianggap sebagai salah satu tanda kiamat dan Nabi SAW mengetahui terjadinya hal itu. Dalam hadits sahih, disebutkan: 

''Ada lima perkara yang telah berlalu (terjadi), yaitu (kemenangan) Romawi (atas Persia), Ad-Dukhan (awan putih), Al-Lizam, Al-Batsyah, dan Al-Qamar (terbelahnya rembulan).''

Peristiwa terbelahnya bulan ini juga tercatat di dalam Alquran sebagaimana firman Allah SWT dalam surat Al-Qomar ayat 1: 

''Telah dekat datangnya saat itu dan telah terbelah bulan.''

Namun orang-orang Musyrik tetap menyangkal kenabian Nabi Muhammad SAW dan menyebutnya sebagai sihir.***

Editor:hasan b
Sumber:republika.co.id
Kategori:Badminton
wwwwww