Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
Sepakbola
20 jam yang lalu
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
2
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
Non Olympic
19 jam yang lalu
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
3
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
Kemenpora
22 jam yang lalu
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
4
Demi Amankan Poin Hadapi Persija, Persita Lakukan Persiapan Matang
Sepakbola
18 jam yang lalu
Demi Amankan Poin Hadapi Persija, Persita Lakukan Persiapan Matang
5
Nyawa Atlet Di Ujung Bantingan (Edisi I)
Non Olympic
20 jam yang lalu
Nyawa Atlet Di Ujung Bantingan (Edisi I)
Home  /  Berita  /  Olympic

Jika Maju Pilpres 2024, JK Akan Gandeng Siapa? Anies, Ganjar, RK atau AHY

Jika Maju Pilpres 2024, JK Akan Gandeng Siapa? Anies, Ganjar, RK atau AHY
Mantan Wapres Jusuf Kalla saat bertemu Agus Harimurti Yudhoyono. (Foto: Istimewa)
Minggu, 24 Januari 2021 15:38 WIB
JAKARTA - Peluang Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Jusuf Kalla untuk berlaga pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 mendatang sangat terbuka lebar.

Namun, mantan Wapres dua periode itu masih harus mendongkrak elektabilitas untuk bisa tetap maju di Pilpres 2024.

Jika target elektoral itu belum tercapai maka Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) itu diyakini akan menggandeng figur yang memiliki elektabilitas tinggi.

Begitu kata Direktur Eksekutif Lingkar Madani (LIMA), Ray Rangkuti, seperti dilansir GoNews.co dari Kantor Berita Politik RMOL di Jakarta, Minggu (24/1/2024).

"JK dapat dipasangkan dengan anak muda yang sedang bersinar. Ada Ganjar Pranowo, Anies Baswedan, Ridwan Kamil, atau AHY," kata Ray Rangkuti.

Menurut Ray, usia bukanlah penghalang bagi JK untuk kembali mengikuti kontestasi Pilpres 2024.

Sebab pemimpin di negara lain seperti Mahatir Mohammad yang kembali terpilih sebagai Perdana Menteri Malaysia dan Joe Biden sebagai Presiden Amerika Serikat (AS) juga tidak lagi muda secara usia.

"Tak tertutup kemungkinan pasangan tua muda ini akan memberi optimisme yang kuat, khususnya bagi pemilih milenial," ucap pengamat politik jebolan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta ini.***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:Olympic, Voli, Metropolitan, DKI Jakarta
wwwwww