Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Survei Membuktikan! PDIP Wangi meski Belasan Ribu Cuit Ramaikan Tagar #PDIPJuaraKorupsi
Politik
24 jam yang lalu
Survei Membuktikan! PDIP Wangi meski Belasan Ribu Cuit Ramaikan Tagar #PDIPJuaraKorupsi
2
Incar Emas Keenam di PON Papua, Yana Komara Tak Terhalang Usia 
Olahraga
20 jam yang lalu
Incar Emas Keenam di PON Papua, Yana Komara Tak Terhalang Usia 
3
DPR: UU ITE Layak Direvisi dan Masuk Prolegnas 2021
Nasional
17 jam yang lalu
DPR: UU ITE Layak Direvisi dan Masuk Prolegnas 2021
4
Deretan Public Figur Ini Disunat saat Dewasa dengan Metode Gun Stapler
Umum
20 jam yang lalu
Deretan Public Figur Ini Disunat saat Dewasa dengan Metode Gun Stapler
5
Instruksi AHY ke Mahkamah Partai Demokrat: Pecat Kader yang Terbukti Berhianat!
Peristiwa
16 jam yang lalu
Instruksi AHY ke Mahkamah Partai Demokrat: Pecat Kader yang Terbukti Berhianat!
6
Elysa Fransiska Bongkar Kunci Yana Komara Tetap Eksis di Usia 49 Tahun
Olahraga
20 jam yang lalu
Elysa Fransiska Bongkar Kunci Yana Komara Tetap Eksis di Usia 49 Tahun
Home  /  Berita  /  Hukum

KRI Alamang-644 Gagalkan Pengangkutan Bahan Bakar Diduga Ilegal di Selat Singapura

KRI Alamang-644 Gagalkan Pengangkutan Bahan Bakar Diduga Ilegal di Selat Singapura
KRI Alamang-644 saat mengamankan dua unit kapal pembawa bahan bakar diduga ilegal di Selat Singapura, Selasa (26/1/2021). (foto: ist./tni al)
Rabu, 27 Januari 2021 17:15 WIB
BATAM - TNI Angkatan Laut dalam hal ini KRI Alamang-644, berhasil menggagalkan pengangkutan bahan bakar yang diduga ilegal di Selat Singapura, pada Selasa (26/1/2021). Dua unit kapal diamankan dalam operasi ini.

"KRI Alamang-644 melaksanakan pemeriksaan terhadap dua kapal yang diduga membawa bahan bakar illegal di Selat Singapura yakni KM. Ringgo Natuna 1 (GT 30) dengan muatan solar 10.000 liter dan KM. Sukses Sejahtera (GT 27) dengan muatan solar 8.000 liter," kata Danguskamla Koarmada I Laksma TNI Yayan Sofiyan dalam pernyataan pers yang diterima, Rabu (27/1/2021).

Yayan mengatakan, kedua kapal tersebut melakukan tindak pidana melanggar UU No. 17 Tahun 2008 tentang Pelayaran dengan membawa barang khusus/berbahaya berupa Solar tanpa dilengkapi dokumen dan tidak masuk daftar manifest, ABK tanpa buku pelaut, nahkoda tidak sesuai kecakapan terbatas 60 mil, dan alat keselamatan tidak lengkap.

Ads

Setelah dilakukan pemeriksaan awal, kata Yayan, kedua kapal tersebut kemudian dikawal menuju Lanal Tanjung Balai Karimun untuk dilaksanakan proses lebih lanjut.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:Umum, Hukum, GoNews Group, DKI Jakarta, Kepulauan Riau
wwwwww