Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Incar Emas Keenam di PON Papua, Yana Komara Tak Terhalang Usia 
Olahraga
20 jam yang lalu
Incar Emas Keenam di PON Papua, Yana Komara Tak Terhalang Usia 
2
DPR: UU ITE Layak Direvisi dan Masuk Prolegnas 2021
Nasional
18 jam yang lalu
DPR: UU ITE Layak Direvisi dan Masuk Prolegnas 2021
3
Deretan Public Figur Ini Disunat saat Dewasa dengan Metode Gun Stapler
Umum
20 jam yang lalu
Deretan Public Figur Ini Disunat saat Dewasa dengan Metode Gun Stapler
4
Elysa Fransiska Bongkar Kunci Yana Komara Tetap Eksis di Usia 49 Tahun
Olahraga
20 jam yang lalu
Elysa Fransiska Bongkar Kunci Yana Komara Tetap Eksis di Usia 49 Tahun
5
Instruksi AHY ke Mahkamah Partai Demokrat: Pecat Kader yang Terbukti Berhianat!
Peristiwa
17 jam yang lalu
Instruksi AHY ke Mahkamah Partai Demokrat: Pecat Kader yang Terbukti Berhianat!
6
Penguatan Ekonomi, Senator Emma Yohanna Ajak Perempuan Minang Mandiri
Ekonomi
20 jam yang lalu
Penguatan Ekonomi, Senator Emma Yohanna Ajak Perempuan Minang Mandiri
Home  /  Berita  /  Kesehatan

Sosialisasi Masif dan Akurat Salah Satu Kunci Suksesnya Vaksinasi Covid-19

Sosialisasi Masif dan Akurat Salah Satu Kunci Suksesnya Vaksinasi Covid-19
Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat. (foto: Istimewa)
Rabu, 27 Januari 2021 22:28 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Sosialisasi yang transparan dan akurat menjadi salah satu kunci dalam proses vaksinasi Covid-19 secara nasional. Demikian diungkapkan Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat dalam diskusi daring Forum Diskusi Denpasar 12 edisi khusus yang merelay program Media Group News Summit, Indonesia 2021-Solusi Maju Bersama, bertema Public Health: Vaccine What to Expect, Rabu (27/1/2021).

"Dengan informasi yang akurat dan masif muncul pengakuan kredibilitas, akhirnya menghasilkan empati dan kepercayaan masyarakat," katanya. 

Selain Lestari, dalam diskusi tersebut hadir Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin; Ketua Lembaga Ejikman, Amin Soebandrio sebagai narasumber.

Ads

Hadir juga sebagai panelis dalam diskusi tersebut Adi Utarini (Pakar Kesehatan UGM),
Tulus Abadi (Ketua Pengurus Harian YLKI), Jonathan Sudharta (CEO Halodoc), Aminuddin Syam (Dekan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanudin/FKM Unhas), Kuntjoro Adi Purjanto (Ketua Umum Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia/Persi) dan Philips Vermonte (Direktur Eksekutif CSIS).

Diakui Lestari, saat ini memang ada kelompok masyarakat yang sudah menyadari pentingnya vaksinasi, namun di sisi lain ada kelompok masyarakat memang sejak awal tidak percaya adanya Covid-19, apalagi vaksin. Data Media Research Center bahkan mencatat 46,3% masyarakat tidak yakin vaksinasi mampu mengatasi pandemi.

Menurut Rerie, sapaan akrab Lestari, bila problem vaksinasi dihadapi dengan mengedepankan semangat kebangsaan akan lebih mudah untuk mengatasinya.

Masyarakat, jelas anggota Majelis Tinggi Partai NasDem itu, diharapkan menempatkan upaya perubahan perilaku dan vaksinasi sebagai bagian dari upaya melindungi bangsa ini dari serbuan virus korona. Ibarat perang merebut kemerdekaan, jelas Rerie, saat ini kita lawan sebaran Covid-19 lewat vaksinasi dan perubahan perilaku sesuai protokol kesehatan.

Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin berpendapat, yang kita butuhkan saat ini adalah strategi untuk mengubah perilaku masyarakat sebelum dan sesudah pandemi menjadi perilaku yang sesuai dengan protokol kesehatan untuk mencegah paparan Covid-19. "Upaya ini harus menjadi gerakan masyarakat," ujarnya.

Selain itu, jelas Budi, perbaikan teknis diagnosa dalam hal testing, tracing dan isolasi.

Ketua Umum Persi, Kuntjoro Adi Purjanto berpendapat untuk memperkuat sosialisasi vaksinasi dan penanggulangan Covid-19 dengan memanfaatkan kolaborasi masyarakat dari tingkat RT hingga nasional. Dalam sosialisasi penanggulangan dan vaksinasi Covid-19, jelas Kuntjoro, gotong-royong antar komunitas sangat dibutuhkan saat ini.

Dekan FKM Unhas, Aminuddin Syam berpendapat pengendalian Covid-19 selain memerlukan vaksin biologis dengan berbagai merek juga vaksin sosial yang selama ini terus disosialisasikan dengan 3M (memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan dengan sabun). Dua vaksin itu, menurut Aminuddin, harus secara sinergi dijalankan.

Direktur Eksekutif CSIS, Philips Vermonte merinci sejumlah tantangan dalam pelaksanaan program vaksinasi Covid-19 secara nasional yaitu tantangan bidang administrasi dan regulasi, distribusi dan logistik, peran swasta dan tantangan mengubah mindset secara kultural.***

wwwwww