Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Kalahkan Brian Yang, Vito Melaju ke Perempatfinal
Olahraga
23 jam yang lalu
Kalahkan Brian Yang, Vito Melaju ke Perempatfinal
2
Surati Menkumham, Kapolri dan Menkopolhukam, AHY Minta KLB PD Ilegal di Sumut Dihentikan
Politik
21 jam yang lalu
Surati Menkumham, Kapolri dan Menkopolhukam, AHY Minta KLB PD Ilegal di Sumut Dihentikan
3
Kubu Pro dan Penolak KLB Demokrat Bentrok, Pegawai SPBU dan Sekuriti Terluka
Peristiwa
19 jam yang lalu
Kubu Pro dan Penolak KLB Demokrat Bentrok, Pegawai SPBU dan Sekuriti Terluka
4
Jika Moeldoko Berhasil Kudeta, Demokrat Bisa Dapat Jatah Menteri dari Jokowi
Politik
20 jam yang lalu
Jika Moeldoko Berhasil Kudeta, Demokrat Bisa Dapat Jatah Menteri dari Jokowi
5
Tok...! Moeldoko Ditetapkan KLB Kubu Kontra AHY Jadi Ketum Demokrat
Peristiwa
18 jam yang lalu
Tok...! Moeldoko Ditetapkan KLB Kubu Kontra AHY Jadi Ketum Demokrat
6
Izin Laga Timnas Keluar, Iwan Bule: Hanya 272 Orang Yang Boleh di Lapangan
Sepakbola
22 jam yang lalu
Izin Laga Timnas Keluar, Iwan Bule: Hanya 272 Orang Yang Boleh di Lapangan
Home  /  Berita  /  Olahraga

Marciano Norman: Pak Wismoyo Punya Keinginan Luhur Jadikan Olahraga Andalan

Marciano Norman: Pak Wismoyo Punya Keinginan Luhur Jadikan Olahraga Andalan
Mantan Ketua Umum KONI Pusat, Jenderal TNI (Purn) Wismoyo Arinsmunandar.
Kamis, 28 Januari 2021 12:37 WIB
Penulis: Azhari Nasution
JAKARTA - Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat Letjen TNI (Purn) Marciano Norman merasa kehilangan besar atas wafatnya Jenderal TNI (Purn) Widmoyo Arismunandar yang juga mantan Ketua Umum KONI Pusat. Menurut pandangan Marciano, Wismoyo meninggalkan warisan besar untuk olahraga nasional terutama cita-cita menjadikan olahraga sebagai salah satu pilar untuk mengangkat kejayaan Merah Putih di tingkat internasional.

“Saya dan keluarga besar KONI Pusat berserta seluruh jajarannya berduka cita yang mendalam atas meninggalkanya Bapak Wismoyo Arismunandar yang juga mantan Ketua Umum KONI Pusat dua periode dari 1995 – 1999 – 2003. Kita kehilangan besar karena beliau merupakan sosok yang penuh perhatian besar terhadap kejayaan olahraga Indonesia,” kata Marciano Norman melalui telepon dari Batam, Kepulauan Riau, Kamis (28/1/2021).

Widmoyo Arismunandar wafat di Rumah Sakit Pondok Indah, Jakarta, Kamis (28/1/2021) pagi. Jenazah mantan Kepala Staf Angkatan Darat itu dari rumah sakit akan disemayamkan di kediaman Jl Gempol no 10 Raya Bambu Apus Jakarta Timur. Baru selanjutnya dibawa ke Giribangun, Solo.

Ads

Kadispenad TNI Brigjen Nefra Firdaus membenarkan kabar duka tersebut saat dikonfirmasi, Kamis (28/1/2021). Wafatnya Wismoyo juga dikabarkan oleh Kepala Humas DPP PEPABRI Djoko Saksono melalui akun Faceboknya. Wismoyo Arismunandar disebutkan wafat karena sakit.

Menurut Marciano, perhatian dan keinginan besar Wismoyo untuk mengangkat prestasi dan kejayaan olahraga Indonesia terlihat jelas pada syair Lagu Mars Patriot yang diciptakan dan merupakan salah satu warisan dari kepemimpinan Wismoyo saat menjadi Ketua Umum KONI Pusat. “Kalau kita amati jelas yang tertulis dalam syair lagu Mars Patriot itu cita-cita Pak Wis. Itu kata-kata Pak Wis yang menginginkan kita, Indonesia dahsyat dan perkasa,” ujar Marciano.

Bahkan Marciano menekankan, keinginan Wismoyo itu bukan hanya digelorakan di olahraga. Saat menjadi KSAD, Wismoyo juga tidak kenal lelah menanamkan tentang kejayaan Indonesia sebagai negara yang besar dan kaya raya. “Waktu beliau menjadi Kasad, hampir di setiap asrama ada kata-kata yang menggugah semangat kebangsaan, kebanggaan dan kejayaan Indonesia,” ujar mantan Kepala BIN itu.

Marciano kembali menegaskan, Wismoyo mempunyai keinginan luhur untuk menjadikan olahraga sebagai salah satu andalan dalam mengangkat harkat dan martabat bangsa Indonesia. Karena itu Wismoyo selalu memotivasi agar insan olahraga bisa menghasilkan prestasi besar karena Indonesia adalah bangsa yang besar.

Selain itu disebutkan, Wismoyo juga menekankan, persahabatan merupakan warisan terbesar dari olahraga. Dari sini Wismoyo ingin menanamkan, dalam olahraga pershabatan merupakan yang utama. Dengan demikian, para insan olahraga diharapkan selalu menerapkan sikap kesatria.

“Yang menonjol lagi dari Pak Wismoyo tentu gaya kepemimpinannya yang kebapakan dan penuh perhatian kepada para jajarannya. Terutama perhatiannya sangat besar kepada para atlet yang merupakan putra-putri terbaik pilihan bangsa,” tutur suami dari Triwatty Marciano yang Ketua Umum Pengurus Pusat Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia (PP Pordasi).

Tidak ketinggalan, ujar Marciano, saat memimpin KONI Pusat, Wismoyo juga berjuang dan berhasil menunjukkan kemandirian KONI. Langkah yang juga menjadi program utama dari KONI Pusat saat ini. “Kita ingin mewujudkan kemandirian KONI sehingga kita bisa melangkah dengan percaya diri dan optimistis,” papar Marciano.

Ditegaskan olah mantan Pangdam Jaya itu, Wismoyo meninggalkan warisan besar untuk olahraga Indonesia. Dia mengimbau untuk mengenang dan meneruskan hal yang positif peninggalan Wismoyo khususnya untuk olahraga. Hal ini perlu menjadi cermin bagi KONI Pusat dan jajarannya di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota.

“Kita apresiasi apa yang telah dibuat Pak Wis untuk olahraga Indonesia. Kita harus menjadi Patriot Olahraga,” tegas lulusan Akademi Militer tahun 1978 itu. ***

wwwwww