Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Mabes Polri Cek Kabar Penangkapan Jenderal Bintang Empat di Mako Brimob Terkait Isu Penyadapan
Umum
18 jam yang lalu
Mabes Polri Cek Kabar Penangkapan Jenderal Bintang Empat di Mako Brimob Terkait Isu Penyadapan
2
Sashenka Ukir Sejarah, Pejudo Pertama dan Penyumbang Medali Pertama Indonesia
Olympic
15 jam yang lalu
Sashenka Ukir Sejarah, Pejudo Pertama dan Penyumbang Medali Pertama Indonesia
3
Era Baru, Kejurnas Kickboxing Indonesia 2026 Dikemas Dalam Sports Entertainment
Beladiri
12 jam yang lalu
Era Baru, Kejurnas Kickboxing Indonesia 2026 Dikemas Dalam Sports Entertainment
4
NOC Indonesia: Keselamatan Atlet Tidak Boleh Hanya Menjadi Komitmen di Atas Kertas
KOI
13 jam yang lalu
NOC Indonesia: Keselamatan Atlet Tidak Boleh Hanya Menjadi Komitmen di Atas Kertas
5
Okto Dorong Indonesia Jadi Tuan Rumah World Championships Skateboarding
KOI
13 jam yang lalu
Okto Dorong Indonesia Jadi Tuan Rumah World Championships Skateboarding
6
Soroti RUU Perampasan Aset di Parlemen, Jamdatun Peringatkan Potensi Penyalahgunaan Wewenang Negara
Umum
20 jam yang lalu
Soroti RUU Perampasan Aset di Parlemen, Jamdatun Peringatkan Potensi Penyalahgunaan Wewenang Negara
Home  /  Berita  /  Metropolitan

Facebook Hapus Laman Militer Myanmar

Facebook Hapus Laman Militer Myanmar
Ilustrasi halaman Facebook. (gambar: ist./verticalresponse.com)
Minggu, 21 Februari 2021 12:47 WIB
NAYPYIDAW - Penyelenggara media sosial, Facebook, menghapus laman utama militer Myanmar, halaman 'Berita Benar', karena melanggar larangan hasutan kekerasan. Laman itu, tak lagi tersedia di Facebook pada Minggu (21/2/2021).

"Kami telah menghapus Halaman Tim Informasi 'Berita Benar' Tatmadaw dari Facebook," kata otoritas Facebook dikutip GoNews.co dari reuters.com, Minggu.

Militer Myanmar dikenal sebagai Tatmadaw. Juru bicara mereka belum memberi keterangan saat berita ini dibuat.

Sebelumnya, dua orang tewas di kota kedua Myanmar, Mandalay, Sabtu (20/2/2021) ketika polisi dan tentara menembaki pengunjuk rasa yang menentang kudeta militer atas pemerintah terpilih Aung San Suu Kyi.

Lansiran itu menyebut, Facebook dalam beberapa tahun terakhir telah terlibat dengan aktivis hak-hak sipil dan partai politik demokratis di Myanmar dalam melawan militer.

70 akun palsu dan jaringannya, serta laman yang dioperasikan oleh anggota militer yang mengunggah konten positif tentang tentara atau kritik terhadap Suu Kyi dan partainya, dihapus oleh Facebook jelang pemilihan umum November 2020.

Pada 2018, media sosial itu pernah melarang panglima militer Min Aung Hlaing (yang sekarang berkuasa saat ini) dan 19 perwira serta organisasi senior lainnya. Facebook juga telah menghapus ratusan halaman dan akun yang dijalankan oleh anggota militer untuk perilaku tidak autentik yang terkoordinasi.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:Metropolitan, Basket, Badminton, DKI Jakarta
wwwwww