Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Komnas HAM dan Polri Jajaki Mekanisme Kerjasama Penanganan Kasus ITE
Nasional
19 jam yang lalu
Komnas HAM dan Polri Jajaki Mekanisme Kerjasama Penanganan Kasus ITE
2
Anggota IPW Tersangka Kasus ITE, Selanjutnya Tergantung Pelapor
Hukum
18 jam yang lalu
Anggota IPW Tersangka Kasus ITE, Selanjutnya Tergantung Pelapor
3
Eks Menteri KP dari Gerindra Siap Dihukum Mati, KPK: Majelis Hakim yang Memutuskan
Hukum
17 jam yang lalu
Eks Menteri KP dari Gerindra Siap Dihukum Mati, KPK: Majelis Hakim yang Memutuskan
4
Survei Membuktikan! PDIP Wangi meski Belasan Ribu Cuit Ramaikan Tagar #PDIPJuaraKorupsi
Politik
16 jam yang lalu
Survei Membuktikan! PDIP Wangi meski Belasan Ribu Cuit Ramaikan Tagar #PDIPJuaraKorupsi
5
Incar Emas Keenam di PON Papua, Yana Komara Tak Terhalang Usia 
Olahraga
12 jam yang lalu
Incar Emas Keenam di PON Papua, Yana Komara Tak Terhalang Usia 
6
Deretan Public Figur Ini Disunat saat Dewasa dengan Metode Gun Stapler
Umum
11 jam yang lalu
Deretan Public Figur Ini Disunat saat Dewasa dengan Metode Gun Stapler
Home  /  Berita  /  Politik

Facebook Hapus Laman Militer Myanmar

Facebook Hapus Laman Militer Myanmar
Ilustrasi halaman Facebook. (gambar: ist./verticalresponse.com)
Minggu, 21 Februari 2021 12:47 WIB
NAYPYIDAW - Penyelenggara media sosial, Facebook, menghapus laman utama militer Myanmar, halaman 'Berita Benar', karena melanggar larangan hasutan kekerasan. Laman itu, tak lagi tersedia di Facebook pada Minggu (21/2/2021).

"Kami telah menghapus Halaman Tim Informasi 'Berita Benar' Tatmadaw dari Facebook," kata otoritas Facebook dikutip GoNews.co dari reuters.com, Minggu.

Militer Myanmar dikenal sebagai Tatmadaw. Juru bicara mereka belum memberi keterangan saat berita ini dibuat.

Ads

Sebelumnya, dua orang tewas di kota kedua Myanmar, Mandalay, Sabtu (20/2/2021) ketika polisi dan tentara menembaki pengunjuk rasa yang menentang kudeta militer atas pemerintah terpilih Aung San Suu Kyi.

Lansiran itu menyebut, Facebook dalam beberapa tahun terakhir telah terlibat dengan aktivis hak-hak sipil dan partai politik demokratis di Myanmar dalam melawan militer.

70 akun palsu dan jaringannya, serta laman yang dioperasikan oleh anggota militer yang mengunggah konten positif tentang tentara atau kritik terhadap Suu Kyi dan partainya, dihapus oleh Facebook jelang pemilihan umum November 2020.

Pada 2018, media sosial itu pernah melarang panglima militer Min Aung Hlaing (yang sekarang berkuasa saat ini) dan 19 perwira serta organisasi senior lainnya. Facebook juga telah menghapus ratusan halaman dan akun yang dijalankan oleh anggota militer untuk perilaku tidak autentik yang terkoordinasi.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:Politik, Internasional, GoNews Group, DKI Jakarta
wwwwww