Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Drawing Pembagian Grup Piala Menpora 2021 Digelar Pekan Depan
Sepakbola
18 jam yang lalu
Drawing Pembagian Grup Piala Menpora 2021 Digelar Pekan Depan
2
'Database' TNI-Polri Mengonfirmasi Seorang Korban Tewas di Baku Tembak di Mimika adalah Danton TPN OPM
Peristiwa
18 jam yang lalu
Database TNI-Polri Mengonfirmasi Seorang Korban Tewas di Baku Tembak di Mimika adalah Danton TPN OPM
3
Bicara Tenis Meja, Ling Ling Agustin: Itu Banyolan Doang
Olahraga
9 jam yang lalu
Bicara Tenis Meja, Ling Ling Agustin: Itu Banyolan Doang
4
Dibekukan OJK, Masyarakat Diminta tidak Gunakan 51 Pinjaman Online Ilegal Berikut Ini
Ekonomi
18 jam yang lalu
Dibekukan OJK, Masyarakat Diminta tidak Gunakan 51 Pinjaman Online Ilegal Berikut Ini
5
PSIS Sukses Rekrut 8 Pemain Yang Jadi Target
Sepakbola
17 jam yang lalu
PSIS Sukses Rekrut 8 Pemain Yang Jadi Target
6
Krisna Bayu Sarankan Lifter Deni Minta Maaf
Olahraga
15 jam yang lalu
Krisna Bayu Sarankan Lifter Deni Minta Maaf
Home  /  Berita  /  MPR RI

Partisipasi Masyarakat untuk Cegah Penyebaran Covid-19 di Wilayah Bencana Perlu Ditingkatkan

Partisipasi Masyarakat untuk Cegah Penyebaran Covid-19 di Wilayah Bencana Perlu Ditingkatkan
Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat (tengah) saat memberikan paparan terkait Covid-19. (foto: Istimewa)
Minggu, 21 Februari 2021 14:39 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Peningkatan partisipasi masyarakat dan petugas di tingkat RT/RW pada masa perpanjangan PPKM skala mikro merupakan langkah strategis dalam pengendalian penyebaran Covid-19, di tengah ancaman bencana alam akibat cuaca ekstrim yang terjadi beberapa hari terkahir.

Demikian diungkapkan Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat dalam keterangan tertulisnya, yang diterima redaksi GoNews.co pada Minggu (22/2/2021).

"Upaya pengendalian penyebaran Covid-19 di sejumlah daerah saat ini menghadapi tantangan yang kompleks. Selain harus menegakkan disiplin masyarakat jalankan protokol kesehatan juga harus menghadapi dampak bencana banjir di sejumlah daerah," kata Rerie sapaan akrabnya.

Ads

Rerie juga berharap, peningkatan partisipasi masyatakat dan petugas di lingkungan RT/RW mampu menciptakan sistem pengawasan yang lebih intensif dalam penerapan protokol kesehatan dan pelaksanaan testing, tracing dan treatment (3T) di setiap lingkungan tempat tinggal.

Keberadaan petugas di tingkat RT/RW, tambah Rerie, semakin penting di saat potensi bencana alam semakin tinggi, seiring datangnya cuaca ekstrem di sejumlah daerah di tanah air.

"Untuk menginisiasi peningkatan partisipasi masyarakat di tingkat mikro di tengah ancaman bencana alam ini sangat membutuhkan campur tangan para pemangku kepentingan di daerah," urainya.

Apalagi, menurut Rerie, akhir pekan ini pemerintah juga memutuskan untuk memperpanjang pelaksanaan PPKM skala mikro di Jawa-Bali hingga 8 Maret mendatang.

Anggota Majelis Tinggi Partai NasDem itu beralasan, berdasarkan catatan Satgas Penanganan Covid-19 sejumlah indikator pengendalian penyebaran Covid-19 menunjukkan hasil yang menggembirakan dalam pelaksanaan PPKM skala mikro dua pekan terakhir.

Indikator itu antara lain, kasus positif nasional turun hingga 17,27%, bed occupancy rate (BOR) juga turun di bawah 70%. Tingkat kesembuhan pasien positif juga meningkat di Jabar, DKI Jakarta, DI Yogyakarta dan Jatim. Selain itu, tren kepatuhan masyarakat terhadap protokol kesehatan juga meningkat di seluruh provinsi hingga 87%-88%.

Rerie yakin keterlibatan aktif masyarakat dan para petugas di tingkat RT/RW mampu meningkatkan efektivitas 3T dan kelancaran program vaksinasi Covid-19 secara nasional, sehingga upaya pengendalian penyebaran virus korona segera membuahkan hasil maksimal.

"Selain, solidaritas dan kepedulian masyarakat dalam membantu sesama juga sangat diharapkan agar dampak sosial dari bencana alam yang terjadi bisa segera diatasi, sehingga masyarakat terdampak bencana juga terhindar dari paparan virus corona," pungkasnya.***

wwwwww