Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Drawing Pembagian Grup Piala Menpora 2021 Digelar Pekan Depan
Sepakbola
19 jam yang lalu
Drawing Pembagian Grup Piala Menpora 2021 Digelar Pekan Depan
2
'Database' TNI-Polri Mengonfirmasi Seorang Korban Tewas di Baku Tembak di Mimika adalah Danton TPN OPM
Peristiwa
19 jam yang lalu
Database TNI-Polri Mengonfirmasi Seorang Korban Tewas di Baku Tembak di Mimika adalah Danton TPN OPM
3
Bicara Tenis Meja, Ling Ling Agustin: Itu Banyolan Doang
Olahraga
10 jam yang lalu
Bicara Tenis Meja, Ling Ling Agustin: Itu Banyolan Doang
4
Dibekukan OJK, Masyarakat Diminta tidak Gunakan 51 Pinjaman Online Ilegal Berikut Ini
Ekonomi
19 jam yang lalu
Dibekukan OJK, Masyarakat Diminta tidak Gunakan 51 Pinjaman Online Ilegal Berikut Ini
5
PSIS Sukses Rekrut 8 Pemain Yang Jadi Target
Sepakbola
18 jam yang lalu
PSIS Sukses Rekrut 8 Pemain Yang Jadi Target
6
Krisna Bayu Sarankan Lifter Deni Minta Maaf
Olahraga
16 jam yang lalu
Krisna Bayu Sarankan Lifter Deni Minta Maaf
Home  /  Berita  /  Kesehatan

Ketidakpercayaan Tertinggi pada Efektivitas Vaksin Ada di Minang, Bugis dan Melayu

Ketidakpercayaan Tertinggi pada Efektivitas Vaksin Ada di Minang, Bugis dan Melayu
Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo alias Jokowi saat divaksin pencegahan Covid-19 di Istana Negara, Jakarta, 13 Januari 2021. (gambar: ist. tangkapan layar video setpres)
Selasa, 23 Februari 2021 15:58 WIB
JAKARTA - Mayoritas (92, 8) persen masyarakat Indonesia mengetahui adanya program vaksinasi pencegahan Covid-19, tapi hanya 46,1 persen masyarakat yang percaya bahwa vaksin dapat mencegah mereka dari tertular virus corona.

Hal tersebut menjadi potret umum hasil penelitian LSI (Lembaga Survei Indonesia) terhadap 2300 responden di 11 provinsi yang dianalisis sepanjang 25 - 31 Januari 2021.

Lebih jauh, ketidakpercayaan masyarakat bahwa vaksin dapat mencegah mereka dari tertular virus corona paling sedikit terjadi di kelompok non muslim, kemudian etnis Batak, masyarakat berpendidikan tinggi, masyarakat di zona Banten, Jawa Tengah, dan Kalimantan. Artinya, kepercayaan kelompok-kelompok dan zona ini terhadap efektivitas vaksin lebih tinggi.

Ads

Laporan LSI yang dikurasi GoNews.co pada Selasa (23/2/2021) menyebut, di kelompok non muslim ada sebanyak 33,6 persen yang menyatakan tidak percaya bahwa vaksin dapat mencegah dari tertular corona. Di etnis Batak, 20,2 persen masyarakat yang tidak percaya. Di kelompok berpendidikan tinggi ada sebanyak 39,8 persen yang tidak percaya.

Sementara di zona Banten, Jawa Tengah dan Kalimantan, ketidakpercayaan masyarakat terhadap vaksin masing-masing tercatat sebanyak, 34,8 persen (Banten), 36,3 persen (Jawa Tengah), 34,2 persen (Kalimantan). Dan yang percaya hanya tercatat sebanyak, 54,9 persen (Banten), 52,7 persen (Jawa Tengah), 53,6 persen (Kalimantan).

Hasil penelitian juga mencatat, ketidakpercayaan terhadap efektivitas vaksin tertinggi terjadi di kelompok etnis Minang, Bugis, Melayu. Ketidakpercayaan mereka terhadap efektivitas vaksin, masing-masing berada di atas angka 62,9 persen.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:DKI Jakarta, Kesehatan, Nasional
wwwwww