Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
BMKG: Cuaca Jabodetabek Hari Ini Berpotensi Hujan Ringan
Metropolitan
15 jam yang lalu
BMKG: Cuaca Jabodetabek Hari Ini Berpotensi Hujan Ringan
2
Subsidi Klub Futsal Masih Menunggak, Tirta Lunggana: Kami Sangat Kecewa
Sepakbola
24 jam yang lalu
Subsidi Klub Futsal Masih Menunggak, Tirta Lunggana: Kami Sangat Kecewa
3
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
Metropolitan
7 jam yang lalu
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
4
Kemenperin Catat Indeks Industri Makanan Capai Rekor Tertinggi pada Oktober 2026 Berkat Pesanan Ekspor
Ekonomi
9 jam yang lalu
Kemenperin Catat Indeks Industri Makanan Capai Rekor Tertinggi pada Oktober 2026 Berkat Pesanan Ekspor
5
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
Sepakbola
4 jam yang lalu
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
6
Wapres Gibran Rakabuming Siap Buka Dokumen Pendidikan di PTUN, Tolak Gugatan Dicabut
Umum
9 jam yang lalu
Wapres Gibran Rakabuming Siap Buka Dokumen Pendidikan di PTUN, Tolak Gugatan Dicabut
Home  /  Berita  /  SEA Games

Ketidakpercayaan Tertinggi pada Efektivitas Vaksin Ada di Minang, Bugis dan Melayu

Ketidakpercayaan Tertinggi pada Efektivitas Vaksin Ada di Minang, Bugis dan Melayu
Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo alias Jokowi saat divaksin pencegahan Covid-19 di Istana Negara, Jakarta, 13 Januari 2021. (gambar: ist. tangkapan layar video setpres)
Selasa, 23 Februari 2021 15:58 WIB
JAKARTA - Mayoritas (92, 8) persen masyarakat Indonesia mengetahui adanya program vaksinasi pencegahan Covid-19, tapi hanya 46,1 persen masyarakat yang percaya bahwa vaksin dapat mencegah mereka dari tertular virus corona.

Hal tersebut menjadi potret umum hasil penelitian LSI (Lembaga Survei Indonesia) terhadap 2300 responden di 11 provinsi yang dianalisis sepanjang 25 - 31 Januari 2021.

Lebih jauh, ketidakpercayaan masyarakat bahwa vaksin dapat mencegah mereka dari tertular virus corona paling sedikit terjadi di kelompok non muslim, kemudian etnis Batak, masyarakat berpendidikan tinggi, masyarakat di zona Banten, Jawa Tengah, dan Kalimantan. Artinya, kepercayaan kelompok-kelompok dan zona ini terhadap efektivitas vaksin lebih tinggi.

Laporan LSI yang dikurasi GoNews.co pada Selasa (23/2/2021) menyebut, di kelompok non muslim ada sebanyak 33,6 persen yang menyatakan tidak percaya bahwa vaksin dapat mencegah dari tertular corona. Di etnis Batak, 20,2 persen masyarakat yang tidak percaya. Di kelompok berpendidikan tinggi ada sebanyak 39,8 persen yang tidak percaya.

Sementara di zona Banten, Jawa Tengah dan Kalimantan, ketidakpercayaan masyarakat terhadap vaksin masing-masing tercatat sebanyak, 34,8 persen (Banten), 36,3 persen (Jawa Tengah), 34,2 persen (Kalimantan). Dan yang percaya hanya tercatat sebanyak, 54,9 persen (Banten), 52,7 persen (Jawa Tengah), 53,6 persen (Kalimantan).

Hasil penelitian juga mencatat, ketidakpercayaan terhadap efektivitas vaksin tertinggi terjadi di kelompok etnis Minang, Bugis, Melayu. Ketidakpercayaan mereka terhadap efektivitas vaksin, masing-masing berada di atas angka 62,9 persen.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:DKI Jakarta, SEA Games, Nasional
wwwwww