Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Pecat Direksi dan Tuding Pengisi Kajian Ramadan Radikal, PT Pelni Minta Maaf
Peristiwa
8 jam yang lalu
Pecat Direksi dan Tuding Pengisi Kajian Ramadan Radikal, PT Pelni Minta Maaf
2
Talk Coffee Solusi Tempat Nongkrong Baru di Depok, Monica: Bismillah Kita Jalan
Ekonomi
24 jam yang lalu
Talk Coffee Solusi Tempat Nongkrong Baru di Depok, Monica: Bismillah Kita Jalan
3
Dirut RSUD Arifin Achmad Klaim Tak Minta Biaya Dedek Bayi Pengidap Omfalokel
Umum
23 jam yang lalu
Dirut RSUD Arifin Achmad Klaim Tak Minta Biaya Dedek Bayi Pengidap Omfalokel
4
Abraham Cetak 20 Angka, Prawira Tundukkan West Bandits
Olahraga
24 jam yang lalu
Abraham Cetak 20 Angka, Prawira Tundukkan West Bandits
5
Dragan Djukanovic Tunggu Keputusan Manajemen
Sepakbola
8 jam yang lalu
Dragan Djukanovic Tunggu Keputusan Manajemen
6
Kelengahan di Lini Pertahanan Penyebab Kegagalan Barito Kata Djanur
Sepakbola
8 jam yang lalu
Kelengahan di Lini Pertahanan Penyebab Kegagalan Barito Kata Djanur
Home  /  Berita  /  Olahraga

Okto: NOC Indonesia Akan Jadi Pelayan Anggota

Okto: NOC Indonesia Akan Jadi Pelayan Anggota
Ketua NOC Indonesia, Raja Sapta Oktohari. (Foto: NOC Indonesia)
Senin, 01 Maret 2021 20:37 WIB
Penulis: Azhari Nasution
JAKARTA - Rapat Anggota Tahunan (RAT) Komite Olimpiade Indonesia (NOC Indonesia) yang digelar secara virtual, Senin (1/3/2021) membawa warna baru. Hal ini terlihat dari penyataan Ketua Umum NOC Indonesia, Raja Sapta Oktohari yang menyebut NOC Indonesia akan menempatkan diri sebagai pelayan bagi cabang olahraga (cabor) yang menjadi anggota NOC Indonesia.

"Saya tegaskan bahwa posisi NOC Indonesia adalah pelayan anggotanya. Dengan menjadi pelayan, hingga semua bentuk fasilitas yang kami miliki adalah hak-hak cabor yang menjadi anggota NOC Indonesia," kata Okto, panggilan akrab Raja Sapta Oktohari.

Sebagai pelayan, kata Okto, NOC Indonesia akan memperjuangkan keinginan induk-induk organisasi olahraga (PB/PP) agar cabornya tetap bisa dipertandingkancpada SEA Games Hanoi, Vietnam 2021. Untuk itu, NOC Indonesia akan mengadakan sesi khusus dan mengundang PB/PP agar dapat memaksimalkan komunikasi dengan federasi regionalnya di Asia Tenggara.

"Kami akan mengadakan seti khusus dengan mengundang PB/PP untuk memaksimalkan komunikasi dengan federasi regionalnya. Prinsipnya, NOC Indonesia akan memperjuangkan untuk memasukan cabor yang diusulkan agar dipertandingkan di SEA Games Hanoi 2021," jelasnya.

Bukan hanya memaksimalkan hubungan dengan federasi regional, kata Okto, NOC Indonesia juga akan berusaha memfasilitasi PB/PP dengan federasi Asia dan Internasional. Hal ini terkait dengan keinginan Indonesia yang akan mencalonkan diri sebagai tuan rumah Olimpiade 2032.

"Kami juga berkomitmen untuk memfasilitasi PB/PP dengan federasi Asia dan internasional. Sebagai negara ke-4 terbesar dan sukses Asian Games dan Asian Para Games semestinya kita lebih melibatkan diri di dalam komitmen-komitmen federasi internasional. Terlebih Indonesia akan jadi tuan rumah Olimpiade 2032," jelasnya.

Okto juga mengungkapkan NOC Indonesia telah diundang Dewan Olimpiade Asia (OCA) ke markas mereka pertengahan Maret nanti. Tujuannya, memperjuangkan eksistensi Indonesia agar lebih tampil di kancah dunia.

Berbicara masalah Olimpiade Tokyo 2021, Okto menegaskan bahwa pelaksanaannya sesuai jadwal yakni 23 Juli hingga 8 Agustus 2021 Makanya, dia mengucapkan terima kasih kepada Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) dan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) yang telah memprioritaskan vaksinasi bagi atlet pelatnas Olimpiade dan SEA Games Hanoi 2021.

"Terima kasih kepada pak Menpora Zainudin Amali dan jajarannya yang telah bekerja sama dengan Kemenkes memperjuangkan dan merealisasikan vaksinasi atlet, pelatih dan tenaga pendukung khususnya untuk yang akan berangkat ke Olimpiade Tokyo 2021 dan SEA Games Hanoi 2021," tutupnya. ***

wwwwww