Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Ketua Umum KONI Pusat Minta PB ABTI Satukan Indonesia Melalui Bola Tangan
KONI
21 jam yang lalu
Ketua Umum KONI Pusat Minta PB ABTI Satukan Indonesia Melalui Bola Tangan
2
NOC Indonesia Jadikan YOG Dakar 2026 Panggung Diplomasi Peluang Tuan Rumah Kualifikasi Olimpiade LA 2028
KOI
22 jam yang lalu
NOC Indonesia Jadikan YOG Dakar 2026 Panggung Diplomasi Peluang Tuan Rumah Kualifikasi Olimpiade LA 2028
3
Pemuda LIRA Desak Polri Terapkan Pasal Hukuman Mati Penyadap Presiden
Hukum
8 jam yang lalu
Pemuda LIRA Desak Polri Terapkan Pasal Hukuman Mati Penyadap Presiden
4
KONI Pusat Ajak Kementerian/Lembaga Bersinergi Sukseskan PON Pantai 2026
KONI
21 jam yang lalu
KONI Pusat Ajak Kementerian/Lembaga Bersinergi Sukseskan PON Pantai 2026
5
BMKG Ramalkan Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini
Metropolitan
9 jam yang lalu
BMKG Ramalkan Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini
6
Motivasi Tinggi PSIM Yogyakarta Jamu Dewa United FC
Sepakbola
21 jam yang lalu
Motivasi Tinggi PSIM Yogyakarta Jamu Dewa United FC
Home  /  Berita  /  Non Olympic

Okto: NOC Indonesia Akan Jadi Pelayan Anggota

Okto: NOC Indonesia Akan Jadi Pelayan Anggota
Ketua NOC Indonesia, Raja Sapta Oktohari. (Foto: NOC Indonesia)
Senin, 01 Maret 2021 20:37 WIB
Penulis: Azhari Nasution
JAKARTA - Rapat Anggota Tahunan (RAT) Komite Olimpiade Indonesia (NOC Indonesia) yang digelar secara virtual, Senin (1/3/2021) membawa warna baru. Hal ini terlihat dari penyataan Ketua Umum NOC Indonesia, Raja Sapta Oktohari yang menyebut NOC Indonesia akan menempatkan diri sebagai pelayan bagi cabang olahraga (cabor) yang menjadi anggota NOC Indonesia.

"Saya tegaskan bahwa posisi NOC Indonesia adalah pelayan anggotanya. Dengan menjadi pelayan, hingga semua bentuk fasilitas yang kami miliki adalah hak-hak cabor yang menjadi anggota NOC Indonesia," kata Okto, panggilan akrab Raja Sapta Oktohari.

Sebagai pelayan, kata Okto, NOC Indonesia akan memperjuangkan keinginan induk-induk organisasi olahraga (PB/PP) agar cabornya tetap bisa dipertandingkancpada SEA Games Hanoi, Vietnam 2021. Untuk itu, NOC Indonesia akan mengadakan sesi khusus dan mengundang PB/PP agar dapat memaksimalkan komunikasi dengan federasi regionalnya di Asia Tenggara.

"Kami akan mengadakan seti khusus dengan mengundang PB/PP untuk memaksimalkan komunikasi dengan federasi regionalnya. Prinsipnya, NOC Indonesia akan memperjuangkan untuk memasukan cabor yang diusulkan agar dipertandingkan di SEA Games Hanoi 2021," jelasnya.

Bukan hanya memaksimalkan hubungan dengan federasi regional, kata Okto, NOC Indonesia juga akan berusaha memfasilitasi PB/PP dengan federasi Asia dan Internasional. Hal ini terkait dengan keinginan Indonesia yang akan mencalonkan diri sebagai tuan rumah Olimpiade 2032.

"Kami juga berkomitmen untuk memfasilitasi PB/PP dengan federasi Asia dan internasional. Sebagai negara ke-4 terbesar dan sukses Asian Games dan Asian Para Games semestinya kita lebih melibatkan diri di dalam komitmen-komitmen federasi internasional. Terlebih Indonesia akan jadi tuan rumah Olimpiade 2032," jelasnya.

Okto juga mengungkapkan NOC Indonesia telah diundang Dewan Olimpiade Asia (OCA) ke markas mereka pertengahan Maret nanti. Tujuannya, memperjuangkan eksistensi Indonesia agar lebih tampil di kancah dunia.

Berbicara masalah Olimpiade Tokyo 2021, Okto menegaskan bahwa pelaksanaannya sesuai jadwal yakni 23 Juli hingga 8 Agustus 2021 Makanya, dia mengucapkan terima kasih kepada Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) dan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) yang telah memprioritaskan vaksinasi bagi atlet pelatnas Olimpiade dan SEA Games Hanoi 2021.

"Terima kasih kepada pak Menpora Zainudin Amali dan jajarannya yang telah bekerja sama dengan Kemenkes memperjuangkan dan merealisasikan vaksinasi atlet, pelatih dan tenaga pendukung khususnya untuk yang akan berangkat ke Olimpiade Tokyo 2021 dan SEA Games Hanoi 2021," tutupnya. ***

wwwwww