Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Kasus Sadap Terungkap, Ical Syamsudin: Kontra Intelijen Prabowo Berjalan
Hukum
19 jam yang lalu
Kasus Sadap Terungkap, Ical Syamsudin: Kontra Intelijen Prabowo Berjalan
2
Jika Presiden Diduga Disadap Ilegal, SGY Pertanyakan Perlindungan Privasi Rakyat
Hukum
15 jam yang lalu
Jika Presiden Diduga Disadap Ilegal, SGY Pertanyakan Perlindungan Privasi Rakyat
3
Mantan Presiden SBY Soroti Penyadapan Prabowo Subianto, Tiga Jenderal Polisi Resmi Ditahan
Umum
16 jam yang lalu
Mantan Presiden SBY Soroti Penyadapan Prabowo Subianto, Tiga Jenderal Polisi Resmi Ditahan
4
Asael dan Sashenka Buktikan Atlet Muda Indonesia Berpotensi Bersaing di Panggung Dunia
Olympic
12 jam yang lalu
Asael dan Sashenka Buktikan Atlet Muda Indonesia Berpotensi Bersaing di Panggung Dunia
5
KJP Plus dan KJMU Mulai Cair 3 November, Total Anggaran Capai Rp164,67 Miliar
Metropolitan
11 jam yang lalu
KJP Plus dan KJMU Mulai Cair 3 November, Total Anggaran Capai Rp164,67 Miliar
6
Ketua Umum PB KAMI Dukung Langkah Tegas Kapolri Bersihkan Institusi
Hukum
21 jam yang lalu
Ketua Umum PB KAMI Dukung Langkah Tegas Kapolri Bersihkan Institusi
Home  /  Berita  /  Sepakbola

Indra Sjafri Bilang Sepakbola Harus Bergulir

Indra Sjafri Bilang Sepakbola Harus Bergulir
Direktur Teknik PSSI, Indra Sjafri.
Rabu, 03 Maret 2021 19:18 WIB
Penulis: Azhari Nasution
JAKARTA - Direktur Teknik PSSI, Indra Sjafri mengatakan bahwa kompetisi sepak bola harus segera bergulir. Meski saat ini Indonesia masih dalam pandemi Covid-19, masyarakat Indonesia membutuhkan hiburan dan juga kehidupan untuk pelaku yang bergerak di bidang sepak bola.

Hal ini menanggapi pernyataan dari Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane yang mengatakan bahwa ajang pra musim Piala Menpora seharusnya tidak digelar. Neta khawatir ajang Piala Menpora 2021 menjadi klaster baru Covid-19. Padahal dalam liga dunia manapun tidak pernah ada klaster di sepak bola. Yang ada ialah beberapa pemain terkena covid-19 karena aktivitas mereka di luar lapangan. Sebab, siapapun yang bertanding dan memasuki area lapangan sudah menjalani tes swab PCR.

"Sepak bola Indonesia harus tetap berjalan. Hari ini diawali dengan laga uji coba timnas Indonesia denga Tira Persikabo. Laga tersebut kami pastikan berjalan dengan protokol kesehatan yang ketat," kata Indra Sjafri.

"Turnamen Piala Menpora 2021 dan kompetisi Liga 1,2, juga akan berjalan. Karena dengan adanya kompetisi pembinaan akan terjadi dan muaranya ke timnas Indonesia. Selain itu, banyak orang yang menggantungkan rezeki di sektor sepak bola seperti pemain, pelatih panpel, dan lain-lain," tambahnya.

Menurut Indra Sjafri, jika Piala Menpora dan Liga 1 dan 2 tidak bergulir, pemain, pelatih, wasit, dan ofisial tim akan kehilangan pendapatan. Bahkan pemain dan pelatih juga akan kehilangan sentuhan teknis. "Ini lebih buruk pengaruhnya daripada ketika diberi sanksi oleh FIFA pada 2015. Padahal saat itu PSSI bisa membuat turnamen Piala Bhayangkara, Piala Presiden, dan Piala Sudirman. Tetapi, itu tidak cukup. Itu sebabnya kompetisi harus berjalan."

Pengamat Sepakbola Kesit Budi Handoyo juga tidak setuju dengan IPW. Baginya sepakbola harus mulai berjalan karena sudah terlalu lama istirahat. "Terlalu lama juga tidak bagus buat pemain, wasit, klub, dan penggemar sepakbola. Betul saat ini masih ada pandemi Covid-19. Tetapi, liga di Eropa juga jalan. Yang penting itu protokol kesehatan dijalankan dengan ketat dan tanpa penonton. Itu juga yang akan dilakukan di Piala Menpora nanti. Jadi tidak masalah," ujar Kesit.

Kesit juga meminta PSSI menjalankan saja Piala Menpora dan nantinya Liga 1 dan 2 sesuai protokol kesehatan. "Abaikan saja soal kritik itu. Biasa lah orang mengkritik itu. Gak ada masalah."

Staf Khusus Ketua Umum PSSI, Arief Wicaksono bahkan menyebut pernyataan Ketua Presidium IPW Neta S Pane sangat tendensius. IPW yang seharusnya mengurusi hal lain justru mengurusi sepak bola. "Provokasi Neta S Pane sangat tendensius untuk Piala Menpora ini. Program Menpora itu untuk menghidupkan cabang olahraga di tengah pandemi covid- 19. PSSI dan PT LIB pasti akan menjalankan kompetisi dengan protokol kesehatan yang ketat dan tanpa penonton," ujar Arief.

Menurut Arief dengan digelarnya turnamen ini akan meningkatkan perekonomian masyarakat baik secara makro maupun mikro . "Apa kompetensi Neta Pane menghembuskan berita yang bersifat provokatif. Seperti kurang kerjaan saja," imbuh Arief. ***

wwwwww