Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Pecat Direksi dan Tuding Pengisi Kajian Ramadan Radikal, PT Pelni Minta Maaf
Peristiwa
7 jam yang lalu
Pecat Direksi dan Tuding Pengisi Kajian Ramadan Radikal, PT Pelni Minta Maaf
2
Talk Coffee Solusi Tempat Nongkrong Baru di Depok, Monica: Bismillah Kita Jalan
Ekonomi
23 jam yang lalu
Talk Coffee Solusi Tempat Nongkrong Baru di Depok, Monica: Bismillah Kita Jalan
3
Dirut RSUD Arifin Achmad Klaim Tak Minta Biaya Dedek Bayi Pengidap Omfalokel
Umum
23 jam yang lalu
Dirut RSUD Arifin Achmad Klaim Tak Minta Biaya Dedek Bayi Pengidap Omfalokel
4
Abraham Cetak 20 Angka, Prawira Tundukkan West Bandits
Olahraga
23 jam yang lalu
Abraham Cetak 20 Angka, Prawira Tundukkan West Bandits
5
Dragan Djukanovic Tunggu Keputusan Manajemen
Sepakbola
7 jam yang lalu
Dragan Djukanovic Tunggu Keputusan Manajemen
6
Persebaya Siap Ladeni Permainan Terbuka Persib
Sepakbola
21 jam yang lalu
Persebaya Siap Ladeni Permainan Terbuka Persib
Home  /  Berita  /  Politik

Tak Akan Ada Partai Demokrat Tanpa SBY

Tak Akan Ada Partai Demokrat Tanpa SBY
Pendiri Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono. (Foto: Istimewa)
Kamis, 04 Maret 2021 20:10 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy
JAKARTA - Para pendiri dan deklarator Partai Demokrat sepakat bahwa tidak ada PD tanpa SBY. Hal ini dikemukakan sejumlah pendiri dan deklarator menanggapi tuduhan bahwa SBY tidak berkeringat dalam mendirikan Partai Demokrat.

"Saya mau membantu pendirian Partai Demokrat tahun 2001 ya karena ada tokoh," kata Wayan Sugiana, yang merupakan akademisi sekaligus salah satu pendiri Partai Demokrat, Kamis (4/3/2021).

Dan Tokoh tersebut, menurutnya adalah SBY. "Kalau bukan karena pak SBY, tidak ada PD. Saya tidak akan ada disitu," ujar Wayan melanjutkan.

Wayan sendiri, selain pendiri juga ditunjuk sebagai salah satu Wasekjen dalam kepengurusan periode pertama. Dia yang benar-benar berkeringat memenuhi persyaratan administrasi untuk verifikasi parpol agar PD bisa mengikuti pemilu 2004.

"Waktu itu, Undang-undang pemilu mensyaratkan verifikasi fisik di seluruh DPD Provinsi dan sebagian besar DPC Kabupaten/kota. Saya harus bekerja keras meyakinkan orang-orang untuk mau bergabung dengan PD dan harus saya akui faktor utama yang bisa meyakinkan mereka adalah keberadaan pak SBY. Tidak ada PD, tanpa Pak SBY," tegasnya.

Wayan menambahkan, pihaknya juga saat itu yang merancang lambang Partai Demokrat berbentuk segi empat, tapi kata Wayan, saat itu SBY bersikeras menggunakan lambang segitiga dengan warna biru merah dan putih.

"Jadi logo yang seperti kita lihat sekarang, ya pak SBY yang merancang. Pak SBY lah meyakinkan kami untuk memakai lambang tersebut," tukasnya.

Tokoh pendiri lainnya, Steven Rumangkang mengungkapkan, dirinya masih ingat, mendiang bapaknya, yakni Vence Rumangkang pernah berkata bahwa nama Partai Demokrat berasal dari SBY dan tercetuskan dalam diskusi di Cikeas bulan Agustus 2001.

Steven Rumangkang, merupakan putra mendiang Vence Rumangkang, tokoh penting yang membidani lahirnya partai Demokrat. "Mendiang Papa kemudian menyiapkan segala persyaratan administratif untuk memenuhi pendirian partai di kantornya, sementara pak SBY membuat logo, bendera dan mars Partai Demokrat," kata Steven melanjutkan.

Sebagai pendiri nomor 99, Steven kini memimpin forum komunikasi pendiri dan deklarator Partai Demokrat. Hal serupa juga diungkapkan Ifan Pioh. Menurutnya PD lahir justru dari SBY.

"Saya tahu pasti, bahwa partai Demokrat pada dasarnya dilahirkan oleh pak SBY dan mendiang Vence Rumangkang," ungkap Ifan Pioh, salah satu pendiri PD lainnya.

"Syarat mendirikan partai sebenarnya cukup akta pendiriannya ditandatangani 50 orang. Tapi, untuk menghormati pak SBY, maka dijadikan 99, menandakan 9 September, hari ulang tahun pak SBY, sekaligus hari ulang tahun Demokrat," tandasnya.

Dari 99 orang ini katanya, 53 memberikan kuasa, 46 sisanya hadir di kantor notaris. "Jadi gagasan dasar, nama, lambang dan mars Partai Demokrat semuanya berasal dari pak SBY. Tidak mungkin ada PD tanpa pak SBY," pungkasnya.***

wwwwww