Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Ketua Umum DPP Pemuda LIRA Desak DPR Makzulkan Gibran Mengacu Putusan MK dan MA
Hukum
14 jam yang lalu
Ketua Umum DPP Pemuda LIRA Desak DPR Makzulkan Gibran Mengacu Putusan MK dan MA
2
Kebutuhan Industri Melonjak, BPS Catat Nilai Impor Nasional Naik 19,67 Persen Sepanjang 2026
Ekonomi
12 jam yang lalu
Kebutuhan Industri Melonjak, BPS Catat Nilai Impor Nasional Naik 19,67 Persen Sepanjang 2026
3
BMKG Prediksi Cuaca Jabodetabek Cerah Berawan Hari Ini
Metropolitan
20 jam yang lalu
BMKG Prediksi Cuaca Jabodetabek Cerah Berawan Hari Ini
4
Jet Pribadi Jatuh di Palm Beach, Kecelakaan Maut Tewaskan Sembilan Penumpang
Internasional
13 jam yang lalu
Jet Pribadi Jatuh di Palm Beach, Kecelakaan Maut Tewaskan Sembilan Penumpang
5
Mutasi 7 Polisi Polrestabes Surabaya Disorot, Buntut Penangkapan 3 Legislator Partai Gerindra
Umum
12 jam yang lalu
Mutasi 7 Polisi Polrestabes Surabaya Disorot, Buntut Penangkapan 3 Legislator Partai Gerindra
6
Ubed Akui Waktu Mepet dan Richie Ingin Hasil Terbaik
Badminton
6 jam yang lalu
Ubed Akui Waktu Mepet dan Richie Ingin Hasil Terbaik
Home  /  Berita  /  Non Olympic

Apkori Desak PPON Segera Tuntaskan Masalah Deni dan Eko

Apkori Desak PPON Segera Tuntaskan Masalah Deni dan Eko
Ketua Apkori, Prof.Dr.Djoko Pekik Irianto, M.Kes.AIFO.
Senin, 08 Maret 2021 09:05 WIB
Penulis: Azhari Nasution
JAKARTA - Ketua Asosiasi Profesor Keolahragaan Indonesia (Apkori), Prof.Dr.Djoko Pekik Irianto, M.Kes.AIFO mendesak Tim Peningkatan Prestasi Olahraga Nasional (PPON) dan Pengurus Besar Persatuan Angkat Besi Seluruh Indonesia (PB PABSI) menyelesaikan permasalahan lifter angkat besi, Deni dan Eko Yuli Irawan.

"Untuk mengurai masalah Eko dan Deni, Direktur PPON (Kemenpora) segera menemui para atlet untuk mengetahui detail permasalahnya. Selanjutnya, PPON duduk bersama dengan PB PABSI untuk segera mengambil solusi terbaik dengan mengutamakan kepentingan dan keinginan atlet," kata Joko Pekik dalam siaran persnya yang diterima, Senin (8/3/2021).

Lifter Deni yang sudah dicoret dari pelatnas berkeinginan tampil di Olimpiade Tokyo 2021 karena peluangnya masih terbuka. Sebab, peraih medali emas SEA Games Filipina 2019 menduduki posisi peringkat ke-7 di kelas 67kg dunia. Sedangkan, Eko Yuli Irawan, peraih medali perak Olimpiade Rio de Janeiro 2016 ini ditangani pelatih bersertifikat IWF dan IOC, Lukman.

"Waktu sudah sangat mendesak yang dikawatirkan akan membebani mental atlet. Jika Eko memang menghendaki didampingi coach Lukman segera datangkan dan secepatnya bergabung dengan Tim Pelatnas PB PABSI. Dan, pelatih yang selama ini dipercayakan PB PABSI juga diharapkan bijak, jika Lukman yang dikehendaki para atlet. Kalau ada masalah lainnya PPON bersama PB PABSI secepatnya ambil solusi," tandasnya.

Mantan Deputi Kemenpora ini mengungkapkan, arlet Indonesia yang telah mengantongi tiket untuk berlaga di Olympic Tokyo 2021 masih sangat minim. Dan, angkat besi adalah salah satu cabang olahraga (cabor) andalan Indonesia selain bulutangkis dan selalu membawa pulang medali pada Olimpiade.

"Sejak Olimpiade London 2012, Indonesia sebenrnya sudah.mencanangkan target minimal bisa meloloskan 40 atlet ke Olimpiade. Namun, target itu masih cukup berat terpenuhi. Di London hanya 22 atlet yang lolos dan di Rio de Janeiro hanya 28 atlet. Sedangkan di Olimpiade Tokyo 2021 diharapkan bisa meloloskan 30 atlet," jelasnya. ***

wwwwww