Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Ketua Umum DPP Pemuda LIRA Desak DPR Makzulkan Gibran Mengacu Putusan MK dan MA
Hukum
15 jam yang lalu
Ketua Umum DPP Pemuda LIRA Desak DPR Makzulkan Gibran Mengacu Putusan MK dan MA
2
Kebutuhan Industri Melonjak, BPS Catat Nilai Impor Nasional Naik 19,67 Persen Sepanjang 2026
Ekonomi
14 jam yang lalu
Kebutuhan Industri Melonjak, BPS Catat Nilai Impor Nasional Naik 19,67 Persen Sepanjang 2026
3
BMKG Prediksi Cuaca Jabodetabek Cerah Berawan Hari Ini
Metropolitan
21 jam yang lalu
BMKG Prediksi Cuaca Jabodetabek Cerah Berawan Hari Ini
4
Ubed Akui Waktu Mepet dan Richie Ingin Hasil Terbaik
Badminton
8 jam yang lalu
Ubed Akui Waktu Mepet dan Richie Ingin Hasil Terbaik
5
Asael, Michelelle, dan Miftaqul Masih Berada di Jalur Positif
Olympic
8 jam yang lalu
Asael, Michelelle, dan Miftaqul Masih Berada di Jalur Positif
6
Seragam Kontingen Indonesia Hasil Kolaborasi Sarinah dan Mills Menggandeng Brand Lokal
Olympic
8 jam yang lalu
Seragam Kontingen Indonesia Hasil Kolaborasi Sarinah dan Mills Menggandeng Brand Lokal
Home  /  Berita  /  Non Olympic

Giliran Wakil Ketua Komisi X DPR Bicara Soal Deni dan Eko

Giliran Wakil Ketua Komisi X DPR Bicara Soal Deni dan Eko
Wakil Ketua Komisi X DPR-RI, Dede Yusuf. (Ist)
Senin, 08 Maret 2021 11:52 WIB
Penulis: Azhari Nasution

JAKARTA - Wakil Ketua Komisi X DPR-RI, Dede Yusuf memberikan perhatian khusus terhadap masalah lifter angkat besi Deni yang meminta diberikan kesempatan untuk mempertahankan peluangnya lolos dan Eko Yuli Irawan yang menginginkan pelatih bersertifikat IWF dan IOC, Lukman.

Politisi Partai Demokrat ini meminta Ketua KONI Pusat, Marciano Norman menyelesaikan permaalahan dua lifter yang dapat merugikan kontingen Indonesia di Olimpiade Tokyo 2021. Sebab, katanya, jumlah atlet Indonesia yang lolos ke Olimpiade Tokyo sampai saat ini masih sangat minim apalagi untuk mendapatkan tiket ke Olimpiade butuh perjuangan yang keras karena harus melalui babak kualifikasi.

"KONI Pusat sebagai induknya organisasi olahraga harus memediasi Deni dan Eko Yuli Irawan dengan PB PABSI untuk menyelesaikan persoalannya. Harus ada solusi terbaik untuk kepentingan prestasi olahraga Indonesia di Olimpiade Tokyo 2021," kata Dede Yusuf yang dihubungi, Senin (8/3/2021).

Dalam penyelesaian masalah Deni dan Eko, Dede Yusuf meminta PB PABSI yang menjalankan program pelatnas harus melihat potensi dengan mengakomodir keinginan atlet. Sebab, Deni masih berpeluang lolos dan Eko Yuli Irawan yang sudah menyumbangkan medali pada tiga pelaksanaan Olimpiade harus konsentrasi menjalani program latihan.

"Berikan kesempatan Deni untuk mempertahankan peluangnya dan permintaan Eko yang menginginkan Lukman sebaiknya dipenuhi sehingga bisa lebih konsentrasi menjalani persiapan menuju Tokyo nanti. Saya rasa permintaan Eko itu masih wajar," tandasnya.
Sebelumnya, Ketua Asosiasi Profesor Keolahragaan Indonesia (Apkori), Prof.Dr.Djoko Pekik Irianto, M.Kes.AIFO juga mendesak Tim Peningkatan Prestasi Olahraga Nasional (PPON) dan Pengurus Besar Persatuan Angkat Besi Seluruh Indonesia (PB PABSI) menyelesaikan permasalahan lifter angkat besi, Deni dan Eko Yuli Irawan.

"Untuk mengurai masalah Eko dan Deni, Direktur PPON (Kemenpora) segera menemui para atlet untuk mengetahui detail permasalahnya. Selanjutnya, PPON duduk bersama dengan PB PABSI untuk segera mengambil solusi terbaik dengan mengutamakan kepentingan dan keinginan atlet," kata Joko Pekik dalam siaran persnya yang diterima, Senin (8/3/2021).

Lifter Deni yang sudah dicoret dari pelatnas berkeinginan tampil di Olimpiade Tokyo 2021 karena peluangnya masih terbuka. Sebab, peraih medali emas SEA Games Filipina 2019 menduduki posisi peringkat ke-7 di kelas 67kg dunia. Sedangkan, Eko Yuli Irawan, peraih medali perak Olimpiade Rio de Janeiro 2016 ini ditangani pelatih bersertifikat IWF dan IOC, Lukman. ***

wwwwww