Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Minta Bantu Karena Tak Terima Diputus Pacar, Gadis Ini Malah Dicabuli Dukun
Hukum
21 jam yang lalu
Minta Bantu Karena Tak Terima Diputus Pacar, Gadis Ini Malah Dicabuli Dukun
2
Meraup Berkah di Tanjakan Maut Sitinjau Laut Melalui Akun Youtube
Umum
21 jam yang lalu
Meraup Berkah di Tanjakan Maut Sitinjau Laut Melalui Akun Youtube
3
Penagih Utang Tewas Dikeroyok di Cipondoh, 5 Warga Diamankan Polisi
Peristiwa
20 jam yang lalu
Penagih Utang Tewas Dikeroyok di Cipondoh, 5 Warga Diamankan Polisi
4
Menghilang 1,5 Bulan, Pria di Aceh Ditemukan Tinggal Kerangka Dekat Gubuk
Peristiwa
21 jam yang lalu
Menghilang 1,5 Bulan, Pria di Aceh Ditemukan Tinggal Kerangka Dekat Gubuk
5
Bawa 20 Paket Besar Ganja, Warga Kuranji Padang Dicokok Petugas
Hukum
22 jam yang lalu
Bawa 20 Paket Besar Ganja, Warga Kuranji Padang Dicokok Petugas
6
Pj Kepala Daerah 22/23 Kewenangan Siapa? Azis Syamsuddin Dorong Pembahasan
Politik
21 jam yang lalu
Pj Kepala Daerah 22/23 Kewenangan Siapa? Azis Syamsuddin Dorong Pembahasan
Home  /  Berita  /  Olahraga

Giliran Wakil Ketua Komisi X DPR Bicara Soal Deni dan Eko

Giliran Wakil Ketua Komisi X DPR Bicara Soal Deni dan Eko
Wakil Ketua Komisi X DPR-RI, Dede Yusuf. (Ist)
Senin, 08 Maret 2021 11:52 WIB
Penulis: Azhari Nasution

JAKARTA - Wakil Ketua Komisi X DPR-RI, Dede Yusuf memberikan perhatian khusus terhadap masalah lifter angkat besi Deni yang meminta diberikan kesempatan untuk mempertahankan peluangnya lolos dan Eko Yuli Irawan yang menginginkan pelatih bersertifikat IWF dan IOC, Lukman.

Politisi Partai Demokrat ini meminta Ketua KONI Pusat, Marciano Norman menyelesaikan permaalahan dua lifter yang dapat merugikan kontingen Indonesia di Olimpiade Tokyo 2021. Sebab, katanya, jumlah atlet Indonesia yang lolos ke Olimpiade Tokyo sampai saat ini masih sangat minim apalagi untuk mendapatkan tiket ke Olimpiade butuh perjuangan yang keras karena harus melalui babak kualifikasi.

"KONI Pusat sebagai induknya organisasi olahraga harus memediasi Deni dan Eko Yuli Irawan dengan PB PABSI untuk menyelesaikan persoalannya. Harus ada solusi terbaik untuk kepentingan prestasi olahraga Indonesia di Olimpiade Tokyo 2021," kata Dede Yusuf yang dihubungi, Senin (8/3/2021).

Dalam penyelesaian masalah Deni dan Eko, Dede Yusuf meminta PB PABSI yang menjalankan program pelatnas harus melihat potensi dengan mengakomodir keinginan atlet. Sebab, Deni masih berpeluang lolos dan Eko Yuli Irawan yang sudah menyumbangkan medali pada tiga pelaksanaan Olimpiade harus konsentrasi menjalani program latihan.

"Berikan kesempatan Deni untuk mempertahankan peluangnya dan permintaan Eko yang menginginkan Lukman sebaiknya dipenuhi sehingga bisa lebih konsentrasi menjalani persiapan menuju Tokyo nanti. Saya rasa permintaan Eko itu masih wajar," tandasnya.
Sebelumnya, Ketua Asosiasi Profesor Keolahragaan Indonesia (Apkori), Prof.Dr.Djoko Pekik Irianto, M.Kes.AIFO juga mendesak Tim Peningkatan Prestasi Olahraga Nasional (PPON) dan Pengurus Besar Persatuan Angkat Besi Seluruh Indonesia (PB PABSI) menyelesaikan permasalahan lifter angkat besi, Deni dan Eko Yuli Irawan.

"Untuk mengurai masalah Eko dan Deni, Direktur PPON (Kemenpora) segera menemui para atlet untuk mengetahui detail permasalahnya. Selanjutnya, PPON duduk bersama dengan PB PABSI untuk segera mengambil solusi terbaik dengan mengutamakan kepentingan dan keinginan atlet," kata Joko Pekik dalam siaran persnya yang diterima, Senin (8/3/2021).

Lifter Deni yang sudah dicoret dari pelatnas berkeinginan tampil di Olimpiade Tokyo 2021 karena peluangnya masih terbuka. Sebab, peraih medali emas SEA Games Filipina 2019 menduduki posisi peringkat ke-7 di kelas 67kg dunia. Sedangkan, Eko Yuli Irawan, peraih medali perak Olimpiade Rio de Janeiro 2016 ini ditangani pelatih bersertifikat IWF dan IOC, Lukman. ***

wwwwww